Selain Al-Qur’an, umat Islam juga menjadikan sunnah Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup. Sunnah berisi perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW yang menjadi petunjuk dalam menjalankan agama. Dalam ilmu fikih, amalan sunnah memiliki tingkatan, di antaranya sunnah muakad dan sunnah ghairu muakad.
Daftar Isi
Memahami perbedaan keduanya penting agar seorang Muslim mengetahui amalan yang sangat dianjurkan dan amalan sunnah biasa. Artikel ini membahas pengertian sunnah muakad dan ghairu muakad, perbedaan, serta contohnya.
Pengertian Sunnah
Secara umum, sunnah adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam. Jika dikerjakan mendapat pahala, sedangkan jika ditinggalkan tidak berdosa. Sunnah menjadi pelengkap ibadah wajib dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pengertian Sunnah Muakad
Sunnah muakad adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena sering dikerjakan oleh Rasulullah SAW dan jarang ditinggalkan. Amalan ini memiliki kedudukan lebih kuat dibanding sunnah biasa.
Meskipun tidak wajib, sunnah muakad sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara rutin karena memiliki pahala besar dan menunjukkan kecintaan kepada sunnah Nabi.
Contoh Sunnah Muakad
Beberapa contoh sunnah muakad antara lain:
- Shalat witir
- Shalat dua rakaat sebelum Subuh
- Shalat tarawih
- Shalat Idul Fitri dan Idul Adha (menurut sebagian ulama)
- Adzan dan iqamah di beberapa pendapat ulama
Pengertian Sunnah Ghairu Muakad
Sunnah ghairu muakad adalah amalan sunnah yang dianjurkan, tetapi tingkat penekanannya tidak sekuat sunnah muakad. Rasulullah SAW terkadang mengerjakannya dan terkadang meninggalkannya.
Amalan ini tetap bernilai pahala jika dikerjakan, namun tidak mengapa jika sesekali ditinggalkan.
Contoh Sunnah Ghairu Muakad
Beberapa contoh sunnah ghairu muakad yaitu:
- Shalat tahajud
- Shalat tahiyatul masjid
- Shalat dhuha
- Shalat rawatib tertentu yang tidak ditekankan
- Puasa Senin Kamis
- Puasa Ayyamul Bidh
Perbedaan Sunnah Muakad dan Ghairu Muakad
1. Dilihat dari Tingkat Anjuran
Sunnah muakad sangat dianjurkan dan lebih ditekankan.
Sunnah ghairu muakad dianjurkan, tetapi tingkatannya lebih ringan.
2. Dilihat dari Kebiasaan Rasulullah SAW
Sunnah muakad hampir selalu dikerjakan Rasulullah SAW.
Sunnah ghairu muakad kadang dikerjakan dan kadang ditinggalkan.
3. Dilihat dari Nilai Keutamaannya
Sunnah muakad memiliki keutamaan lebih besar karena sangat ditekankan.
Sunnah ghairu muakad tetap berpahala, namun tingkat keutamaannya di bawah sunnah muakad.
4. Dilihat dari Contohnya
Sunnah muakad contohnya witir dan dua rakaat sebelum Subuh.
Sunnah ghairu muakad contohnya tahajud, dhuha, dan tahiyatul masjid.
Kesimpulan
Sunnah muakad adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan dan sering dikerjakan Rasulullah SAW, seperti witir dan dua rakaat sebelum Subuh. Sedangkan sunnah ghairu muakad adalah amalan sunnah yang dianjurkan tetapi tidak sekuat sunnah muakad, seperti tahajud dan dhuha.
Dengan memahami perbedaan keduanya, seorang Muslim dapat lebih semangat mengamalkan sunnah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Sumber: https://news.detik.com/berita/d-5092981/pengertian-sunnah-muakkad-dan-ghairu-lengkap-contohnya



No Comment! Be the first one.