Bacaan Doa Iftitah: Macam dan Syarat Sunnahnya
Doa iftitah adalah bagian penting dalam shalat yang membantu kita memulai ibadah dengan hati yang khusyuk. Dengan mengetahui bentuk-bentuk bacaan, latin, dan syarat sunnahnya, shalat menjadi lebih...
Doa iftitah adalah bagian penting dalam shalat yang membantu kita memulai ibadah dengan hati yang khusyuk. Dengan mengetahui bentuk-bentuk bacaan, latin, dan syarat sunnahnya, shalat menjadi lebih sempurna dan sesuai tuntunan Nabi. Artikel ini membahas secara lengkap doa iftitah, variasi bacaan, hingga ketentuan sunnahnya.
Daftar Isi
Pentingnya Doa Iftitah dalam Shalat
Doa iftitah merupakan sunnah yang dilaksanakan setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca ta’awudz. Tujuan utama doa ini adalah mengarahkan niat, memuliakan Allah, dan meneguhkan shalat yang khusyuk. Dengan melaksanakan sunnah ini, kita menegakkan tiang agama dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
Doa iftitah membantu kita memulai shalat dengan hati yang fokus dan penuh penghayatan, menjadikan setiap gerakan dan bacaan lebih bermakna.
Bentuk-Bentuk Doa Iftitah
Doa iftitah memiliki beberapa bentuk (shighat) berdasarkan riwayat hadits. Dilansir dari islam.nu.or.id, Berikut bacaan lengkap dengan Arab, latin, dan terjemahannya:
1. Mengarahkan Niat dan Penyerahan Diri
Arab:
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Latin:
Wajjahu wajhiya lilladzi fataras-samawati wal-ardha hanifan musliman wa ma ana minal musyrikin, inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin, la syarika lahu wa bizalika umirtu wa ana minal muslimin
Terjemahan:
Aku menghadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi, lurus berislam, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, kurbananku, hidupku, dan matiku untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan demikian aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
2. Puji-Pujian kepada Allah
Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْداً كَثِيْراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيْهِ
Latin:
Alhamdu lillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakafihi
Terjemahan:
Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, baik, dan diberkahi.
3. Pengagungan Allah dan Penyucian Diri
Arab:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا
Latin:
Allahu akbaru kabiran walhamdu lillahi katsiran wa subhanallahi bukratan wa asila
Terjemahan:
Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung, segala puji bagi Allah yang banyak, dan Maha Suci Allah di pagi dan sore hari.
4. Permohonan Pengampunan Dosa
Arab:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ غَسِّلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Latin:
Allahumma ba’id bayni wa bayna khatayaya kama ba’adta baynal-masyriqi wal-maghrib, Allahumma naqqini min khatayaya kama yunaqqath-thawbul abyadu minad-danas, Allahumma ghasilni min khatayaya bil-ma’i wath-thalji wal-barad
Terjemahan:
Ya Allah, jauhkan aku dari dosaku sebagaimana Engkau memisahkan timur dan barat. Bersihkan aku dari kesalahan seperti kain putih dibersihkan dari kotoran. Basuhlah aku dari kesalahanku dengan air, salju, dan es.
5. Pengakuan Hamba dan Doa Petunjuk
Arab:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ذُنُوْبِيْ جَمِيْعاً فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ وَاهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ، لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِيْ يَدَّيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Latin:
Allahumma anta al-malik la ilaha illa anta, anta rabbi wa ana ‘abduka, zalamtu nafsi wa a’taraftu bidzanbi faghfir li dzunuubi jami’an fa innahu la yaghfiru adz-dzunuuba illa anta, wahdini li ahsani al-akhlaq, la yahdi li ahsaniha illa anta, wasrif ‘anni sayyi’aha la yasrifu ‘anni sayyi’aha illa anta, labbayka wa sa’daika, wal-khairu kulluhu fi yaddayka wal-sharru laysa ilaika ana bika wa ilaika, tabaarakta rabbana wa ta’ala, astaghfiruka wa atuubu ilaika
Terjemahan:
Ya Allah, Engkaulah Raja, tidak ada Tuhan selain-Mu. Engkau Tuhanku dan aku hamba-Mu. Aku menzalimi diriku dan mengakui dosaku. Ampunilah semua dosaku karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Berilah aku petunjuk untuk akhlak terbaik, karena hanya Engkau yang memberi petunjuk. Singkirkan dariku akhlak buruk, karena hanya Engkau yang mampu. Aku menyahut panggilan-Mu. Segala kebaikan di tangan-Mu dan segala kejahatan bukan pada-Mu. Maha Suci Engkau, Tuhan kami. Aku memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu.
Syarat Sunnah Membaca Doa Iftitah
Kesunnahan membaca doa iftitah berlaku jika empat syarat ini terpenuhi:
- Waktu cukup: Pastikan shalat memiliki waktu memadai agar bacaan doa dapat dilaksanakan.
- Sebagai makmum: Tidak boleh khawatir ketinggalan surat Al-Fatihah.
- Posisi imam: Makmum masbuq tidak membaca doa jika imam sudah di ruku’ atau sujud.
- Urutan bacaan: Bacaan doa iftitah harus dibaca segera setelah takbiratul ihram. Bacaan lain sebelum doa, seperti ta’awudz atau basmalah, akan menghilangkan kesunnahannya.
Kesimpulan
Doa iftitah adalah kunci untuk shalat yang lebih khusyuk dan tertib. Membaca salah satu atau semua bacaan, sesuai syarat sunnah, meningkatkan kualitas ibadah, meneguhkan niat, dan mendekatkan kita kepada Allah. Dengan memahami bentuk, bacaan lengkap, dan syarat-syarahnya, shalat menjadi ibadah yang lebih bermakna dan menenangkan hati.
Sumber: https://islam.nu.or.id/shalat/macam-macam-doa-iftitah-dan-syarat-kesunnahannya-C0FMq



No Comment! Be the first one.