Keutamaan Puasa Tarwiyah Sebelum Idul Adha Beserta Sejarahnya
Menjelang perayaan Idul Adha, umat muslim dianjurkan untuk menunaikan berbagai amalan sunnah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Salah satunya adalah puasa Tarwiyah, yang dilaksanakan sehari...
Menjelang perayaan Idul Adha, umat muslim dianjurkan untuk menunaikan berbagai amalan sunnah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Salah satunya adalah puasa Tarwiyah, yang dilaksanakan sehari sebelum hari tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Daftar Isi
Puasa ini tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi terdapat sejumlah keutamaannya yang dicatat dalam hadits, termasuk pengampunan dosa dan peningkatan pahala. Berikut dibawah ini keutamaan puasa tarwiyah beserta niatnya
Pengertian Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah adalah salah satu jenis puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sebelum perayaan Idul Adha. Dalam catatan sejarah, 8 Dzulhijjah adalah hari ketika jemaah haji bersiap-siap menuju Arafah, dan hari Tarwiyah adalah saat perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS sebelum mengorbankan Nabi Ismail AS.
Pada waktu itu, Nabi Ibrahim merenungkan mimpi yang diyakini sebagai wahyu dari Allah SWT, sehingga proses merenung tersebut dikenal dengan istilah Tarwiyah.
Sejarah Puasa Tarwiyah
Dalam sejarah Islam, hari tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah, di mana para jemaah haji pada zaman Nabi Ibrahim as mulai bersiap menuju Arafah. Hari ini dianggap sebagai saat ketika Nabi Ibrahim as menerima wahyu dari Allah Swt untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail as, melalui mimpi yang sangat sulit diterima.
Nabi Ibrahim as merasakan kekhawatiran dan merenungkan perintah tersebut, sehingga periode merenung ini dikenal sebagai tarwiyah atau hari merenung. Umat Islam dianjurkan untuk mengingat dan meneladani ketulusan serta kepercayaan Nabi Ibrahim as dalam menjalankan perintah Allah Swt, serta menjadikan puasa tarwiyah sebagai simbol penghormatan dan persiapan spiritual menyambut hari Arafah.
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Bagi kaum muslim yang melaksanakan puasa tarwiyah akan mendapatkan penghapusan doa setahun sesuai dengan hadist dibawah ini
صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين
Artinya
Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar).
Kemudian hari Tarwiyah adalah bagian dari sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, waktu istimewa untuk berdoa dan beribadah. Doa di hari ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Rasulullah SAW menyatakan bahwa perbuatan baik di hari-hari ini sangat disukai Allah SWT.
Niat Puasa Tarwiyah
Berikut bacaan niat untuk puasa tarwiyah yang ditulis dalam Arab, latin dan artinya:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَ
Latin
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
Kemudian untuk niat puasa tarwiyah di siang hari ketika lupa membaca di malam hari sebagai berikut:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَ
Latin
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
Kesimpulan
Itulah keutamaan puasa tarwiyah yang dimana jika dilakukan pahalanya penghapusan dosa satu tahun belakang. Bagi kaum muslim yang ingin mengerjakan puasa tersebut, harus membaca niatnya sesuai diatas



No Comment! Be the first one.