Bagaimana Adab Masuk Masjid yang Benar?
Masjid bukan sekadar bangunan tempat ibadah. Dalam Islam, masjid adalah rumah Allah (baitullah) yang memiliki kedudukan mulia dan harus diperlakukan dengan adab khusus. Sayangnya, masih banyak umat...
Masjid bukan sekadar bangunan tempat ibadah. Dalam Islam, masjid adalah rumah Allah (baitullah) yang memiliki kedudukan mulia dan harus diperlakukan dengan adab khusus. Sayangnya, masih banyak umat Muslim yang menganggap remeh tata krama saat memasuki masjid, padahal adab ini berpengaruh langsung pada kualitas ibadah dan sikap hormat terhadap tempat suci.
Daftar Isi
Menjelang bulan Ramadan dan meningkatnya aktivitas ibadah berjamaah, memahami adab masuk masjid yang benar menjadi hal yang sangat relevan untuk dibaca sekarang. Panduan ini tidak hanya bersumber dari ajaran Rasulullah SAW, tetapi juga ditegaskan oleh berbagai lembaga resmi keagamaan di Indonesia.
Masjid dan Kedudukannya dalam Islam
Masjid memiliki posisi sentral dalam kehidupan umat Islam. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, musyawarah, hingga penguatan ukhuwah. Karena itu, Islam menetapkan adab khusus agar kesucian dan fungsi masjid tetap terjaga.
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dalam berbagai publikasinya menegaskan bahwa menjaga adab di masjid merupakan bagian dari menjaga nilai ibadah itu sendiri. Masjid harus menjadi ruang yang bersih, tenang, dan penuh kekhusyukan.
Adab Masuk Masjid yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Dilansir dari sumber tirto.id, berikut adab yang dianjurkan ketika masuk kedalam mesjid:
- Masuk Masjid dengan Kaki Kanan
Salah satu adab yang sangat dianjurkan adalah mendahulukan kaki kanan saat memasuki masjid. Ini merupakan sunnah Rasulullah SAW dalam berbagai aktivitas yang bersifat mulia dan juga bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah dan simbol adab seorang Muslim. - Membaca Doa Masuk Masjid
Setelah melangkah masuk, umat Islam dianjurkan membaca doa masuk masjid:“Allahummaftah li abwaba rahmatik”
(Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu)
Doa ini menunjukkan kesadaran bahwa masjid adalah tempat turunnya rahmat dan ampunan Allah. Kemenag RI juga secara resmi mencantumkan doa ini dalam buku panduan ibadah dan materi edukasi keislaman. - Menjaga Pakaian, Aurat, dan Kebersihan
Masuk masjid tidak cukup hanya bersih secara fisik, tetapi juga harus memperhatikan adab berpakaian. Islam menganjurkan mengenakan pakaian yang bersih, sopan, dan menutup aurat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an agar umat Islam mengenakan pakaian terbaik ketika ke masjid. Prinsip ini ditegaskan kembali dalam panduan masjid ramah umat yang dirilis oleh Kementerian Agama RI melalui kemenag.go.id.
Larangan dan Hal yang Perlu Dihindari di Masjid
- Tidak Berisik dan Mengganggu Jamaah
Masjid adalah tempat dzikir dan shalat, bukan tempat berbincang keras atau bermain gawai tanpa keperluan. Rasulullah SAW melarang perbuatan yang mengganggu kekhusyukan orang lain, termasuk berbicara keras dan membuat kegaduhan. - Menghindari Bau Tidak Sedap
Islam sangat menekankan kebersihan dan kenyamanan jamaah. Orang yang baru makan bawang, durian, atau makanan berbau tajam dianjurkan tidak langsung ke masjid hingga bau tersebut hilang.
Adab Setelah Masuk Masjid
- Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid
Sebelum duduk, umat Islam dianjurkan melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid sebanyak dua rakaat, selama tidak bertepatan dengan waktu terlarang shalat. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap masjid. Panduan ini secara konsisten dijelaskan dalam literatur fikih dan juga dalam materi edukasi ibadah yang diterbitkan oleh Kemenag RI. - Mengisi Masjid dengan Ibadah, Bukan Aktivitas Duniawi
Masjid seharusnya diisi dengan shalat, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan kajian ilmu. Aktivitas jual beli, bercanda berlebihan, atau pembicaraan duniawi yang tidak perlu sebaiknya dihindari.
Mengapa Adab Masuk Masjid Penting Dipahami Sekarang?
Meningkatnya aktivitas keagamaan, terutama menjelang Ramadan dan hari besar Islam, membuat masjid semakin ramai. Tanpa pemahaman adab yang benar, masjid berpotensi kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah yang khusyuk. Dengan memahami dan mengamalkan adab masuk masjid, umat Islam tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga menjaga kenyamanan dan kekhusyukan jamaah lain.
Kesimpulan
Adab masuk masjid bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari ajaran Islam yang mencerminkan keimanan dan akhlak seorang Muslim. Mulai dari mendahulukan kaki kanan, membaca doa, menjaga kebersihan, hingga menghindari perbuatan yang mengganggu jamaah, semuanya memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an, hadis, dan panduan ulama.
Sumber
https://tirto.id/adab-pergi-ke-masjid-dalam-islam-dan-doa-memasuki-pintu-masjid-gdkM



No Comment! Be the first one.