Puasa Tapi Sering Marah, Apakah Pahala Berkurang?
Puasa Tapi Sering Marah, Apakah Pahala Berkurang? Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan mengendalikan emosi dan hawa nafsu. Namun dalam praktiknya, tak sedikit...
Puasa Tapi Sering Marah, Apakah Pahala Berkurang?
Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan mengendalikan emosi dan hawa nafsu. Namun dalam praktiknya, tak sedikit orang yang tetap mudah tersulut emosi saat berpuasa. Lalu muncul pertanyaan penting: jika puasa tapi sering marah, apakah pahala puasa berkurang atau bahkan batal? Berikut penjelasan lengkapnya menurut pandangan Islam.
Daftar Isi
Makna Puasa: Menahan Diri Secara Menyeluruh
Baca Juga : Usia Berapa Anak Mulai Belajar Puasa? Ini Penjelasannya
Dalam Islam, puasa memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar tidak makan dan minum. Puasa mendidik seseorang agar mampu mengendalikan diri, termasuk menahan amarah, ucapan buruk, dan perbuatan tercela.
Marah sendiri merupakan emosi alami manusia. Namun, marah yang tidak terkendali sering kali diwujudkan dalam bentuk ucapan kasar, cacian, atau bahkan kekerasan. Inilah yang menjadi persoalan ketika terjadi saat seseorang sedang berpuasa.
Menahan Amarah, Ciri Orang Bertakwa
Seperti yang dikutip dari penjelasan Sulhani Hermawan, M.Ag., dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Surakarta, Islam secara tegas menganjurkan umatnya untuk menahan amarah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam terjemahan Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 133–134 berikut ini:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Ayat ini menegaskan bahwa menahan amarah adalah salah satu karakter utama orang bertakwa, terlebih ketika sedang menjalankan ibadah puasa.
Apakah Marah Membatalkan Puasa?
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah marah dapat membatalkan puasa. Menurut Sulhani, marah tidak membatalkan puasa secara hukum, selama tidak disertai hal-hal yang memang membatalkan puasa.
Namun, marah yang tidak terkendali dapat menghilangkan nilai dan pahala puasa. Puasa tetap sah, tetapi bisa jadi seseorang tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus.
Seperti yang dikutip dari penjelasan Solihin, “Amarah merupakan api nafsu yang kalau dituruti dan tidak terkendali menjadi sebab rusaknya banyak hal.”
Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar dan Haus
Islam menegaskan bahwa esensi puasa jauh lebih dalam. Hal ini ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW berikut:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ الصِّيَامُ مِنْ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ فَقَطْ، الصِّييَامُ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ
Artinya:
“Rasulullah SAW bersabda, puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum saja, puasa adalah menahan diri dari perkataan sia-sia dan keji.” (HR Baihaqi dan Al-Hakim).
Hadis ini menjadi pengingat bahwa amarah yang berujung pada ucapan buruk sangat berpotensi menggerus pahala puasa.
Cara Mengendalikan Marah Saat Puasa
Agar puasa tetap bernilai ibadah sempurna, Islam juga memberikan solusi saat amarah muncul. Salah satunya adalah dengan berwudu, berdzikir, dan mengingat Allah SWT. Hal ini sebagaimana hadis berikut:
Artinya:
“Sesungguhnya marah itu perbuatan setan, dan setan itu diciptakan dari api, dan sesungguhnya api itu hanya dapat dipadamkan dengan air. Karena itu, apabila seseorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwudu.” (HR. Abu Daud).
Puasa tapi sering marah tidak membatalkan puasa, namun sangat berpotensi mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa. Oleh karena itu, menahan amarah menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah Ramadan. Dengan menjaga lisan, emosi, dan perilaku, puasa tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga bernilai tinggi di sisi Allah SWT.
Referensi: https://www.detik.com/jateng/berita/d-7239422/hukum-marah-saat-berpuasa-apakah-mengurangi-pahala-puasa



No Comment! Be the first one.