Masjid merupakan rumah Allah SWT yang memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Di tempat inilah kaum muslimin melaksanakan shalat berjamaah, menuntut ilmu, berdzikir, serta mempererat ukhuwah. Karena kemuliaannya, setiap muslim dianjurkan menjaga sikap dan perilaku ketika berada di dalamnya.
Daftar Isi
- 1. Mendahulukan Kaki Kiri ketika Membuka Alas Kaki
- 2. Masuk Masjid Mendahulukan Kaki Kanan
- 3. Membaca Do’a Masuk Masjid
- 4. Shalat Tahiyatul Masjid Jika Memungkinkan dan Shalat Sunnah atau Fardhu Bisa Mewakilinya
- 5. Memanfaatkan Waktu Antara Adzan dan Iqamah untuk Memperbanyak Do’a
- 6. Menjaga Kebersihan Masjid
- 7. Tidak Mengumumkan Barang yang Hilang di Masjid Karena Masjid Tidak Dibangun Untuk Itu
- 8. Tidak Berjual-Beli dalam Masjid
- 9. Tidak Bersyair atau Perkataan Lainnya yang Maknanya Tidak Baik dalam Masjid
- 10. Tidak Mengangkat Suara dalam Masjid
- 11. Duduk Menunggu Shalat dan Memperbanyak Dzikir
- 12. Boleh Ngobrol Urusan Dunia di Masjid Walaupun Mengakibatkan Tawa
- 13. Keluar Masjid Dengan Mendahulukan Kaki Kiri dan Membaca Doa
- Kesimpulan
- Sumber
Adab di masjid bukan sekadar aturan formal, melainkan bentuk penghormatan terhadap syiar Islam. Dengan memahami dan mengamalkan etika yang benar, seseorang tidak hanya menjaga kesucian tempat ibadah, tetapi juga menumbuhkan ketakwaan dalam dirinya. Berikut ini 13 adab yang perlu diketahui dan diamalkan saat berada di masjid, dilansir dari laman Wadah Inspirasi Zakat.
1. Mendahulukan Kaki Kiri ketika Membuka Alas Kaki
Saat hendak memasuki masjid, seseorang biasanya melepas alas kaki terlebih dahulu. Dalam adab Islam, dianjurkan memulai dengan kaki kiri ketika melepas sandal atau sepatu. Hal ini mengikuti kaidah umum bahwa perkara yang bersifat meninggalkan atau membersihkan sesuatu dimulai dengan bagian kiri. Kebiasaan sederhana ini menunjukkan kepatuhan terhadap tuntunan syariat dan membiasakan diri untuk selalu tertib dalam setiap amalan.
2. Masuk Masjid Mendahulukan Kaki Kanan
Setelah melepas alas kaki, ketika melangkah masuk ke dalam masjid dianjurkan mendahulukan kaki kanan. Dalam banyak aktivitas yang bernilai kebaikan, Islam mengajarkan untuk memulai dengan bagian kanan sebagai bentuk pemuliaan. Masuk masjid adalah langkah menuju ibadah, sehingga sudah sepantasnya diawali dengan adab yang baik.
3. Membaca Do’a Masuk Masjid
Ketika memasuki masjid, disunnahkan membaca doa. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT membukakan pintu rahmat-Nya. Dengan membaca doa, hati menjadi lebih siap dan khusyuk untuk beribadah. Doa masuk masjid juga menjadi pengingat bahwa tujuan utama ke masjid adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar rutinitas sosial.
4. Shalat Tahiyatul Masjid Jika Memungkinkan dan Shalat Sunnah atau Fardhu Bisa Mewakilinya
Salah satu adab penting adalah tidak langsung duduk sebelum menunaikan shalat dua rakaat tahiyatul masjid, jika kondisi memungkinkan. Shalat ini merupakan bentuk penghormatan terhadap masjid. Apabila seseorang masuk ketika iqamah sudah dikumandangkan atau langsung mengikuti shalat wajib, maka shalat tersebut sudah mencukupi sebagai pengganti tahiyatul masjid.
