Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah baligh dan memenuhi syarat. Selama berpuasa, umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, di tengah pelaksanaannya, sering muncul pertanyaan penting: puasa tapi tidak sholat, apakah tetap dapat pahala?
Daftar Isi
Pertanyaan ini cukup sering muncul karena pada praktiknya masih ada sebagian orang yang berpuasa, tetapi meninggalkan sholat wajib. Untuk menjawab hal tersebut, perlu dipahami bagaimana pandangan ulama terkait hubungan antara puasa dan sholat dalam Islam.
Puasa Sah, Tapi Bagaimana dengan Pahalanya?
Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Fatihun Nada, menjelaskan bahwa puasa tetap sah meskipun seseorang tidak melaksanakan sholat wajib. Artinya, secara hukum fikih, puasa Ramadhan yang dijalankan tetap dianggap sah dan tidak perlu diqadha.
Baca Juga : Niat Puasa Qadha Ramadhan, Pengganti Puasa Ramadhan
Namun, seperti dilansir dari MUIDigital, KH Fatihun Nada menegaskan bahwa meskipun sah, meninggalkan sholat dapat menggugurkan pahala puasa.
“Puasa tetap sah meskipun seseorang tidak shalat wajib, tetapi ini akan menggugurkan pahala puasa. Shalat adalah tiang agama, dan jika seseorang meninggalkannya, maka pahala puasa mereka akan berkurang. Puasa hanya dihitung sebagai menahan lapar dan haus saja, tanpa mendapatkan pahala rohani yang seharusnya didapatkan,” ujar KH Fatihun Nada.
Penjelasan ini menegaskan bahwa puasa bukan hanya aktivitas fisik menahan lapar dan dahaga, tetapi juga ibadah yang menuntut ketaatan secara menyeluruh.
Sholat sebagai Penopang Kesempurnaan Puasa
Lebih lanjut, KH Fatihun Nada menjelaskan bahwa sholat merupakan kewajiban pokok dalam Islam yang tidak bisa dipisahkan dari ibadah lainnya. Sholat bukan sekadar ritual, melainkan sarana utama untuk menjaga hubungan antara hamba dan Allah SWT.
Puasa yang dilakukan tanpa disertai sholat wajib akan kehilangan nilai spiritualnya. Meskipun sah secara hukum, puasa tersebut tidak menghadirkan kesempurnaan pahala sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT kepada orang-orang yang bertakwa.
Dengan kata lain, puasa tanpa sholat hanya menyisakan aspek formal ibadah, tanpa makna rohani yang utuh.
Ramadhan, Momentum Memperbaiki Ibadah
Bulan Ramadhan sejatinya menjadi momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah. Tidak hanya puasa, tetapi juga sholat lima waktu, sholat sunnah, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan berbagai amalan kebaikan lainnya.
Jika seseorang berpuasa namun meninggalkan sholat, maka kesempatan besar meraih pahala dan keberkahan Ramadhan menjadi berkurang. Pahala puasa yang seharusnya berlipat ganda bisa tergerus akibat kelalaian dalam menjalankan kewajiban utama.
KH Fatihun Nada kembali menegaskan bahwa kondisi tersebut justru merugikan diri sendiri.
“Puasa tanpa shalat tetap dianggap sah, tetapi tanpa pahala. Puasa Ramadhan adalah momen penting untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan itu hanya bisa terwujud jika seluruh kewajiban agama dilaksanakan dengan sempurna.”
Kesimpulan: Puasa Sah, Pahala Bisa Hilang
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa puasa tapi tidak sholat tetap sah secara hukum, namun pahalanya tidak sempurna bahkan bisa hilang. Sholat adalah fondasi utama ibadah, dan puasa akan mencapai makna tertingginya jika disertai dengan ketaatan menjalankan sholat wajib.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi tentang membangun ketakwaan secara menyeluruh. Karena itu, menjaga sholat lima waktu menjadi kunci agar puasa tidak hanya sah, tetapi juga bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Referensi: https://mui.or.id/baca/berita/rajin-puasa-ramadhan-tapi-meninggalkan-shalat-fardhu



No Comment! Be the first one.