Bacaan doa iftitah NU dan bacaan doa iftitah Muhammadiyah menjadi topik penting bagi umat Muslim yang ingin menyempurnakan ibadah sholat. Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram sebagai pembuka sebelum membaca Al-Fatihah. Meski hukumnya sunnah, memahami bacaan doa iftitah NU, bacaan doa iftitah Muhammadiyah, serta hukum membaca doa iftitah akan membantu kita lebih khusyuk dan benar dalam menjalankan sholat.
Daftar Isi
- Apa Pengertian dan Fungsi Doa Iftitah
- Bacaan Doa Iftitah NU dan Muhammadiyah
- Bacaan Doa Iftitah Muhammadiyah
- Bacaan Doa Iftitah NU
- Hukum Membaca Doa Iftitah dalam Sholat
- Dalil Hukum Membaca Doa Iftitah
- Penjelasan Ulama tentang Hukum Membaca Doa Iftitah
- Mengapa Bacaan Doa Iftitah Berbeda?
- Manfaat Membaca Doa Iftitah
- Cara Mengamalkan Bacaan Doa Iftitah
- Kesimpulan
Apa Pengertian dan Fungsi Doa Iftitah
Doa iftitah adalah doa pembuka dalam sholat yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Kita membacanya setelah takbiratul ihram sebagai bentuk permohonan ampun, penyucian diri, dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT.
Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW membaca doa iftitah sebelum melanjutkan bacaan Al-Qur’an. Hal ini menegaskan bahwa doa iftitah memiliki dasar yang kuat dalam sunnah.
Bacaan Doa Iftitah NU dan Muhammadiyah
Perbedaan bacaan doa iftitah NU dan Muhammadiyah berasal dari variasi riwayat hadis yang sahih. Keduanya sama-sama benar dan bisa diamalkan sesuai keyakinan masing-masing.
Bacaan Doa Iftitah Muhammadiyah
Bacaan doa iftitah Muhammadiyah berasal dari hasil tarjih yang mengacu pada hadis sahih. Doa ini menekankan permohonan agar dijauhkan dari dosa.
Arab:
اللّهُمَّ باَعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَاياَيَ كَمَا باَعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
اللّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَاياَ كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
اللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَاياَيَ باِلْماَءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Latin:
Allaahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allaahummaghhsil khathaayaaya bil maa’i wat tsalji wal barad.
Artinya:
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Bersihkanlah aku dari dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Cucilah dosaku dengan air, salju, dan embun.”
Bacaan Doa Iftitah NU
Bacaan doa iftitah NU lebih panjang dan mengandung pujian serta pernyataan tauhid yang kuat.
Arab:
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا
إني وجهت وجهي للذي فطر السماوات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين
إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا من المسلمين
Latin:
Allahu akbar kabiiraa walhamdulillahi katsiraa wa subhanallahi bukratan wa ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin, laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya:
“Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha suci Allah di waktu pagi dan petang. Aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam.”
Hukum Membaca Doa Iftitah dalam Sholat
Hukum membaca doa iftitah adalah sunnah (mustahabbah), baik dalam sholat wajib maupun sunnah. Artinya, membaca doa iftitah sangat dianjurkan, tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan.
Dalil Hukum Membaca Doa Iftitah
Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW diam sejenak setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah. Pada jeda tersebut, beliau membaca doa iftitah.
Penjelasan Ulama tentang Hukum Membaca Doa Iftitah
Para ulama, termasuk Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, menjelaskan bahwa hukum membaca doa iftitah adalah sunnah. Kita boleh memilih salah satu bacaan doa iftitah NU atau bacaan doa iftitah Muhammadiyah.
Mengapa Bacaan Doa Iftitah Berbeda?
Perbedaan bacaan doa iftitah NU dan Muhammadiyah disebabkan oleh:
- Beragam riwayat hadis yang sahih
- Perbedaan metode ijtihad
- Pendekatan organisasi dalam menetapkan amalan
Namun, semua bacaan doa iftitah tetap sah dan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Manfaat Membaca Doa Iftitah
Memahami dan mengamalkan bacaan doa iftitah NU maupun bacaan doa iftitah Muhammadiyah memberikan manfaat berikut:
- Meningkatkan kekhusyukan dalam sholat
- Membersihkan hati dari dosa
- Menguatkan niat ibadah
- Mendekatkan diri kepada Allah
Cara Mengamalkan Bacaan Doa Iftitah
Agar lebih maksimal, kita bisa mengikuti langkah berikut:
- Membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram
- Memilih salah satu bacaan doa iftitah (NU atau Muhammadiyah)
- Membaca dengan tartil dan tidak tergesa-gesa
- Memahami arti doa agar lebih khusyuk
Kesimpulan
Bacaan doa iftitah NU dan bacaan doa iftitah Muhammadiyah sama-sama bersumber dari hadis sahih. Perbedaan ini bukan masalah, melainkan kekayaan dalam ibadah. Hukum membaca doa iftitah adalah sunnah, sehingga sangat dianjurkan untuk diamalkan demi meningkatkan kualitas sholat kita
Sumber: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7365800/doa-iftitah-versi-muhammadiyah-nu-lengkap-bacaan-latin-dan-artinya



No Comment! Be the first one.