Doa iftitah adalah bacaan pembuka sholat yang sangat penting, namun sering dibaca tanpa memahami maknanya secara mendalam. Padahal doa ini menjadi awal komunikasi seorang hamba dengan Allah setelah takbiratul ihram. Di dalamnya terdapat pengakuan tauhid, ketundukan, dan permohonan ampun yang sangat dalam.
Daftar Isi
- Pengertian Doa Iftitah dalam Sholat
- Bacaan Doa Iftitah Lengkap
- 1. Doa Iftitah Panjang #1 (HR. Bukhari dan Muslim)
- 2. Doa Iftitah Panjang #2 (HR. Muslim)
- 3. Doa Iftitah Panjang #3 (HR. Muslim)
- 4. Doa Iftitah Pendek #1
- 5. Doa Iftitah Pendek #2
- 6. Doa Iftitah Pendek #3
- Hukum Membaca Doa Iftitah
- Waktu Membaca Doa Iftitah
- Penutup
Dalam artikel ini, kita akan membahas bacaan doa iftitah lengkap versi pendek dan panjang beserta arti, hukum, dan waktu membacanya agar kita bisa lebih memahami makna ibadah sholat secara utuh.
Pengertian Doa Iftitah dalam Sholat
Dilansir dari laman detik.com, doa iftitah atau istiftah adalah doa yang dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah. Doa ini termasuk sunnah dalam sholat dan tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan.
Rasulullah mengajarkan berbagai redaksi doa iftitah kepada para sahabat, sehingga bentuknya beragam namun memiliki makna yang sama, yaitu pembukaan sholat dengan pujian dan penghambaan kepada Allah.
Bacaan Doa Iftitah Lengkap
1. Doa Iftitah Panjang #1 (HR. Bukhari dan Muslim)
Arab:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Latin:
Allahumma ba‘id baini wa baina khatayaya kama ba‘adta bainal-masyriqi wal-maghrib, Allahumma naqqini min khatayaya kama yunaqqats-tsaubul abyaḍu minad-danas, Allahummaghsilni min khatayaya bil-ma’i wats-tsalji wal-barad
Arti:
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun.”
2. Doa Iftitah Panjang #2 (HR. Muslim)
Arab:
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ
ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا
وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا
Latin:
Wajjahtu wajhiya lilladzi fataras-samawati wal-ard haniifan wa maa ana minal-musyrikin
Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin la syarika lahu
Allahumma antal-malik la ilaha illa anta anta rabbi wa ana ‘abduka
Zhalamtu nafsi wa‘taraftu bidzanbi faghfir li dzunubi jami‘an
Wahdini li ahsanil akhlaqi wasrif ‘anni sayyi’aha
Arti:
“Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus, dan aku bukan termasuk orang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam.
Ya Allah Engkaulah Raja, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkaulah Tuhanku dan aku hamba-Mu. Aku telah menzalimi diriku dan mengakui dosaku. Maka ampunilah seluruh dosaku dan tunjukilah aku akhlak yang baik serta jauhkan aku dari akhlak buruk.”
3. Doa Iftitah Panjang #3 (HR. Muslim)
Arab:
اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ
فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ
Latin:
Allahumma rabba Jibrila wa Mika’ila wa Israfil
Fatiras-samawati wal-ard ‘alimal-ghaibi wasy-syahadah
Anta tahkumu baina ‘ibadika fima kanu fihi yakhtalifun
Ihdini lima ikhtulifa fihi minal haqq bi-idhnik
Arti:
“Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang memutuskan segala perselisihan di antara hamba-Mu. Tunjukkanlah aku kepada kebenaran dengan izin-Mu.”
4. Doa Iftitah Pendek #1
Arab:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Latin:
Subhanakallahumma wa bihamdika wa tabarakasmuka wa ta‘ala jadduka wa la ilaha ghairuk
Arti:
“Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha Berkah nama-Mu, Maha Tinggi kebesaran-Mu, dan tidak ada Tuhan selain Engkau.”
5. Doa Iftitah Pendek #2
Arab:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin:
Allahu akbar kabira walhamdulillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa asila
Arti:
“Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.”
6. Doa Iftitah Pendek #3
Arab:
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
Latin:
Alhamdulillahi hamdan katsiran tayyiban mubarakan fih
Arti:
“Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan diberkahi di dalamnya.”
Hukum Membaca Doa Iftitah
Doa iftitah hukumnya adalah sunnah dalam sholat. Artinya, jika tidak dibaca sholat tetap sah, namun kehilangan salah satu kesempurnaan sunnahnya.
Dalam penjelasan para ulama, doa ini dianjurkan selama waktu sholat masih longgar dan tidak dikhawatirkan tertinggal rukun lain.
Jika menjadi makmum dan imam sudah cepat, maka boleh langsung mengikuti tanpa membaca doa iftitah.
Waktu Membaca Doa Iftitah
Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah.
Ketentuannya:
- Dibaca di awal rakaat pertama saja
- Tidak dibaca setelah ruku atau sujud
- Gugur jika sudah membaca Al-Fatihah atau bacaan setelahnya
Penutup
Doa iftitah bukan hanya bacaan pembuka sholat, tetapi juga bentuk kesadaran spiritual seorang hamba. Semakin kita memahami maknanya, semakin terasa khusyuk dalam sholat yang kita lakukan.
Semoga kita dimudahkan untuk selalu menjaga sholat dengan sempurna dan memahami setiap bacaan di dalamnya.
Sumber: https://www.detik.com/jogja/berita/d-7246219/doa-iftitah-panjang-dan-pendek-lengkap-beserta-hukum-membacanya



No Comment! Be the first one.