Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin dan Artinya
Dalam shalat terdapat bacaan yang dibaca di awal pembuka yang dibaca pada rakaat pertama sebelum alfatiah yaitu doa iftitah. Doa ini memiliki makna yang mulia yang berisi pujian, pengakuan atas...
Dalam shalat terdapat bacaan yang dibaca di awal pembuka yang dibaca pada rakaat pertama sebelum alfatiah yaitu doa iftitah. Doa ini memiliki makna yang mulia yang berisi pujian, pengakuan atas kebesaran-Nya. serta memohon ampunan dari seorang hamba. Doa iftitah terdiri dari beberapa versi yang diyakini umat muslim, berikut dibawah ini bacaan doa iftitah lengkap dengan tulisan Arab, latin dan artinya
Daftar Isi
Tentang Doa Iftitah
Istilah iftitah berarti pembuka, yang memiliki kesamaan makna dengan miftah yang diartikan sebagai alat untuk membuka atau kunci. Oleh karena itu, doa iftitah dapat dipahami sebagai doa yang berfungsi sebagai kunci yang digunakan untuk membuka setiap ibadah shalat.
Untuk hukum membaca doa iftitah adalah sunnah. Artinya, jika tidak dibaca maka shalat tetap sah, namun dianjurkan untuk membacanya guna menyempurnakan ibadah.
Bacaan doa Iftitah
Berikut dibawah ini beberapa bacaan doa Iftitah:
Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, berikut adalah bacaan doa iftitah yang disunnahkan Rasulullah SAW:
Arab
اللهم باعد بيني وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَا عَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ تَقْنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنقى الثوبُ الْأَرْضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Latin
Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib.
Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqatsawbul abyadlu minaddanasi.
Allahummaghsil khathaayaaya bil maai watstsalji walbaradi.
Ini juga menjadi doa yang diamalkan oleh muhammadiyah di Indonesia
Artinya
“Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana telah Engkau jauhkan antara timur dan barat.
Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran.
Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahan-ku dengan air, es dan embun.”
Sesuai Umum yang dibaca Umat Muslim
Dikutip dari detik Bacaan doa iftitah tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ‘Ali bin Abi Thalib RA. Bacaan ini dipakai oleh Imam Al- Syafi’i dan Ibn Mundzir.
Arab
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا إِنِّى وَجُهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ
الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Latin
Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya
“Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”
Doa Iftitah Versi Muhamadiyah
Dikutip dari tarjih muhammadiyah berikut doa iftitah yang diyakini:
Arab
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ)، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ لِي إِلا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَكْتُ بِنَنْبِي فَاغْفِرْ لِي نُلُوبِي جَمِيعًا لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا أَنتَ وَاهْدِنِي لأَحْسَنِ الْأَخْلاقِ لَا يَهْدِى لَأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّلَهَا لا يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّلَهَا إِلَّا أَنْتَ لبيكَ وَسَعْدَتِكَ وَالخَيْرُ كُله في يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin
Wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawaati wal ardh, hanifan musliman wama ana minal musyrikiin, inna sholaati wanusukii wamahyaaya wamamaati lillahi robbil ‘alamin. Laa syarikalahu wabidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin [wa anaa minal muslimiin]. Allahumma antal malik. Laa ilaaha illa anta. Anta robbii wa ana ‘abduka. Zholamtu nafzi wa’taroftu bidzanbi, faghfirlii dzunubii jami’aa. La yaghfirudz dzunuba illaa anta. Wahdini liahsanil akhlaqi, laa yahdi li ahsanihaa illaa anta. Washrif ‘annii sayyi’ahaa la yashrifu ‘annii sayyi’ahaa illa anta. Labbaika wa sa’daika, wal khoiru kulluhuu fii yadaika. Wasy syarru laisa ilaika anaa bika wa ilaika. Tabaarokta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilatik.
Artinya
“Aku menghadapkan wajahku kepada Dia Yang menciptakan langit dan bumi, tegak dan Muslim, dan aku bukan dari orang-orang musyrik. Aku mati demi Allah, Tuhan semesta alam, Dia tidak memiliki pasangan, dan dengan itu aku telah diperintahkan, dan Aku yang pertama dari umat Islam (dan aku dari umat Islam), ya Allah, Engkau adalah Raja, aku tidak memiliki Tuhan selain Engkau, Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hamba-Mu. Ampunilah aku semua dosaku, tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, dan tuntunlah aku dengan perilaku terbaik, tidak ada yang membimbing mereka kecuali Engkau, dan jauhkan kejahatan dariku. Oh, tidak ada yang bisa menjauhkan kejahatannya dariku kecuali Anda siap melayani Anda dan bahagia, dan semua kebaikan adalah di tangan Anda, dan kejahatan bukan untuk Anda, saya di dalam Anda dan untuk Anda saya bertobat. Saya meminta maaf dan bertobat kepada Anda.” (HR Muslim).
Kesimpulan
Itulah beberapa bacaan doa iftitah yang dimana dibaca ketika pada saat shalat, untuk bacaan yang mana yang benar itu semua kembali kepada diri kita masing -masing meyakini yang harus dibaca



No Comment! Be the first one.