Sebagai seorang Muslim, kita dianjurkan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, dzikir, dan istighfar. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan diamalkan pada pagi dan petang adalah membaca Sayyidul Istighfar. Bacaan ini dikenal sebagai penghulu istighfar karena memiliki keutamaan yang sangat besar, termasuk memohon ampunan, ketenangan hati, hingga kesembuhan dari berbagai penyakit atas izin Allah SWT.
Daftar Isi
Manusia tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperbanyak istighfar sebagai bentuk taubat dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Selain menjadi penghapus dosa, istighfar juga dipercaya menjadi sebab datangnya rahmat, keberkahan rezeki, dan kesehatan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 110:
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
Latin
Wa may ya’mal suu-an au yazlim nafsahuu tsumma yastaghfirillaaha yajidillaaha ghafuurar rahiimaa.
Artinya
“Barang siapa mengerjakan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 110)
Bacaan Doa Sayyidul Istighfar
Berikut bacaan Sayyidul Istighfar lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.
Teks Arab
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin
Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bidzanbii, faghfir lii, fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui segala nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Keutamaan Sayyidul Istighfar untuk Kesembuhan
Dilansir dari Tribun Medan, Membaca Sayyidul Istighfar secara rutin dipercaya dapat menjadi sebab datangnya ketenangan jiwa dan kesembuhan berbagai penyakit atas izin Allah SWT. Dalam Islam, penyakit bukan hanya berasal dari kondisi fisik, tetapi juga bisa muncul karena hati yang gelisah, dosa yang menumpuk, dan jiwa yang jauh dari Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ وَدَوَاءُ الذُّنُوبِ الْاِسْتِغْفَارُ
Latin
Likulli daa-in dawaa-un wa dawaaudz dzunuubil istighfaaru.
Artinya
“Setiap penyakit ada obatnya, dan obat dosa adalah istighfar.” (HR Ad-Dailami)
Hadis ini menjelaskan bahwa istighfar menjadi salah satu jalan untuk membersihkan hati dan mendatangkan pertolongan Allah SWT. Ketika hati menjadi tenang dan dosa diampuni, maka tubuh pun akan lebih mudah mendapatkan kesehatan dan keberkahan hidup.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
مَا أَصَرَّ مَنِ اسْتَغْفَرَ وَإِنْ عَادَ فِى الْيَوْمِ سَبْعِيْنَ مَرَّةً
Latin
Maa asharra manistaghfara wa in ‘aada fil yaumi sab’iina marrah.
Artinya
“Tidak dianggap terus-menerus berbuat dosa orang yang selalu beristighfar, meskipun ia mengulanginya tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
Waktu Terbaik Membaca Sayyidul Istighfar
Sayyidul Istighfar sangat dianjurkan dibaca pada waktu pagi setelah salat Subuh dan sore hari menjelang Maghrib. Membaca doa ini di waktu pagi dan petang termasuk bagian dari dzikir harian yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dalam sebuah hadis shahih riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa siapa yang membaca Sayyidul Istighfar di pagi hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Begitu pula jika dibaca pada malam hari lalu meninggal sebelum pagi.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar doa ini menjadi bagian dari wirid dan dzikir rutin setiap hari.
Dzikir Pagi untuk Menambah Ketenangan dan Kesembuhan
Selain membaca Sayyidul Istighfar, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak dzikir pagi agar hati menjadi lebih tenang dan mendapatkan perlindungan Allah SWT. Di antaranya membaca Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, serta memperbanyak tasbih dan istighfar.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 41-42:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin
Yaa ayyuhalladziina aamanuudzkurullaaha dzikran katsiiraa. Wa sabbihuuhu bukrataw wa ashiilaa.
Artinya
“Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”
Dzikir pagi dan petang bukan hanya menjadi penenang hati, tetapi juga menjadi benteng perlindungan bagi seorang Muslim dari berbagai keburukan dan penyakit.
Penutup
Bacaan doa Sayyidul Istighfar merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap pagi dan sore hari. Selain menjadi penghulu istighfar, doa ini juga memiliki keutamaan besar sebagai jalan memohon ampunan, ketenangan hati, perlindungan, dan kesembuhan berbagai penyakit atas izin Allah SWT.
Dengan rutin membaca Sayyidul Istighfar serta memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, seorang Muslim akan semakin dekat kepada-Nya dan mendapatkan ketenteraman hidup. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan kepada kita semua.
https://medan.tribunnews.com/2021/07/11/bacaan-sayyidul-istighfar-obat-kesembuhan-berbagai-penyakit-dan-wabah-covid-19?page=4



No Comment! Be the first one.