Niat Sholat Hajat dan Tata Caranya secara Lengkap
Holat hajat merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan karena mempunyai hajat atau keinginan yang ingin dimiliki atau di dapatkan. Sholat hajat ini dilakukan dengan tujuan untuk meminta...
Holat hajat merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan karena mempunyai hajat atau keinginan yang ingin dimiliki atau di dapatkan. Sholat hajat ini dilakukan dengan tujuan untuk meminta pertolongan dan bimbingan kepada Allah SWT. Karena, jika bukan kepada Allah, maka kepada siapa lagi seorang hamba akan meminta.
Baca juga: Macam-Macam Sholat Sunnah yang Dianjurkan oleh Rasulullah SAW
Dalam pelaksanaannya, sholat hajat dikerjakan minimal dua rakakaat dan maksimal dua belas rakaat.
Bagi Anda yang ingin melaksanakan sholat hajat agar keinginannya tercapai, simak panduan niat sholat hajat beserta tata caranya di bawah ini.
Niat Sholat Hajat
Sebelum melakukan sholat Hajat, berikut niat yang bisa dibaca.
اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat sholat Hajat sunnah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Hajat
Dikutip dari laman detik.com, berikut panduan lengkap untuk melaksanakan sholat hajat:
- Niat
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah, dilanjutkan membaca surah Al Fatihah dan salah satu surah di Al-Qur’an.
- Ruku’
- I’tidal
- Sujud yang pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud yang kedua
- Bangkit dari sujud lalu lakukan rakaat kedua seperti rakaat pertama
- Tasyahud akhir
- Salam
Doa Setelah Sholat Hajat
Apabila telah selesai mengerjakan sholat hajat, hendaknya duduk sebentar untuk beristighfar dan membaca doa. Berikut bacaan istighfar dan doa yang bisa dipanjatkan:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullahal ‘azhim
Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Mahaagung.”
Selanjutnya, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 100 kali atau sekurang-kurangnya 33 kali. Berikut bacaannya:
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاةَ الرِّضا وَارْضَ عَنْ اَصْحَابِه رِضَاءَ الرِّضا
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin shalatar-ridha wardha’an ashhabihir riddhar-ridha
Artinya: “Wahai Tuhanku, limpahkan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, kesejahteraan yang diridai, dan ridailah sahabat-sahabat beliau semuanya.”
Lalu, dilanjut dengan membaca doa sebagai berikut.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil karimil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.
Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Maha Lembut dan Maha Penyantun, Mahasuci Allah Tuhan Pemelihara Arsy’ yang Mahaagung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, serta memperoleh keuntungan pada tiap-tiap kebaikan dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa pada diriku melainkan Engkau ampuni, dan tidak ada suatu kesulitan melainkan Engkau memberi jalan keluar, dan tidak pula suatu hajat/keinginan yang mendapat kerelaan-Mu melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Abu Aufa)
Setelah itu, sampaikan segala kebutuhan, keinginan, atau hajat Anda kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan. Sembari berdoa, perbanyaklah membaca bacaan berikut sebagai bentuk ikhtiar dan penghambaan kepada-Nya.
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin
Artinya: “Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku ini adalah dari golongan orang-orang yang berbuat aniaya.”
Kesimpulan
Demikian panduan niat sholat hajat beserta tata cara dan doa setelah sholat hajat yang dapat Anda amalkan. Semoga Allah SWT mengabulkan setiap hajat yang baik, memberikan kemudahan dalam segala urusan, serta melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita semua.



No Comment! Be the first one.