Seorang anak tentunya merasa kehilangan jika orang tuanya meninggal. Namun, bagi anak tentunya harus mendoakan dan memohon ampunan kepada Allah untuk orang tuanya yang telah meninggal. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya, “Jika orang tua yang sudah meninggal masih ada cara berbakti yang harus dilakukan seorang anak, yakni dengan mendoakan mereka untuk keselamatan dan pengampunan, memenuhi janji, membayar utang-utang mereka, dan menjalin silaturahmi dengan kerabat dan sahabatnya.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Daftar Isi
Maka sangat penting untuk anak mendoakan orang tuanya yang telah meninggal. Berikut ini doa untuk orang tua yang sudah meninggal yang bisa diucapkan oleh seorang anak
Doa Bagi Orang Tua yang Sudah Meninggal
Berikut beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk orang tua yang sudah meninggal dalam bahasa Arab, latin dan artinya:
Versi Pertama
Arab
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Laitin
Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya
Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.
Versi Kedua
Arab
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَاوَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
Latin
Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.
Artinya
“Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.” sumber jatim
Setelahnya dilanjut dengan membaca doa berikut ini
Arab
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمُ اللَّهُمَّ انْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَة والشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُورِ مِنْ أهل لا اله إلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ
رَّسُولُ اللَّهِ
Latin
Allahummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘afihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafa’ata ‘alā ahlil qubari min ahli la ilaha illallahu Muhammadun rasulullah.
Artinya
“Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat. ” sumber detik
Cara Berbakti bagi Orang Tua yang Sudah Meninggal Dunia
Walaupun orang tua sudah meninggal, tetapi seorang anak dapat berbakti dengan cara berikut ini:
- Memanjatkan doa pengampunan baginya,
- Melunasi wasiat serta menghargai teman mereka, dan
- Menyambung hubungan dengan kerabat yang tak bakal terikat jika bukan sebab hubungan ibu-ayah. Inilah bakti utama yang wajib ditunaikan setelah mereka tiada oleh anak.
Oleh karena itu, menghormati orang tua tidak hanya berlangsung ketika mereka masih hidup, tetapi juga bisa terus dilakukan bahkan setelah mereka meninggal. Anak tetap memiliki kewajiban untuk berbakti kepada mereka dengan berbagai cara seperti yang telah disebutkan.
Kesimpulan
Itulah doa yang bisa dipanjatkan oleh seorang anak ketika orang tua sedah meninggal, kemudian seorang anak bisa berbakti kepada orang tua dengan memanjatkan doa serta ampunan , melunasi wasiat, dan menyambung dilatirahmi meskipun orang tua sudah meninggal



No Comment! Be the first one.