Pengertian Tauhid dan Macam-Macamnya Dalam Islam
Islam dikenal dengan agama yang tauhid. Di dalam Al-Qur’an dan hadits ditekankan untuk umat Islam selalu bertauhid kepada Allah SWT. Namun, masih banyak kaum muslim yang tidak tau apa itu dengan...
Islam dikenal dengan agama yang tauhid. Di dalam Al-Qur’an dan hadits ditekankan untuk umat Islam selalu bertauhid kepada Allah SWT. Namun, masih banyak kaum muslim yang tidak tau apa itu dengan tauhid. Tauhid sendiri merupakan salah satu prinsip dasar agama Islam. Berikut dibawah ini pengertian Tauhid beserta macam-macamnya.
Daftar Isi
Pengertian Tauhid
Tauhid secara bahasa Arab merupakan masdar dari wahhada-yuwahhidu-tauhidan yang memiliki arti menegaskan dan menjadikan satu. Dalam bahasa etimologis, tauhid berarti mengesakan. Maksudnya, keyakinan bahwa Allah SWT adalah Esa, Tunggal, satu. Pengertian ini sejalan dengan pengertian tauhid yang digunakan dalam bahasa Indonesia, yaitu “keesaan Allah”, mentauhidkan berarti “mengakui akan keesaan Allah”. Secara istilah, Tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya.
Macam-Macam Tauhid
Berikut macam-macam tauhid yaitu:
Tauhid Rububiyah
Istilah tauhid Rububiyah memiliki arti “percaya bahwa hanya Allah-lah satu-satu-Nya pencipta, pemilik, pengendali alam raya yang dengan takdirnya ia menghidupkan dan mematikan serta mengendalikan alam dengan sunnah-sunnah-Nya.
Merupakan keyakinan tentang keesaan Allah pada perbuatannya dimana meyakini Allah adalah satu-satunya. Ar-Rum · Ayat 40
Arab
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْۗ هَلْ مِنْ شُرَكَاۤىِٕكُمْ مَّنْ يَّفْعَلُ مِنْ ذٰلِكُمْ مِّنْ شَيْءٍۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَࣖ ٤٠
Latin
allâhulladzî khalaqakum tsumma razaqakum tsumma yumîtukum tsumma yuḫyîkum, hal min syurakâ’ikum may yaf‘alu min dzâlikum min syaî’, sub-ḫânahû wa ta‘âlâ ‘ammâ yusyrikûn
Artinya
Allahlah yang menciptakan kamu, kemudian menganugerahkan rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkannya (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu persekutukan (dengan Allah) yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
Tauhid Asma dan Sifat
Tauhid asma wa sifat adalah beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam, serta meniadakan kekurangan kekurangan dan aib-aib yang ditiadakan oleh Allah terhadap diri-Nya, dan apa yang disampaikan oleh Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam yang terdiri dari sifat-sifat tahrif (pengubahan kata), ta’thil (meniadakan sama sekali), takyif (menanyakan bagaimana keadaan), dan tamtsil (mencontohkan dengan sifat selain Allah)
Tauhid Uluhiyah
Tauhid Uluhiyah merupakan sikap mengesakan Allah dalam tujuan perbuatan hamba yang dilakukan dalam rangka taqarrub dan ibadah seperti berdoa, bernazar, menyembelih kurban, bertawakal, bertaubat, dan lain-lain
Tauhid Rububiyah seseorang tak berguna sehingga dia bertauhid Uluhiyah dan Tauhid Rububiyah, serta Tauhid Uluhiyah seseorang tak lurus sehingga dia bertauhid asma dan sifat. Singkatnya, mengenal Allah tak berguna sampai seorang hamba beribadah hanya kepada-Nya. Dan beribadah kepada Allah tidak akan terwujud tanpa mengenal Allah.
Manfaat Bertauhid
Berikut manfaat kita bagi kaum yang bertauhid yaitu:
- Tauhid yang kuat menumbuhkan sikap kesungguhan, pengharapan, dan optimisme.
- Orang bertauhid bersyukur pada harta dan menggunakannya untuk jalan Allah.
- Bertauhid mendidik akal untuk berpandangan luas dan melakukan penelitian.
- Bertauhid membuat orang merendahkan diri dan tidak tertipu hawa nafsu.
- Mentauhidkan Allah menjauhkan dari angan-angan kosong; semua amal dihisab oleh Allah.
- Bertauhid yang benar memberikan ketenangan dan pengharapan.
- Menjaga tauhid menjamin seseorang masuk surga penuh kenikmatan.
Kesimpulan
Islam dikenal sebagai agama yang menekankan tauhid, yaitu keyakinan akan keesaan Allah SWT. Ada tiga macam tauhid, Tauhid Rububiyah, yaitu keyakinan bahwa Allah adalah pencipta dan pengendali alam. Tauhid Asma dan Sifat, yaitu beriman kepada nama dan sifat Allah berdasarkan Al-Qur’an dan hadits dan Tauhid Uluhiyah, yaitu pengesaan Allah dalam ibadah dan perbuatan.



No Comment! Be the first one.