Nabi Musa dan Istri Nya: Kisah Cinta dan Perjuangan Yang Jarang Dikenal di Luar Kisah Fir’aun
Kisah Nabi Musa AS tidak hanya tentang konfrontasi dengan Fir’aun, tetapi juga mencakup perjalanan cinta dan perjuangan rumah tangga yang sangat inspiratif. Istri Nabi Musa yang paling dikenal...
Kisah Nabi Musa AS tidak hanya tentang konfrontasi dengan Fir’aun, tetapi juga mencakup perjalanan cinta dan perjuangan rumah tangga yang sangat inspiratif. Istri Nabi Musa yang paling dikenal bernama Shafura (dalam tradisi Islam/Arab) atau Zipporah (dalam tradisi Alkitab), putri dari Nabi Syu’aib (Nabi Midian).
Daftar Isi
Berikut adalah kisah cinta dan perjuangan mereka yang jarang disorot:
Pertemuan di Madyan: Pertolongan yang Berujung Jodoh
Pertemuan mereka terjadi di Oasis Madyan saat Nabi Musa melarikan diri dari kejaran tentara Fir’aun.
- Sosok Independen: Shafura dan saudaranya adalah dua perempuan mandiri yang menggembala ternak di tengah kerumunan penggembala pria.
- Pertolongan Nabi Musa: Ketika melihat dua putri Nabi Syu’aib kesulitan memberi minum ternak, Nabi Musa membantu mereka mengangkat batu penutup sumur yang berat.
- Kesan Mulia: Nabi Syu’aib terkesan dengan kejujuran dan kekuatan Musa, lalu mengundangnya ke rumah. Shafura sendiri yang mengusulkan kepada ayahnya agar Musa dipekerjakan karena menilai Musa “kuat dan amanah”.
Mahar Pengabdian 10 Tahun
Nabi Syu’aib menawarkan salah satu putrinya (Shafura) untuk dinikahi dengan mahar Musa tinggal dan bekerja di Madyan selama 8 hingga 10 tahun.
- Cinta yang Tulus: Nabi Musa menyetujui, dan selama waktu tersebut, mereka membangun rumah tangga yang tenang di Madyan, jauh dari kekejaman Fir’aun.
- Pendidikan di Padang Pasir: Selama 10 tahun, Shafura mendampingi Musa yang bekerja sebagai penggembala sebelum akhirnya diangkat menjadi Nabi.
Shafura: Pendamping di Saat Genting
Perjuangan tidak berhenti saat mereka kembali ke Mesir. Shafura mendampingi Musa dalam perjalanan misi suci.
- Penyelamat Nyawa: Dalam sebuah perjalanan, ketika Musa dalam bahaya (karena kelalaian dalam sunat putra mereka), Shafura dengan sigap bertindak. Ia menyunat anaknya dan menyelamatkan nyawa suaminya, bahkan disebut sebagai “istri yang berlumuran darah” (pahlawan yang rela berkorban).
- Wanita Berbudi (Iffah): Shafura dikenal dengan sifat malu dan menjaga kehormatannya, yang menjadi salah satu alasan Musa jatuh cinta kepadanya.
Anak-anak dan Perpisahan Sementara
Shafura dan Musa dikaruniai putra. Namun, demi keselamatan, Musa sempat menitipkan istri dan anak-anaknya kembali kepada Nabi Syu’aib di Madyan saat ia fokus berdakwah menghadapi Fir’aun di Mesir.
Hikmah Kisah:
Kisah Nabi Musa dan Shafura mengajarkan bahwa pasangan hidup yang sejati adalah mereka yang saling menolong dalam kebaikan, sabar dalam kesulitan (10 tahun menggembala), dan kokoh imannya meski menghadapi ujian besar.
kesimpulan
kisah Nabi Musa dan Shafura adalah bukti bahwa jodoh terbaik datang melalui akhlak dan keberanian untuk membantu sesama.
Poin inti perjuangan mereka adalah:
- Ketulusan di Atas Materi: Pernikahan mereka dibangun atas dasar kerja keras dan dedikasi (mahar 10 tahun bekerja), bukan sekadar harta.
- Karakter Utama: Hubungan mereka berlandaskan dua pilar, yaitu kekuatan (Al-Qowiyyu) untuk melindungi dan kejujuran (Al-Amin) untuk menjaga kepercayaan.
- Dukungan Spiritual: Shafura bukan sekadar istri, melainkan pendamping setia yang mendampingi Musa dalam momen paling krusial, yaitu saat menerima wahyu di Bukit Thursina.
Sumber
https://www.popmama.com/life/relationship/kisah-cinta-nabi-musa-dan-shafura-00-3414q-kf62px



No Comment! Be the first one.