Begini Cara Menjadi Pribadi Yang Berguna
Manusia adalah makhluk sosial, selalu berinteraksi dengan orang lain. Di rumah, di sekolah, pasar, kantor, dan di berbagai tempat lainnya. Kebutuhan untuk berinteraksi sama pentingnya dengan...
Manusia adalah makhluk sosial, selalu berinteraksi dengan orang lain. Di rumah, di sekolah, pasar, kantor, dan di berbagai tempat lainnya. Kebutuhan untuk berinteraksi sama pentingnya dengan kebutuhan primer lainnya. Karena itu manusia tidak bisa hidup normal tanpa orang lain, mereka akan saling membutuhkan, memberi dan diberi, menghargai dan dihargai, serta sederet aktivitas sosial yang lain. Semuanya itu untuk memenuhi kebutuhan sosial, dan aktivitas sosial yang kita lakukan seharusnya memberikan manfaat kepada orang lain. Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain adalah impian setiap orang, Besarnya manfaat kita kepada orang lain akan menjadikan kita pribadi yang lebih baik.
Sebaik-baiknya insan ialah yg berguna bagi orang lain. karena itu, poly orang yg ingin sebagai lebih bermanfaat bagi orang lain pada beberapa hal.
untuk sebagai bermanfaat belum tentu harus menjadi yg paling pandai , lebih kompeten, atau paling dermawan, tetapi yang membentuk seorang sangat bermanfaat adalah sikap mereka. Bukan hanya membantu, namun jua menghasilkan orang yang dibantu merasa lebih baik ihwal diri mereka sendiri. Selain itu, menjadi berguna bagi orang lain juga mampu memberikan kepuasan batin bagi diri sendiri.
- Menulis sebuah buku
Tentu saja, bangga cita rasanya melihat namamu terpampang di sampul kitab . namun, jauh lebih membanggakan mengetahui bahwa sesuatu yg kamu tulis berhasil mengubah kehidupan orang-orang pada luar sana. Bagikan keahlian khusus yg engkau miliki atau pengalaman yang mampu menginspirasi pada bentuk tulisan. saat bukanlah masalah akbar Jika kamu berkomitmen menulis setiap harinya, walaupun hanya satu page per hari. - Menjadi sukarelawan
banyak manfaat yang mampu engkau berikan menggunakan menjadi relawan. kamu tidak harus menghabiskan semua waktumu untuk bekerja cuma-cuma atau mendonasikan semua harta yg engkau miliki buat menyampaikan manfaat. Mengajar secara sukarela beberapa jam per minggu, aktif memberikan sumbangan kitab atau pakaian pada komunitas, mendonasikan sejumlah uang secara rutin, atau hadir pada tengah masyarakat yang terkena mala sudah relatif menyampaikan manfaat bagi warga . - Bagikan apa yg engkau ketahui
banyak orang memahami bagaimana melakukan suatu hal, namun tidak mau repot-repot membantu orang lain. karena itu, akan sangat bermanfaat Bila kamu terbuka pada orang lain wacana kekuatan dan pengetahuan yg kamu miliki. Beri tahu orang-orang bahwa engkau mempunyai keahlian khusus serta bersedia membantu mereka yg membutuhkan. misalnya, mengajari suatu pelajaran pada teman sekolah atau kuliah, tidak pelit ilmu pada tempat kerja, menunjukkan resep kuliner, dan masih banyak lagi. - Dengarkan orang lain
Ketidakmampuan orang buat melakukan sesuatu sering kali mengakibatkan mereka sangat menderita secara emosional. kamu mampu membantu mereka menggunakan mendengarkan apa keluh kesah mereka serta menyampaikan dukungan. Ini memberi mereka kesempatan buat mengeluarkan keluh kesah dan membagikan bahwa engkau menghargai perasaan mereka. Ini jua mampu menyampaikan kamu perasaan puas sebab sudah memperbaiki perasaan orang lain. - Bertanggung jawab
Ambillah mentalitas ini dan jadilah bertanggung jawab pada kehidupan sehari-hari. misalnya, jangan membuang sampah sembarangan karena orang lain akan membersihkannya. Selesaikan tugas-tugasmu pada rumah atau tempat kerja tepat saat. Hormati saat, pikiran, ilham, gaya hidup, perasaan, pekerjaan orang lain, serta lainnya. menjadi orang yg berguna bukan berarti membiarkan dirimu dimanfaatkan. sebagai bermanfaat berarti menunjukkan apa yg engkau mampu dan melakukannya dengan suka hati.
Kesimpulan
Mengapa kita tidak pernah berfikir untuk beramal saleh dengan cara ‘memberi manfaat’ pada semua orang yang berinteraksi dengan diri kita, atau (bahkan) beramal saleh dengan cara berbuat baik kepada sesama makhluk Allah, yang lebih kita prioritaskan dalam situasi dan kondisi tertentu daripada sekadar membangun kesalehan spiritual yang tak banyak berguna bagi orang lain?
Kita tak perlu mengatakan bahwa urusan akhirat itu lebih penting daripada urusan dunia, atau sebaliknya. Karena keduanya saling melengkapi.
Ingat firman Allah,
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS al-Qashash/28: 77)
Sumber
https://santiasromo.or.id/view-akademik/menjadi-pribadi-yang-bermanfaat



No Comment! Be the first one.