Makruh Saat Puasa, Apa Saja yang Perlu Dihindari?
Puasa Ramadan tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa bertujuan membentuk pribadi yang bertakwa, menjaga lisan, sikap, dan perilaku. Namun, di tengah semangat berpuasa, masih...
Puasa Ramadan tidak hanya soal menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa bertujuan membentuk pribadi yang bertakwa, menjaga lisan, sikap, dan perilaku. Namun, di tengah semangat berpuasa, masih banyak umat Muslim yang kurang memahami perbuatan-perbuatan makruh saat puasa. Padahal, meski tidak membatalkan puasa, perbuatan makruh dapat mengurangi pahala dan nilai ibadah.
Daftar Isi
Topik ini penting dibaca sekarang, terutama di bulan Ramadan, agar umat Islam tidak sekadar menunaikan puasa secara sah, tetapi juga menjaganya tetap berkualitas dan bernilai di sisi Allah SWT.
Apa Itu Makruh dalam Puasa?
Dilansir dari sumber tirto.id, makruh adalah perbuatan yang sebaiknya ditinggalkan, tetapi tidak berdosa jika dilakukan dan tidak membatalkan puasa. Meski demikian, jika dilakukan terus-menerus, perbuatan makruh dapat mengurangi kesempurnaan ibadah puasa.
Kementerian Agama RI dan para ulama sering menegaskan bahwa memahami hal-hal makruh penting agar puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga optimal dari sisi pahala.
Mengapa Hal Makruh Perlu Dihindari Saat Puasa?
Puasa bertujuan melatih pengendalian diri, kesabaran, dan akhlak. Jika seseorang terus melakukan hal-hal makruh, dikhawatirkan puasa hanya menjadi rutinitas fisik tanpa dampak spiritual.
Sebagaimana dijelaskan dalam banyak kajian Ramadan oleh Kemenag RI, menjaga diri dari perbuatan makruh adalah bagian dari adab berpuasa yang sering dilupakan.
Daftar Perbuatan Makruh Saat Puasa yang Sering Terjadi
Dilansir dari sumber rumahzakat.org, agar menjaga kualitas ibadah puasa, ada beberapa hal makruh yang harus di hindari, berikut ini point- point nya:
- Berkata Kasar, Berbohong, dan Menggunjing
Meskipun tidak membatalkan puasa, berkata kasar, berbohong, dan ghibah termasuk perbuatan yang sangat mengurangi pahala puasa. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta, maka Allah tidak butuh puasanya dari makan dan minum. Ini menjadi pengingat bahwa puasa juga menahan lisan, bukan hanya perut. - Mencicipi Makanan Tanpa Kebutuhan
Mencicipi masakan saat puasa hukumnya makruh jika tanpa keperluan, dan boleh jika ada kebutuhan, seperti memastikan rasa masakan. Hal ini sering dijelaskan dalam setiap kajian fikih Ramadan. Jika dilakukan, harus dipastikan tidak ada makanan yang tertelan. Jika hanya iseng atau berlebihan, sebaiknya dihindari. - Berlebihan Saat Berkumur dan Istinsyaq
Berkumur dan membersihkan hidung saat wudhu dianjurkan, tetapi berlebihan saat puasa dihukumi makruh. Rasulullah SAW menganjurkan untuk tetap membersihkan diri, namun dengan kehati-hatian agar air tidak masuk ke tenggorokan. Inilah alasan mengapa umat Islam dianjurkan lebih lembut dan tidak berlebihan saat wudhu di siang hari Ramadan. - Menghabiskan Waktu untuk Hal Sia-sia
Tidur sepanjang hari, terlalu lama bermain gawai, atau menghabiskan waktu tanpa manfaat termasuk perbuatan yang mengurangi kualitas puasa. Puasa seharusnya mendorong produktivitas ibadah, bukan justru menjauhkan dari amal kebaikan. Kemenag RI kerap mengingatkan bahwa Ramadan adalah momentum memperbaiki kebiasaan, bukan menambah kemalasan. - Menahan Emosi dan Mudah Marah
Marah berlebihan, bertengkar, atau mudah tersinggung adalah sikap yang bertentangan dengan ruh puasa. Meski tidak membatalkan puasa, hal ini menggerus pahala secara perlahan. Rasulullah SAW mengajarkan agar orang yang berpuasa mengatakan, “Saya sedang berpuasa,” ketika dipancing emosi, sebagai bentuk pengendalian diri. - Bersiwak atau Menyikat Gigi Berlebihan
Membersihkan mulut diperbolehkan, tetapi bersiwak atau menyikat gigi secara berlebihan, apalagi menggunakan pasta beraroma kuat, termasuk makruh jika berpotensi tertelan. Karena itu, sebagian ulama menyarankan menyikat gigi dilakukan sebelum waktu zuhur atau dengan sangat hati-hati. - Terlalu Fokus pada Urusan Dunia
Bekerja dan beraktivitas tetap diperbolehkan, namun jika seluruh waktu dihabiskan untuk urusan dunia tanpa menyisakan waktu ibadah, maka nilai spiritual puasa menjadi berkurang. Ramadan seharusnya menjadi momentum menyeimbangkan dunia dan akhirat.
Cara Menjaga Puasa agar Lebih Berkualitas
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Menjaga lisan dan emosi
- Mengisi waktu dengan tadarus dan dzikir
- Menghindari kebiasaan sia-sia
- Menguatkan niat sejak sahur
- Memperbanyak amal kebaikan
Langkah-langkah ini membantu puasa tidak hanya bertahan, tetapi juga meningkat nilainya.
Kesimpulan
Perbuatan makruh saat puasa memang tidak membatalkan ibadah, tetapi dapat mengurangi pahala dan kesempurnaan puasa. Berkata kasar, berlebihan dalam aktivitas tertentu, emosi yang tidak terkendali, hingga menghabiskan waktu untuk hal sia-sia adalah contoh yang sering terjadi.
Dengan memahami dan menghindari hal-hal makruh, umat Islam dapat menjalani puasa Ramadan secara lebih sadar, bermakna, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puasa bukan hanya soal menahan lapar, tetapi tentang menjaga seluruh anggota tubuh dari hal yang tidak bernilai ibadah.
Sumber
- https://tirto.id/hal-yang-makruh-dalam-puasa-ramadan-apa-saja-g8Mg
- https://www.rumahzakat.org/5-hal-makruh-yang-sebaiknya-dihindari-saat-berpuasa/



No Comment! Be the first one.