4 Pilihan Doa Buka Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui
Saat azan Maghrib berkumandang di bulan Ramadhan, itulah waktu yang paling ditunggu oleh umat Islam. Tidak hanya untuk membatalkan puasa, momen ini juga dianjurkan diisi dengan membaca doa berbuka....
Saat azan Maghrib berkumandang di bulan Ramadhan, itulah waktu yang paling ditunggu oleh umat Islam. Tidak hanya untuk membatalkan puasa, momen ini juga dianjurkan diisi dengan membaca doa berbuka. Menariknya, terdapat beberapa redaksi doa yang bersumber dari riwayat hadits dan dapat diamalkan. Memahami variasi doa tersebut penting agar ibadah puasa semakin khusyuk dan selaras dengan tuntunan sunnah.
Daftar Isi
Pilihan Doa Buka Puasa Ramadhan
Berikut beberapa doa buka puasa yang umum diamalkan:
Doa “Allahumma laka shumtu”
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu, wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa ini menegaskan niat dan penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT, sekaligus rasa syukur atas rezeki yang diberikan saat berbuka.
Doa “Dzahaba zhama’u”
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah ta‘ala.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Penjelasan ini menunjukkan bahwa membaca doa berbuka adalah amalan sunnah yang dianjurkan setelah membatalkan puasa. Tambahan doa tersebut bersifat melengkapi, terutama ketika berbuka dengan air, sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang langsung dirasakan tubuh setelah seharian menahan dahaga.
Doa ini diriwayatkan dari hadits Nabi Muhammad SAW dan sering dibaca setelah menyantap makanan atau minuman pertama saat berbuka.
Doa Buka Puasa dalam Hasyiyah al-Bujairimi ‘ala al-Iqna’
Sulaiman al-Bujairimi dalam Hasyiyah al-Bujairimi ‘ala al-Iqna’ juga menukil doa berbuka dengan redaksi yang lebih lengkap. Lafal ini menggabungkan unsur niat, tawakal, syukur, dan permohonan ampun.
Berikut teks doanya:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اغْفِرْ لِي. الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika wa ‘alaika tawakkaltu. Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah. Ya wasi‘al fadhli ighfirli. Alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu.
Artinya:
“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku beriman dan kepada-Mu aku bertawakal. Dahaga telah pergi, urat-urat telah basah, dan insya Allah pahala telah tetap. Wahai Dzat Yang Maha Luas karunia-Nya, ampunilah aku. Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku sehingga aku berpuasa, dan memberi rezeki kepadaku sehingga aku berbuka.”
Doa ini memperlihatkan dimensi ibadah yang lebih menyeluruh. Tidak hanya menyatakan puasa dan berbuka karena Allah, tetapi juga menegaskan iman, tawakal, syukur, serta permohonan ampun.
Doa Buka Puasa dalam Kitab I’anah at-Thalibin
Dalam Hasyiyah I’anah at-Thalibin juz 2 halaman 279, Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi menjelaskan bahwa doa berbuka puasa yang dianjurkan adalah membaca lafal sesuai hadits riwayat Mu’adz bin Zuhrah.
Adapun lafal doa nya yaitu :
وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى
Artinya
“Disunnahkan membaca doa setelah berbuka: ‘Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.’ Dan bagi orang yang berbuka dengan air, ditambahkan doa: ‘Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah Ta‘ala.’”
Keterangan ini menunjukkan bahwa membaca doa setelah berbuka termasuk amalan sunnah. Lafal pertama menegaskan niat puasa dan pengakuan bahwa rezeki berbuka berasal dari Allah SWT.
Adapun tambahan doa “Dzahaba zhama’u…” merupakan ungkapan syukur atas hilangnya dahaga dan harapan agar pahala puasa diterima. Dengan demikian, perbedaan redaksi doa berbuka memiliki dasar dalam riwayat dan penjelasan ulama, sehingga dapat diamalkan sesuai tuntunan tersebut.
Penutup
Mengetahui pilihan doa buka puasa Ramadhan membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan yakin. Baik membaca doa “Allahumma laka shumtu”, “Dzahaba zhama’u”, maupun doa lainnya yang diajarkan, semuanya memiliki makna syukur dan penghambaan kepada Allah SWT.
Yang terpenting, umat Islam menyegerakan berbuka, membaca doa dengan penuh kesadaran, dan menjadikan momen tersebut sebagai waktu bermunajat. Dengan begitu, puasa Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga memperkuat iman dan ketakwaan.
Sumber Referensi
https://jateng.nu.or.id/keislaman/makan-dulu-atau-berdoa-dulu-ini-4-lafal-doa-buka-puasa-ramadhan-yang-bisa-dipilih-qpFIK



No Comment! Be the first one.