Sholat Subuh sering menjadi momen paling tenang dalam sehari. Di saat itulah kita memanjatkan doa qunut dengan penuh harap.
Daftar Isi
Doa qunut dalam sholat Subuh menjadi amalan yang dikenal luas di kalangan umat Islam. Biasanya, kita mendengar doa ini dibaca pada rakaat kedua, saat imam berdiri setelah rukuk.
Amalan ini tidak sekadar tradisi, tetapi memiliki dasar kuat dalam hadis Nabi SAW. Dengan memahaminya, kita bisa menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan khusyuk.
Pengertian Doa Qunut Subuh
Dalam praktik sholat Subuh, doa qunut dibaca pada rakaat kedua setelah bangun dari rukuk atau saat i’tidal. Posisi ini menjadi waktu khusus untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Secara istilah, qunut adalah doa yang dibaca dalam sholat pada saat berdiri di waktu tertentu. Doa ini memiliki makna mendalam karena berisi permohonan kebaikan dan perlindungan.
Landasan amalan ini merujuk pada hadis dari Anas bin Malik RA. Ia menyebutkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut dalam sholat Subuh hingga beliau wafat (HR Ahmad).
Dalam kitab Al Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa qunut Subuh termasuk sunnah muakkad. Artinya, amalan ini sangat dianjurkan meskipun tidak wajib.
Namun, para ulama memiliki perbedaan pandangan dalam hal ini. Mazhab Imam Syafi’i dan Imam Malik sangat menganjurkan qunut Subuh. Sementara Mazhab Abu Hanifah dan Imam Ahmad tidak mensunnahkannya secara rutin. Perbedaan ini menunjukkan keluasan ilmu dalam fikih yang perlu kita sikapi dengan bijak.
Karena itu, doa qunut bukan sekadar bacaan, tetapi bentuk ketergantungan kita kepada Allah SWT.
Bacaan Doa Qunut Subuh (Arab, Latin, Arti)
Dalam praktiknya, kita bisa membaca doa qunut dalam versi pendek maupun panjang. Keduanya memiliki makna yang sama, yaitu memohon kebaikan dan perlindungan kepada Allah SWT.
Versi Pendek
Arab:
للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin :
Allahummahdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man walait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait.
Artinya:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan. Tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan. Berikan keberkahan pada apa yang Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau tolong dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi.”
Versi Panjang
Arab:
اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin:
Allahummahdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man walait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Falakal hamdu ‘alaa maa qadhait, astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wasallallahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallam.
Artinya:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana Engkau memberi petunjuk kepada mereka. Berilah aku keselamatan sebagaimana Engkau memberi keselamatan kepada mereka. Peliharalah aku sebagaimana Engkau memelihara mereka. Berkahilah apa yang Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala puji atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu. Semoga shalawat tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”
Tata Cara dan Posisi Tangan Saat Qunut
Agar lebih mudah dipahami, berikut tata cara membaca doa qunut dalam sholat Subuh:
- Dibaca pada rakaat kedua setelah bangkit dari rukuk (i’tidal)
- Kedua tangan diangkat seperti sedang berdoa
- Posisi tangan setinggi dada
- Berlaku untuk imam, makmum, maupun yang sholat sendiri
- Setelah selesai, tangan dikembalikan ke posisi semula sebelum sujud
- Tidak dianjurkan mengusap wajah setelah qunut dalam sholat
Waktu Membaca Doa Qunut Subuh
Doa qunut dibaca pada rakaat kedua sholat Subuh setelah bangkit dari rukuk. Momen ini menjadi waktu khusus untuk memanjatkan doa di dalam sholat.
Kita membaca qunut saat posisi i’tidal sebelum sujud. Inilah waktu yang disunnahkan untuk membaca doa qunut Subuh.
Dengan memahami waktu ini, kita bisa menjalankan sholat dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan.
Penutup
Doa qunut Subuh adalah amalan yang memiliki dasar kuat dalam hadis dan penjelasan ulama. Kita bisa mengamalkannya dengan memahami tata cara dan maknanya.
Semoga kita diberi kemudahan untuk menjaga sholat dengan baik. Semoga setiap doa yang kita panjatkan menjadi sebab turunnya rahmat dan kebaikan dalam hidup kita. Aamiin.
Sumber: https://ruangdoa.com/doa-harian/bacaan-doa-qunut-subuh-lengkap-beserta-tata-cara-dan-keutamaannya-sesuai-sunnah/



No Comment! Be the first one.