Doa iftitah menjadi salah satu bacaan sunnah dalam sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram. Meski hukumnya tidak wajib, doa ini memiliki makna yang sangat dalam karena berisi pujian, penghambaan, dan permohonan kepada Allah SWT.
Daftar Isi
Rasulullah SAW juga mengajarkan beberapa versi doa iftitah, mulai dari yang singkat hingga panjang. Karena itulah, banyak umat Islam bertanya-tanya, apakah doa iftitah panjang lebih utama dibanding versi pendek?
Doa Iftitah dan Kedudukannya dalam Sholat
Doa iftitah dibaca sebelum Al-Fatihah pada rakaat pertama sholat. Bacaan ini menjadi pembuka yang membantu hati lebih tenang sebelum membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Dalam beberapa hadis shahih, Rasulullah SAW mencontohkan bacaan iftitah dengan redaksi berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa umat Islam diberi kemudahan dalam mengamalkannya.
Abu Hurairah RA meriwayatkan sabda Nabi Muhammad SAW:
“Setiap kali seseorang sholat, maka hendaklah ia membaca ‘Allahu Akbar’ (takbiratul ihram), kemudian membaca apa yang mudah baginya dari Al-Quran, kemudian membaca (doa) iftitah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran membaca doa iftitah dalam sholat. Meski sunnah, bacaan ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.
Doa Iftitah Pendek yang Mudah Diamalkan
Selain versi panjang, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa iftitah yang singkat dan mudah dihafal. Bacaan pendek ini sering dipilih karena praktis dibaca dalam sholat berjamaah maupun sendirian.
Bacaan-bacaan ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memberi kemudahan kepada umatnya dalam beribadah.
Salah satu doa iftitah pendek yang paling populer ialah:
سُبْحَانَكَ اللهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Artinya:
“Maha Suci Engkau ya Allah, segala puji bagi-Mu, Maha Berkah nama-Mu, Maha Tinggi kebesaran-Mu, dan tidak ada Tuhan selain Engkau.”
(HR. Abu Daud no. 775)
Ada pula bacaan lain yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu Umar:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Allahu akbar kabira walhamdulillahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila.”
Artinya:
“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada pagi dan petang.”
(HR. Muslim)
Selain itu, Anas bin Malik RA meriwayatkan doa iftitah pendek berupa pujian kepada Allah SWT dengan pujian yang baik dan penuh keberkahan.
Semua bacaan tersebut sama-sama shahih dan boleh diamalkan dalam sholat sehari-hari.
Mana yang Lebih Utama, Pendek atau Panjang?
Para ulama menjelaskan bahwa semua bacaan doa iftitah yang shahih sama-sama sunnah. Karena itu, kita boleh memilih versi pendek maupun panjang sesuai kondisi dan kemampuan.
Doa panjang biasanya dibaca saat sholat sendirian, sedangkan versi pendek lebih praktis ketika berjamaah. Yang paling utama bukan panjang bacaannya, melainkan kekhusyukan dan pemahaman maknanya dalam sholat.
Hukum Membaca Doa Iftitah dalam Sholat
Dilansir dari Detik.com, membaca doa iftitah hukumnya sunnah, sehingga sholat tetap sah meski tidak membacanya. Namun, kesunnahan ini gugur dalam beberapa keadaan. Doa iftitah tidak dibaca saat sholat jenazah, ketika waktu sholat sempit, atau jika makmum khawatir tertinggal Al-Fatihah imam.
Makmum yang datang terlambat dan mendapati imam sudah rukuk atau sujud juga dianjurkan langsung mengikuti gerakan imam.
Syaikh an-Nawawi menjelaskan:
“Kesunnahan doa iftitah menjadi hilang sebab membaca perkara-perkara setelahnya.”
Karena itu, doa iftitah sebaiknya langsung dibaca setelah takbiratul ihram sebelum ta’awudz atau bacaan lainnya.
Penutup
Doa iftitah menjadi sunnah yang sangat dianjurkan dalam sholat. Rasulullah SAW mengajarkan berbagai versi bacaan, baik yang panjang maupun pendek.
Kita dapat memilih salah satu bacaan sesuai kemampuan dan kondisi saat sholat. Yang terpenting, doa tersebut dibaca dengan hati yang khusyuk dan penuh penghayatan.
Dengan memahami doa iftitah pendek dan panjang, kita bisa lebih khusyuk saat menjalankan sholat.
Semoga Allah SWT memudahkan kita menjaga sunnah-sunnah sholat dan menjadikan ibadah kita semakin berkualitas. Aamiin.



No Comment! Be the first one.