Adab Makan Seperti Rasulullah: Panduan praktis makan dengan tangan kanan dan berdoa
Mengikuti adab makan Rasulullah SAW bukan sekadar tradisi, tapi juga bentuk ibadah yang membawa keberkahan dan kesehatan. Berikut panduan praktisnya: Sebelum Makan Mencuci Tangan: Pastikan tangan...
Mengikuti adab makan Rasulullah SAW bukan sekadar tradisi, tapi juga bentuk ibadah yang membawa keberkahan dan kesehatan. Berikut panduan praktisnya:
Daftar Isi
Sebelum Makan
Mencuci Tangan: Pastikan tangan bersih dari kotoran.
Niat dan Membaca Basmalah: Ucapkan “Bismillah” (Dengan menyebut nama Allah).
Jika lupa di awal, ucapkan
“Bismillahi awwalahu wa akhirahu” saat teringat.
- Duduk dengan Sopan: Rasulullah biasanya duduk di atas lantai dengan menekuk lutut atau duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan (duduk iq’a).
Beliau melarang makan sambil bersandar karena bisa membuat makan berlebihan dan kurang baik untuk pencernaan.
Saat Makan
- Menggunakan Tangan Kanan: Ini adalah kewajiban karena setan makan dengan tangan kiri.
- Gunakan tiga jari (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah) jika jenis makanannya memungkinkan.
- Mengambil yang Terdekat: Ambillah makanan yang berada paling dekat dengan posisi Anda di piring, jangan menjangkau ke tengah atau ke arah orang lain.
- Suapan Kecil dan Mengunyah dengan Baik: Jangan terburu-buru.
- Kunyah makanan sampai lembut agar membantu kerja pencernaan.
- Menghindari Mencela Makanan: Jika Rasulullah menyukai makanan, beliau memakannya; jika tidak suka, beliau meninggalkannya tanpa mencaci atau mengeluh.
- Makan Bersama: Makanlah secara berjamaah (bersama keluarga atau teman) karena di dalamnya terdapat keberkahan yang lebih besar [4, 5].
Setelah Makan
- Menjilat Jari dan Membersihkan Piring: Rasulullah menganjurkan untuk membersihkan sisa makanan di jari dan piring karena kita tidak tahu di bagian mana keberkahan makanan itu berada.
- Membaca Doa Hamdalah: Ucapkan “Alhamdulillahilladzi ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa minal muslimiin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami orang-orang muslim).
- Mencuci Tangan kembali: Setelah selesai, cuci tangan untuk membersihkan sisa lemak atau bau makanan.
Tips Tambahan: Berhentilah makan sebelum kenyang (sisakan sepertiga ruang untuk makanan, sepertiga untuk air, dan sepertiga untuk udara) agar tubuh tetap ringan dan tidak mudah mengantuk.
Makan dengan tiga jari seperti yang dicontohkan Rasulullah ﷺ ternyata memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa dan telah didukung oleh berbagai temuan medis modern.
Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan utamanya:
beberapa manfaat kesehatan utamanya
- Meningkatkan Kinerja Pencernaan: Saat ujung jari menyentuh makanan, saraf-saraf di sana mengirimkan sinyal ke otak untuk mempersiapkan lambung memproduksi enzim dan cairan pencernaan sebelum makanan masuk ke mulut.
- Mencegah Makan Berlebihan (Mindful Eating): Makan dengan tiga jari secara alami memperlambat proses makan. Hal ini membantu otak menerima sinyal kenyang lebih cepat sehingga Anda tidak makan berlebihan.
- Melindungi Mulut dari Suhu Panas: Ujung jari bertindak sebagai “sensor suhu” alami yang lebih peka daripada mulut. Ini mencegah lidah atau kerongkongan melepuh karena makanan yang terlalu panas.
- Menyeimbangkan Mikroflora Usus: Paparan terhadap bakteri baik yang ada di tangan (selama tangan dicuci bersih) dapat membantu memperkuat sistem imun dan menjaga keseimbangan bakteri di usus.
- Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2: Proses makan yang lebih lambat dan terkendali membantu menjaga kadar gula darah tidak melonjak drastis, yang merupakan salah satu faktor pencegahan diabetes.
- Aktivitas Enzim RNase: Beberapa sumber menyebutkan bahwa tiga jari (ibu jari, telunjuk, dan tengah) menghasilkan enzim RNase yang dapat membantu menekan aktivitas bakteri merugikan pada makanan.
- Hikmah Spiritual:Selain manfaat medis, cara ini melatih kerendahan hati dan pengendalian diri agar tidak bersikap tamak atau berlebihan dalam mengambil rezeki.
Kesimpulan
mengikuti adab makan Rasulullah ﷺ bukan hanya soal menjalankan tradisi agama, tetapi merupakan gaya hidup sehat yang holistik (menyeluruh).
Berikut adalah poin-poin utama yang bisa kita ambil:
- Keberkahan & Ibadah: Dimulai dengan Basmalah dan diakhiri Hamdalah mengubah aktivitas biologis makan menjadi ladang pahala dan sumber keberkahan energi bagi tubuh.
- Kesehatan Pencernaan: Praktik makan dengan tiga jari dan tangan kanan secara medis terbukti mengaktifkan enzim pencernaan lebih awal, mencegah makan berlebihan (mindful eating), dan menjaga keseimbangan gula darah.
- Kebersihan & Kesantunan: Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta tidak mencela makanan, melatih kedisiplinan diri dan rasa syukur terhadap rezeki yang ada.
- Keseimbangan Tubuh: Prinsip berhenti sebelum kenyang (membagi lambung untuk makanan, air, dan udara) menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit akibat obesitas.
Singkatnya, adab ini adalah panduan praktis untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus kesucian jiwa.
Sumber
https://lampung.nu.or.id/syiar/adab-makan-dalam-islam-berikut-sunnah-rasulullah-yang-perlu-ditiru-kRIoh



No Comment! Be the first one.