Kisah Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi Wa Sallam dan Pengemis Buta yang Membencinya
Kisah Nabi Muhammad SAW dan pengemis Yahudi buta di pasar Madinah merupakan salah satu kisah paling populer yang menggambarkan kemuliaan akhlak dan kesabaran luar biasa Rasulullah...
Kisah Nabi Muhammad SAW dan pengemis Yahudi buta di pasar Madinah merupakan salah satu kisah paling populer yang menggambarkan kemuliaan akhlak dan kesabaran luar biasa Rasulullah Sllallahu’alaihi wa sallam.
Daftar Isi
Berikut adalah poin-poin utama dari kisah tersebut:
Kisah Nabi Muhammad dan Pengemis Yahudi
- Hinaan Sang Pengemis: Di sudut pasar Madinah, ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap hari mencaci maki Nabi Muhammad SAW. Ia sering berteriak kepada orang-orang di sekitarnya, menyebut Nabi sebagai pembohong besar, tukang sihir, dan orang gila.
- Kasih Sayang Tanpa Balas: Meskipun dihina, Nabi Muhammad SAW justru mendatangi pengemis tersebut setiap pagi dengan membawakan makanan. Beliau menyuapi pengemis itu dengan penuh kelembutan, bahkan mengunyahkan makanan yang keras agar mudah ditelan, tanpa pernah mengungkapkan identitas aslinya.
- Terungkapnya Rahasia: Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar Ash-Shiddiq bertanya kepada Aisyah RA tentang sunnah Nabi yang belum ia kerjakan. Aisyah memberitahu tentang kebiasaan Nabi menyuapi pengemis buta di pasar tersebut.
- Reaksi Sang Pengemis: Saat Abu Bakar mencoba menyuapinya, pengemis itu langsung menyadari perbedaan perlakuan tersebut. Ia berkata bahwa tangan yang menyuapinya sekarang terasa kasar, berbeda dengan orang sebelumnya yang sangat lembut.
- Penyesalan dan Keislaman: Abu Bakar kemudian menangis dan menjelaskan bahwa sosok lembut yang biasa menyuapinya adalah Nabi Muhammad SAW yang telah wafat. Mendengar hal itu, pengemis tersebut sangat terkejut, merasa bersalah, dan menangis tersedu-sedu karena menyadari orang yang selalu ia hina justru adalah orang yang paling baik kepadanya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam.
Kisah ini sering disampaikan oleh berbagai sumber seperti Sindonews, CNN Indonesia, dan Islami Medan Aktual sebagai teladan untuk membalas keburukan dengan kebaikan.
Rasulullah SAW dikenal memiliki kesabaran dan kemuliaan akhlak yang luar biasa dalam menghadapi mereka yang memusuhi dakwahnya. Beliau lebih memilih untuk memaafkan dan mendoakan kebaikan daripada membalas dengan kemarahan.
Berikut adalah beberapa kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi orang yang membencinya:
Keteladanan Nabi Muhammad Dalam Menghadapi Orang yang Membencinya
- Doa untuk Penduduk Thaif: Saat berdakwah ke Kota Thaif, Rasulullah SAW ditolak dengan kasar, dihina, bahkan dilempari batu oleh penduduk setempat hingga tubuh beliau terluka dan berdarah. Malaikat Jibril kemudian datang dan menawarkan untuk menghancurkan penduduk Thaif dengan menimpakan gunung ke atas mereka. Namun, beliau menolak tawaran tersebut dan justru mendoakan agar kelak anak keturunan mereka menyembah Allah SWT.
- Kelembutan Terhadap Thumamah bin Uthal: Thumamah adalah seorang kepala suku yang sangat membenci Islam dan pernah membunuh sahabat Nabi. Saat tertangkap dan diikat di tiang Masjid Nabawi, Rasulullah SAW memperlakukannya dengan sangat baik dan menjamunya dengan makanan terbaik. Setelah tiga hari, beliau membebaskan Thumamah tanpa syarat apa pun. Tersentuh oleh kebaikan tersebut, Thumamah yang tadinya sangat membenci Nabi akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam.
- Pemberian Maaf kepada Wahsyi: Wahsyi adalah orang yang membunuh paman tercinta Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib, dalam Perang Uhud. Meskipun kematian pamannya memberikan luka yang sangat dalam di hati beliau, Rasulullah SAW tetap menerima pertobatan Wahsyi dan memaafkannya saat ia datang untuk masuk Islam.
- Memaafkan Penduduk Mekkah (Fathu Mekkah): Saat umat Islam berhasil menaklukkan kembali Kota Mekkah, Rasulullah SAW memiliki kekuasaan penuh untuk membalas dendam kepada kaum Quraisy yang telah menyiksa dan mengusir kaum Muslimin selama bertahun-tahun. Namun, beliau justru memberikan pengampunan umum kepada mereka dan berkata, “Pergilah, kalian semua bebas”.
Kesimpulan
dari rangkaian kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW tersebut adalah bahwa akhlak mulia merupakan senjata dakwah yang paling ampuh.
Berikut adalah poin-poin kesimpulannya:
- Membalas Keburukan dengan Kebaikan: Rasulullah mengajarkan bahwa kebencian tidak harus dibalas dengan kebencian. Dengan tetap berbuat baik kepada orang yang memusuhi, hati yang keras sekalipun bisa melunak.
- Kesabaran Tanpa Batas: Beliau menunjukkan tingkat kesabaran yang luar biasa, baik saat dihina secara verbal (seperti kisah pengemis buta) maupun disakiti secara fisik (seperti di Thaif).
- Visi Jauh ke Depan: Beliau lebih mengutamakan hidayah dan keselamatan seseorang daripada kepuasan pribadi untuk membalas dendam.
- Keteladanan adalah Bukti Nyata: Sering kali, orang-orang yang membenci Islam akhirnya masuk Islam bukan karena perdebatan lisan, melainkan karena menyaksikan langsung kelembutan dan keadilan perilaku Nabi.
Sumber
https://www.detik.com/hikmah/kisah/d-6373312/kisah-kesabaran-rasulullah-dan-pengemis-buta-yang-membencinya



No Comment! Be the first one.