Keutamaan Zikir Setelah Sholat yang Perlu Diketahui
Setelah melaksanakan ibadah sholat, sebaiknya kita jangan terlalu terburu-buru untuk meninggalkan tempat sholat. Biasakan diri untuk berzikir sejenak karena hal tersebut sangat dianjurkan oleh Allah...
Setelah melaksanakan ibadah sholat, sebaiknya kita jangan terlalu terburu-buru untuk meninggalkan tempat sholat. Biasakan diri untuk berzikir sejenak karena hal tersebut sangat dianjurkan oleh Allah SWT untuk kebaikan kita di dunia dan akhirat.
Daftar Isi
Baca juga: Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Lengkap yang Dianjurkan Rasulullah
Dzikir memang terlihat sangat mudah untuk dilakukan, namun di baliknya memiliki keutamaan yang sangat besar.
Keutamaan Dzikir Setelah Sholat yang Perlu Diketahui
Berikut beberapa keutamaan dzikir setelah sholat yang perlu diketahui:
Menenangkan Hati
Salah satu keutamaan dzikir setelah sholat yaitu dapat menenangkan hati. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah di Surah Ar-Ra’d ayat 28 yaitu:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Arab latin: Al-lażīna āmanū wa taṭma’innu qulūbuhum biżikrillāh(i), alā biżikrillāhi taṭma’innul-qulūb(u).
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”
Dapat Memperkuat Koneksi Spiritual
Berdzikir setelah sholat merupakan salah satu cara untuk menjaga kedekatan hati dengan Allah SWT. Momen ini menjadi kesempatan untuk merenungkan kebesaran-Nya, mensyukuri nikmat yang telah diberikan, serta memohon ampunan atas segala kesalahan.
Diberikan Pertolongan oleh Allah
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 152, jika seorang hamba senantiasa mengingat Allah dengan cara berdzikir, maka Allah pun akan mengingatnya. Jika seorang hamba diingat oleh Allah, maka pertolongan Allah juga senantiasa dekat.
Bacaan Istighfar dan Dzikir Setelah Sholat
1. Istighfar dan Doa Keselamatan
أَسْتَغْفِرُ اللهَ . اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
Arab latin: Astaghfirullah (3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikram.
Artinya: “Aku minta ampun kepada Allah,” (3x). Lantas membaca: “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.” (HR Muslim)
2. Bacaan Zikir 1
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani’a lima a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya: “Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” (HR Bukhari dan Muslim)
3. Bacaan Zikir 2
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.
Artinya: “Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.” (HR Muslim)
4. Tasbih, Tahmid, dan Takbir
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللهُ أَكْبَرُ (33 ×) لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Arab latin: Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR Muslim)
Kesimpulan
Berzikir setelah sholat merupakan amalan sederhana yang memiliki banyak keutamaan, mulai dari menenangkan hati, memperkuat kedekatan dengan Allah SWT, hingga mendatangkan pertolongan-Nya.
Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap muslim membiasakan diri untuk tidak terburu-buru meninggalkan tempat sholat dan meluangkan waktu sejenak untuk berzikir sebagai bentuk rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT.



No Comment! Be the first one.