Hal Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Fiqih Islam, Lengkap dengan Penjelasan Ulama
Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam. Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta pengendalian diri....
Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam.
Daftar Isi
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta pengendalian diri.
Agar puasa bernilai ibadah dan diterima oleh Allah, umat Islam perlu memahami hal hal yang dapat membatalkan puasa menurut fiqih Islam.
Dalil Al Quran tentang Menjaga Puasa
Dilansir dari laman tafsirweb.com, Allah menjelaskan dalam Al Quran bahwa orang yang berpuasa diperintahkan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga datang malam.
Surat Al-Baqarah Ayat 187
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Arab-Latin: Uḥilla lakum lailataṣ-ṣiyāmir-rafaṡu ilā nisā`ikum, hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn, ‘alimallāhu annakum kuntum takhtānụna anfusakum fa tāba ‘alaikum wa ‘afā ‘angkum, fal-āna bāsyirụhunna wabtagụ mā kataballāhu lakum, wa kulụ wasyrabụ ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr, ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-laīl, wa lā tubāsyirụhunna wa antum ‘ākifụna fil-masājid, tilka ḥudụdullāhi fa lā taqrabụhā, każālika yubayyinullāhu āyātihī lin-nāsi la’allahum yattaqụn
Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
Ayat ini menjadi dasar utama dalam menentukan perkara yang membatalkan puasa.
Para ulama sepakat bahwa batasan tersebut merupakan ketentuan syariat yang harus dipatuhi oleh setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Adapun beberapa hal yang dapat membatalkan puasa diantaranya adalah:
- Makan dan Minum dengan Sengaja
Menurut fiqih Islam, makan dan minum secara sengaja di siang hari Ramadhan membatalkan puasa. - Kesengajaan menjadi faktor utama.
Jika seseorang makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah dan ia dianjurkan melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka. - Hubungan Suami Istri di Siang Hari
Melakukan hubungan suami istri di siang hari saat puasa Ramadhan termasuk perbuatan yang membatalkan puasa. Ulama menjelaskan bahwa perbuatan ini tidak hanya membatalkan puasa, tetapi juga mewajibkan tanggung jawab ibadah tambahan sesuai ketentuan syariat. - Keluarnya Sesuatu dari Tubuh dengan Sengaja
Para ulama menjelaskan bahwa mengeluarkan sesuatu dari tubuh dengan sengaja yang melemahkan badan dapat membatalkan puasa. Hal ini berkaitan dengan tujuan puasa yang mengajarkan pengendalian diri dan menjaga kekuatan fisik untuk beribadah. - Muntah dengan Sengaja
Fiqih Islam menjelaskan bahwa muntah yang dilakukan secara sengaja membatalkan puasa. Sebaliknya jika muntah terjadi tanpa disengaja, maka puasa tetap sah. Penjelasan ini bertujuan memberikan kejelasan agar umat Islam tidak ragu dalam menjalankan ibadah puasa. - Niat dan Kesadaran dalam Berpuasa
Niat memiliki peran penting dalam ibadah puasa. Ulama menjelaskan bahwa membatalkan niat puasa di siang hari meskipun tanpa melakukan hal lain dapat membatalkan puasa. Oleh karena itu menjaga niat sejak awal hingga akhir puasa menjadi hal yang sangat penting.
Memahami hal hal yang membatalkan puasa menurut fiqih Islam membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan benar dan penuh kesadaran. Puasa yang terjaga akan membentuk pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia. Dengan ilmu yang benar, puasa Ramadhan menjadi ibadah yang tidak hanya sah, tetapi juga bermakna dan bernilai tinggi di sisi Allah.
Sumber referensi :
https://tafsirweb.com/697-surat-al-baqarah-ayat-187.html



No Comment! Be the first one.