Sholat witir adalah salah satu sholat sunnah muakkadah, yaitu sholat sunnah yang sangat dianjurkan. Sholat ini dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya hingga menjelang Subuh. Witir biasanya menjadi penutup dari rangkaian sholat malam seperti tahajud, hajat, atau tarawih di bulan Ramadhan.
Jumlah rakaat sholat witir bersifat fleksibel, namun harus ganjil: bisa satu rakaat, tiga, lima, tujuh, sembilan, hingga sebelas rakaat. Cara pelaksanaannya pun beragam, misalnya witir tiga rakaat bisa dilakukan dengan dua rakaat salam lalu satu rakaat salam, atau tiga rakaat sekaligus dengan satu salam. Gerakan dan bacaan dalam sholat witir sama seperti sholat fardhu, yang membedakan hanyalah niatnya.
Setelah selesai sholat witir, dianjurkan membaca wirid dan doa. Bacaan ini menjadi bentuk dzikir dan permohonan kepada Allah agar ibadah kita diterima serta menambah kekhusyukan hati.
Wirid Setelah Sholat Witir
Beberapa wirid yang biasa dibaca setelah sholat witir antara lain:
-
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ
Subhaanal malikil qudduus
Artinya: “Maha Suci Allah, Maha Raja yang Quddus.”
-
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلآئِكَةِ وَالرُّوْحِ
Subbuuhun qudduusun robbunaa wa robbul-malaa’ikati warruuh
Artinya: “Maha Suci lagi Maha Quddus Tuhan kami, Tuhan seluruh malaikat dan ruh.”
- سُبْحَانَ اللهْ وَالْحَمْدُ لِلهْ وَلآ اِلَهَ اِلَّا اللهْ وَاللهُ اَكْبَرُ
Subhaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
- وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘azhiim
Artinya: “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Riwayat dari Ubay bin Ka’ab RA Rasulullah ﷺ bersabda setelah selesai sholat witir:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Subhaanal malikil qudduus
Dalam riwayat lain ditambahkan:
سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Subbuuhun qudduusun rabbunaa wa rabbul-malaa’ikati warruuh
(HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Ahmad, dan dinilai sahih oleh Al-Albani)
Doa Setelah Sholat Witir
Setelah wirid, dilanjutkan dengan doa berikut:
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ
Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaiman, wa nas’aluka qalban khaasyi’an, wa nas’aluka ‘ilman naafi’an, wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan, wa nas’aluka ‘amalan shaalihan, wa nas’aluka diinan qayyiman, wa nas’aluka khairan katsiiran, wa nas’alukal ‘afwa wal ‘aafiyata, wa nas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wa nas’alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wa nas’alukal ghinaa ‘aninnaasi.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyu’, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang shaleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak, ampunan dan kesehatan, kesempurnaan nikmat, rasa syukur atas kesehatan, serta kecukupan agar tidak bergantung pada manusia.”
Doa dilanjutkan dengan permohonan agar Allah menerima sholat, puasa, qiyam, kekhusyukan, dan ibadah kita, serta menyempurnakan kekurangan. Ditutup dengan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, dan sahabatnya.
Kesimpulan
Sholat witir adalah penutup sholat malam yang penuh keutamaan. Dengan membaca wirid dan doa setelah witir, kita memperkuat iman, menambah rasa syukur, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga doa ini menjadi pengingat untuk selalu beribadah dengan hati yang khusyu’ dan penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Referensi : https://www.doaharianislami.com/2017/05/bacaan-doa-setelah-sholat-witir-lengkap.html#google_vignette



No Comment! Be the first one.