5. Memanfaatkan Waktu Antara Adzan dan Iqamah untuk Memperbanyak Do’a
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk saat yang mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, dianjurkan mengisi waktu tersebut dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, atau memanjatkan doa. Daripada digunakan untuk percakapan yang tidak perlu, lebih baik memanfaatkan momen ini untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
6. Menjaga Kebersihan Masjid
Kebersihan merupakan bagian dari iman. Setiap jamaah hendaknya menjaga kerapian dan kebersihan masjid, baik dengan tidak membuang sampah sembarangan maupun ikut serta dalam kegiatan kebersihan. Masjid yang bersih mencerminkan kesungguhan umat dalam memuliakan tempat ibadah.
7. Tidak Mengumumkan Barang yang Hilang di Masjid Karena Masjid Tidak Dibangun Untuk Itu
Masjid diperuntukkan bagi ibadah, bukan untuk kepentingan duniawi seperti mengumumkan kehilangan barang. Dalam ajaran Islam, perbuatan tersebut tidak dianjurkan karena menyimpang dari fungsi utama masjid. Jika kehilangan barang, sebaiknya melapor kepada pengurus masjid tanpa mengganggu jamaah lain.
8. Tidak Berjual-Beli dalam Masjid
Aktivitas transaksi jual beli tidak selayaknya dilakukan di dalam masjid. Tempat ibadah harus dijaga dari kegiatan komersial agar tetap fokus pada fungsi spiritualnya. Larangan ini bertujuan menjaga kesucian dan kekhusyukan suasana masjid.
9. Tidak Bersyair atau Perkataan Lainnya yang Maknanya Tidak Baik dalam Masjid
Ucapan yang mengandung makna buruk, celaan, atau hal yang tidak pantas tidak boleh diucapkan di masjid. Perkataan yang sia-sia atau tidak bermanfaat juga sebaiknya dihindari. Masjid adalah tempat yang dipenuhi dzikir dan ayat-ayat Allah, sehingga lisan harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
10. Tidak Mengangkat Suara dalam Masjid
Berbicara dengan suara keras dapat mengganggu jamaah lain yang sedang beribadah. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menjaga volume suara agar tetap rendah dan sopan. Ketenangan masjid membantu menciptakan suasana yang mendukung kekhusyukan.
11. Duduk Menunggu Shalat dan Memperbanyak Dzikir
Menunggu waktu shalat di masjid termasuk amalan yang berpahala. Selama menunggu, dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, atau berdoa. Seseorang yang menanti shalat dalam keadaan suci dihitung seperti sedang dalam ibadah.
12. Boleh Ngobrol Urusan Dunia di Masjid Walaupun Mengakibatkan Tawa
Percakapan tentang urusan dunia diperbolehkan selama tidak berlebihan dan tetap menjaga adab. Tertawa pun tidak dilarang selama tidak mengganggu orang lain dan tidak berlebihan. Masjid juga menjadi tempat silaturahmi, sehingga interaksi sosial tetap dibolehkan dalam batas kewajaran.
13. Keluar Masjid Dengan Mendahulukan Kaki Kiri dan Membaca Doa
Saat meninggalkan masjid, dianjurkan melangkah dengan kaki kiri terlebih dahulu. Selain itu, disunnahkan membaca doa keluar masjid sebagai bentuk permohonan agar tetap berada dalam lindungan Allah. Adab ini melengkapi rangkaian etika sejak masuk hingga keluar dari rumah Allah.
Kesimpulan
Masjid adalah tempat yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya memahami dan mempraktikkan adab-adab ketika berada di dalamnya. Mulai dari cara masuk, beribadah, hingga keluar, semuanya memiliki tuntunan yang mengandung hikmah besar.
Dengan menjaga etika di masjid, kita bukan hanya menghormati tempat ibadah, tetapi juga melatih diri menjadi pribadi yang lebih disiplin, santun, dan bertakwa. Semoga setiap langkah kita menuju masjid senantiasa bernilai pahala dan membawa keberkahan dalam kehidupan.



No Comment! Be the first one.