Zubair bin Awwam: Pembela Rasulullah yang Dijuluki Hawariyyun
Zubair bin Awwam adalah salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW yang mendapat gelar kehormatan “Hawariyyun” (pengikut/penolong setia). Rasulullah SAW bersabda, “Setiap Nabi...
Zubair bin Awwam adalah salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW yang mendapat gelar kehormatan “Hawariyyun” (pengikut/penolong setia). Rasulullah SAW bersabda, “Setiap Nabi memiliki Hawari (pembela setia), dan Hawari-ku adalah Zubair bin Awwam”.
Daftar Isi
Berikut adalah profil dan alasan mengapa beliau begitu istimewa:
Hubungan Dekat dengan Rasulullah
Zubair memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat kuat dengan Nabi Muhammad SAW:
- Sepupu Nabi: Ibunya, Shafiyyah binti Abdul Muthalib, adalah bibi dari Rasulullah.
- Keluarga Abu Bakar: Beliau menikah dengan Asma binti Abu Bakar, putri dari sahabat utama Nabi.
- Dijamin Surga: Zubair termasuk dalam kelompok Al-Asyarah al-Mubasysyaruna bi al-Jannah, yaitu 10 sahabat yang dijamin masuk surga.
Sosok “Pedang Pertama” dalam Islam
Zubair dikenal sebagai orang pertama yang menghunuskan pedang di jalan Allah. Saat ia masih muda dan mendengar kabar (yang ternyata salah) bahwa Rasulullah diculik, ia langsung keluar dengan pedang terhunus untuk mencari pelakunya. Keberaniannya ini mendapat doa khusus dari Nabi.
Jasa dan Pengabdian Luar Biasa
- Pembela di Medan Perang: Ia menjadi tameng hidup bagi Rasulullah dalam berbagai pertempuran sengit. Di perang Khandaq, ia menyerang musuh dengan berkuda, dan pada peristiwa Fathu Makkah, ia dipercaya membawa bendera pasukan.
- Dermawan: Meskipun seorang saudagar kaya, Zubair dikenal sangat dermawan dan sering menginfakkan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam.
- Hijrah: Beliau termasuk sahabat yang ikut dalam dua kali hijrah, yaitu ke Habasyah (Ethiopia) dan ke Madinah.
Akhir Hayat
Zubair bin Awwam wafat pada tahun 36 H (656 M) setelah peristiwa Perang Jamal. Keteguhannya dalam menjaga prinsip menjadikannya salah satu figur paling dihormati dalam sejarah Islam.
Kisah hidup Zubair bin Awwam sering diangkat sebagai contoh kesetiaan tanpa batas dalam membela keyakinan.
Zubair bin Awwam bukan sekadar petarung yang mengandalkan otot, tetapi juga seorang komandan yang cerdas dan penentu arah politik penting dalam sejarah awal Islam.
Strategi dan Kehebatan Tempur
Di medan perang, Zubair sering kali menjadi sosok yang mengubah arah pertempuran:
- Aksi Heroik di Perang Yarmuk: Dalam pertempuran melawan Romawi, saat pasukan Muslim sempat ragu, Zubair menyerang sendirian menembus barisan musuh hingga ke belakang, lalu berbalik lagi menebas musuh hingga kembali ke pasukannya. Keberaniannya ini membakar semangat juang prajurit lainnya.
- Pemimpin Pasukan Berkuda: Sejak usia muda (17 tahun di Perang Badar), ia sudah dipercaya memimpin sayap kanan pasukan berkuda. Beliau dikenal dengan ciri khas sorban kuningnya yang ikonik di medan perang.
- Infiltrator Ulung: Saat pengepungan benteng-benteng kuat seperti benteng Bani Quraizhah atau benteng di Mesir, Zubair sering menjadi orang pertama yang memanjat dinding benteng untuk membuka gerbang dari dalam.
- Taktik Gertakan: Setelah kekalahan di Perang Uhud, ia bersama Abu Bakar memimpin 70 orang untuk mengejar pasukan Quraisy. Strategi ini berhasil menggertak musuh agar tidak kembali menyerang Madinah.
Peran dalam Pemilihan Khalifah
Zubair adalah salah satu dari sedikit orang yang dipercaya untuk menentukan masa depan kepemimpinan umat:
- Anggota Tim Formatur (Ahli Syura): Sebelum wafat, Khalifah Umar bin Khattab menunjuk enam orang sebagai anggota dewan syura untuk memilih khalifah berikutnya. Zubair adalah salah satunya bersama Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Abdurrahman bin Auf.
- Sikap dalam Musyawarah: Dalam proses pemilihan tersebut, Zubair menunjukkan sikap tidak ambisius. Ia memberikan suara dukungannya kepada Ali bin Abi Thalib saat diminta memberikan pendapat di dalam majelis tersebut.
- Penasihat Utama: Pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan, ia tetap menjadi penasihat senior dan tokoh kunci yang memberikan masukan terkait masalah keagamaan dan politik.
Ketajaman taktiknya di medan perang dan kebijakannya di meja musyawarah menjadikannya salah satu pilar utama kekuatan Islam di masa itu.
Kesimpulan
dari sosok Zubair bin Awwam adalah beliau merupakan perpaduan langka antara loyalitas mutlak, keberanian fisik, dan integritas moral.
Loyalitas Tanpa Batas: Gelar Hawariyyun adalah bukti bahwa ia adalah orang yang paling bisa diandalkan Rasulullah SAW dalam situasi genting sekalipun.
Sumber
https://rumaysho.com/26853-zubair-bin-al-awwam-dikenal-sebagai-hawariyyun.html



No Comment! Be the first one.