Mengenal As-Sabiqun Al-Awwalun: Orang-Orang Pertama yang Memeluk Islam
As-Sabiqun Al-Awwalun adalah istilah untuk orang-orang yang paling awal menerima dakwah Islam dan beriman kepada Nabi Muhammad SAW di masa awal kenabian. Mereka memiliki kedudukan yang sangat...
As-Sabiqun Al-Awwalun adalah istilah untuk orang-orang yang paling awal menerima dakwah Islam dan beriman kepada Nabi Muhammad SAW di masa awal kenabian. Mereka memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah karena keberanian mereka memeluk Islam saat tekanan kaum kafir Quraisy sedang sangat kuat.
Daftar Isi
Siapa Saja Mereka?
Golongan ini mencakup orang-orang dari berbagai latar belakang sosial, mulai dari keluarga dekat Nabi hingga kalangan budak. Berikut adalah beberapa nama utama yang dikenal sebagai pemeluk Islam pertama:
Khadijah binti Khuwailid: Wanita pertama yang beriman sekaligus istri Rasulullah SAW.
Abu Bakar Ash-Shiddiq: Orang dewasa laki-laki pertama di luar keluarga Nabi yang memeluk Islam.
Ali bin Abi Thalib: Anak laki-laki pertama yang beriman (saat itu masih remaja).
Zaid bin Haritsah: Orang pertama dari kalangan mantan budak dan pelayan Nabi.
Utsman bin Affan: Salah satu sahabat utama yang masuk Islam melalui dakwah Abu Bakar.
Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Abdurrahman bin Auf: Termasuk dalam kelompok delapan orang pertama yang masuk Islam.
Bilal bin Rabah: Budak yang sangat tabah menghadapi siksaan karena keimanannya.
Definisi dan Batasan Ulama
Para ulama memiliki beberapa pandangan mengenai batasan siapa saja yang termasuk dalam kelompok ini:
- Sebelum Perjanjian Hudaibiyah: Mereka yang masuk Islam sebelum tahun ke-6 Hijriah, termasuk peserta Bai’at Ridhwan.
- Sebelum Perpindahan Kiblat: Mereka yang sempat melaksanakan salat menghadap dua kiblat (Baitul Maqdis dan Kakbah).
- Fase Dakwah Sembunyi-sembunyi: Sekitar 62 orang yang masuk Islam pada awal masa kenabian di Mekkah.
Keutamaan As-Sabiqun Al-Awwalun
Allah SWT menjanjikan kemuliaan tinggi bagi mereka, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
- Jaminan Surga: Allah telah meridai mereka dan menyiapkan surga bagi mereka (QS. At-Taubah: 100).
- Derajat Lebih Tinggi: Orang yang berjuang sebelum penaklukan Mekkah memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding yang masuk Islam setelahnya.
- Keteladanan: Keimanan mereka menjadi fondasi kuat bagi tersebarnya Islam ke seluruh dunia.
Mari kita ambil kisah keteguhan iman Bilal bin Rabah, salah satu tokoh paling ikonik dari kelompok As-Sabiqun Al-Awwalun.
Kisah Keteguhan Bilal bin Rabah
Bilal adalah seorang budak asal Ethiopia yang dimiliki oleh Umayyah bin Khalaf, salah satu tokoh kafir Quraisy yang sangat membenci Islam. Ketika Umayyah mengetahui Bilal telah memeluk Islam, ia merasa harga dirinya terhina dan mulai menyiksa Bilal agar kembali menyembah berhala.
- Siksaan yang Kejam: Bilal diseret ke padang pasir Makkah di tengah terik matahari yang membakar. Tangannya diikat, lalu sebuah batu besar yang sangat panas diletakkan di atas dadanya sehingga ia sulit bernapas.
- Kalimat “Ahadun Ahad”: Meskipun tubuhnya dicambuk dan ditindih batu panas, Bilal tidak menyerah. Di tengah rasa sakit yang luar biasa, ia terus membisikkan satu kata yang mengguncang kaum Quraisy: “Ahad… Ahad…” (Allah Yang Maha Esa).
- Pembebasan oleh Abu Bakar: Berita penyiksaan ini sampai ke telinga Rasulullah SAW. Atas petunjuk Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq segera mendatangi Umayyah dan membeli Bilal dengan harga yang sangat mahal untuk memerdekakannya.
Akhir yang Mulia
Setelah merdeka, Bilal menjadi sahabat setia Rasulullah. Karena suaranya yang merdu dan keteguhan imannya, ia dipilih menjadi Muazin (pengumandang azan) pertama dalam sejarah Islam. Rasulullah bahkan pernah bersabda bahwa beliau mendengar suara langkah sandal Bilal di surga, menunjukkan betapa tinggi kedudukannya di sisi Allah.
Selain Bilal, ada juga kisah Keluarga Yasir yang menjadi syuhada pertama dalam Islam karena siksaan yang serupa.
Sumber
https://nu.or.id/sirah-nabawiyah/mengenal-as-sabiqunal-awwalun-golongan-pertama-yang-masuk-islam-gy3NM



No Comment! Be the first one.