Dalam setiap sholat, kita diajarkan untuk memulai dengan doa iftitah. Doa ini membantu kita lebih fokus dan menghadirkan hati sebelum membaca Al-Fatihah.
Daftar Isi
Kadang kita membacanya setiap hari, tapi belum tentu benar-benar memahami maknanya. Di sinilah pentingnya memahami bacaan yang kita lafalkan.
Di tengah berbagai versi yang ada, umat Islam di Indonesia umumnya mengenal dua pendekatan, yaitu NU dan Muhammadiyah. Keduanya memiliki dasar hadis yang sahih dan bisa diamalkan.
Apa Itu Pengertian Doa Iftitah
Dilansir dari laman liputan6.com, Doa iftitah adalah doa pembuka dalam sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram. Posisi ini menjadi awal kita berkomunikasi dengan Allah SWT dengan penuh ketundukan.
Secara hukum, doa iftitah termasuk sunnah. Artinya, sholat tetap sah meskipun tidak membacanya, namun kita dianjurkan untuk mengamalkannya.
Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam kitab Minhajul Muslim menjelaskan bahwa doa iftitah termasuk sunnah ghairu muakkad. Pendapat ini juga sejalan dengan ulama Syafi’iyah.
Dalilnya berasal dari hadis Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW berdiam sejenak antara takbir dan Al-Fatihah, lalu menjelaskan bahwa itu adalah bacaan doa iftitah.
Karena itu, doa iftitah bukan sekadar bacaan pembuka, tetapi cara kita menyiapkan hati sebelum masuk ke inti sholat.
Bacaan Doa Iftitah Versi NU
Di kalangan NU, bacaan iftitah sering disusun dari beberapa potongan doa yang diriwayatkan dalam hadis. Bacaan ini kemudian dibaca sebagai satu rangkaian yang utuh.
Arab:
اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Latin:
Allahu akbar kabiraa, walhamdulillahi katsiraa, wa subhanallahi bukratan wa ashiila.
Innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa ana minal musyrikiin.
Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin, laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya:
“Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.
Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang musyrik.
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim.”
Bacaan ini banyak diamalkan di Indonesia karena susunannya menyatu dan mudah dihafal.
Bacaan Doa Iftitah Versi Muhammadiyah
Di kalangan Muhammadiyah, bacaan iftitah yang sering digunakan berasal dari hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim. Bacaan ini juga bisa disusun menjadi satu rangkaian doa yang utuh.
Arab:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Latin:
Allahumma baa’id bainii wa baina khathayaa ya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib.
Allahumma naqqinii min khathayaa ya kamaa yunaqqaa ts tsaubul abyadhu minad danas.
Allahummagh-silnii min khathayaa ya bil maa’i wats tsalji wal barad.
Artinya:
“Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat.
Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran.
Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”
Bacaan ini dikenal lebih ringkas dan kuat dari sisi riwayat hadis sahih.
Kapan Waktu Membaca Doa Iftitah?
Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama.
Inilah waktu membaca doa iftitah dalam sholat yang perlu kita perhatikan. Momen ini menjadi awal untuk menata niat dan menghadirkan hati.
Jika kita datang terlambat sebagai makmum dan imam sudah membaca Al-Fatihah, maka kita boleh langsung mengikuti imam tanpa membaca doa iftitah.
Penutup
Doa iftitah menjadi pembuka yang membantu kita lebih khusyuk dalam sholat. Baik versi NU maupun Muhammadiyah, keduanya memiliki dasar yang kuat dan bisa diamalkan.
Semoga kita dimudahkan untuk menjaga sholat dengan baik. Semoga setiap doa yang kita panjatkan menjadi sebab turunnya rahmat dan kebaikan dalam hidup kita.
Semoga setiap bacaan yang kita lafalkan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar kita hayati dalam hati. Aamiin.
Sumber: https://www.liputan6.com/islami/read/6180543/doa-iftitah



No Comment! Be the first one.