Apa Pengertian Najis, Jenis dan Cara Menyucikanya
Banyak orang tidak menyadari bahwa satu titik najis kecil saja bisa membuat shalat tidak sah. Karena itu, memahami apa itu najis, jenis-jenisnya, dan cara mensucikannya menjadi hal penting dalam...
Banyak orang tidak menyadari bahwa satu titik najis kecil saja bisa membuat shalat tidak sah. Karena itu, memahami apa itu najis, jenis-jenisnya, dan cara mensucikannya menjadi hal penting dalam ibadah kita. Artikel ini membahasnya secara lengkap, ringan, dan mudah dipahami.
Daftar Isi
Najis dalam Kehidupan Sehari-hari Seorang Muslim
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berusaha menjaga pakaian tetap bersih dan tubuh tetap rapi. Namun dalam Islam, kebersihan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga menyangkut sah atau tidaknya ibadah kita.
Kadang tanpa disadari, kita bisa saja terkena sesuatu yang termasuk najis. Misalnya saat berjalan di jalanan, terkena percikan air kotor, atau pakaian anak yang belum kita perhatikan.
Karena itu, memahami najis menjadi hal yang sangat penting bagi seorang Muslim. Sebab, ibadah seperti shalat mensyaratkan kesucian dari najis.
Secara bahasa, najis berarti sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Dalam istilah syariat, najis adalah benda kotor yang wajib disucikan karena dapat menghalangi sahnya ibadah, terutama shalat.
Para ulama seperti Syekh Musthofa Al-Bugho menjelaskan bahwa najis adalah segala sesuatu yang dianggap kotor dalam pandangan syariat. Syekh Wahbah Az-Zuhaili juga menegaskan bahwa najis adalah lawan dari suci yang dapat memengaruhi sahnya ibadah kita.
Dengan kata lain, najis bukan sekadar kotor secara fisik, tetapi juga terkait langsung dengan aturan ibadah yang harus kita jaga.
Benda-Benda Najis yang Telah Disepakati Ulama
Dalam kitab-kitab fiqih, para ulama menjelaskan bahwa ada sejumlah benda yang sudah disepakati sebagai najis. Artinya, tidak ada perbedaan pendapat di antara empat mazhab utama dalam hal ini.
Di antaranya adalah babi, air liur anjing, darah yang mengalir, air kencing dan kotoran manusia, serta muntah, nanah, madzi, dan wadi. Termasuk juga bangkai hewan darat yang memiliki darah mengalir.
Allah ﷻ berfirman:
“Katakanlah, tidak aku dapati sesuatu yang diharamkan… kecuali bangkai, darah yang mengalir, daging babi, karena itu najis…” (QS. Al-An’am: 145)
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari air kencing, karena banyak siksa kubur disebabkan kelalaian dalam hal ini.
Dari sini kita belajar bahwa menjaga kesucian bukan perkara kecil, tetapi bagian penting dari ibadah seorang Muslim.
Perbedaan Ulama tentang Beberapa Jenis Najis
Menariknya, tidak semua benda memiliki kesepakatan yang sama dalam fiqih. Ada beberapa hal yang diperselisihkan oleh para ulama.
Misalnya anjing, khamar, dan beberapa jenis hewan atau bagian tubuh tertentu. Sebagian mazhab seperti Syafi’i dan Hanbali menganggapnya najis, sedangkan Maliki dan sebagian Hanafi memiliki pandangan berbeda.
Perbedaan ini muncul karena perbedaan dalam memahami dalil, bukan karena saling bertentangan dalam agama.
Justru hal ini menunjukkan luasnya ilmu para ulama dalam menggali hukum Islam.
Dalam kehidupan kita, sikap yang paling aman adalah berhati-hati, terutama dalam hal yang berkaitan dengan sahnya ibadah.
Jenis-Jenis Najis dan Cara Mensucikannya
Para ulama kemudian mengelompokkan najis menjadi tiga jenis utama agar kita lebih mudah memahami cara mensucikannya.
- Najis Mughaladzah (Berat)
Ini adalah najis yang berasal dari anjing dan babi. Cara mensucikannya adalah dengan membasuh tujuh kali, salah satunya menggunakan tanah. - Najis Mukhaffafah (Ringan)
Contohnya adalah air kencing bayi laki-laki yang hanya minum ASI. Cara mensucikannya cukup dengan memercikkan air pada bagian yang terkena. - Najis Mutawassitah (Sedang)
Ini adalah najis yang paling sering kita temui seperti air kencing orang dewasa, darah, dan kotoran manusia. Cara membersihkannya adalah dengan menghilangkan seluruh sifat najis seperti bau, warna, dan rasa.
Dengan memahami pembagian ini, kita jadi lebih tenang dalam menjaga kebersihan sehari-hari tanpa kebingungan.
Penutup
Najis adalah bagian penting dalam ilmu fiqih yang sangat berpengaruh terhadap sahnya ibadah kita. Dengan memahami jenis dan cara mensucikannya, kita bisa menjalankan shalat dengan lebih tenang dan yakin.
Semoga Allah ﷻ selalu menjaga kita dalam kesucian, menerima setiap amal ibadah kita, dan memudahkan kita untuk terus belajar agama dengan benar.
Aamiin.
Sumber: https://bersamadakwah.net/najis/



No Comment! Be the first one.