Shalat Sunnah Rawatib: Niat, Tata Cara, Waktu, dan Keutamaan beserta Dalilnya
Shalat sunnah rawatib adalah salah satu ibadah tambahan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Amalan ini dilakukan untuk menyempurnakan shalat fardhu lima waktu. Dengan rutin melaksanakan shalat...
Shalat sunnah rawatib adalah salah satu ibadah tambahan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Amalan ini dilakukan untuk menyempurnakan shalat fardhu lima waktu. Dengan rutin melaksanakan shalat sunnah rawatib, seorang muslim tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. Artikel ini akan membahas pengertian, waktu pelaksanaan, tata cara, niat, serta keutamaan shalat sunnah rawatib secara lengkap.
Daftar Isi
Baca Juga : Panduan Lengkap Tata Cara Mandi Wajib (Junub), Lengkap Niat, Rukun, & Sunnah
Pengertian dan Hukum Shalat Sunnah Rawatib
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu. Jika dilakukan sebelum shalat fardhu disebut qabliyah, sedangkan jika dilakukan setelah shalat fardhu disebut ba’diyah. Hukumnya sunnah, dengan rincian ada yang sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dan ada yang ghairu muakkadah (dianjurkan tetapi tidak sekuat muakkadah).
Waktu Shalat Sunnah Rawatib
Jumlah keseluruhan shalat sunnah rawatib adalah 22 rakaat, terdiri dari:
- 2 rakaat Qobliyah Subuh
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR. Bukhari no. 1182, Muslim no. 724)
- 4 rakaat qabliyah Zhuhur dan 4 rakaat ba’diyah Zhuhur
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak meninggalkan empat rakaat sebelum Zhuhur dan dua rakaat setelahnya.” (HR. Bukhari no. 1183)
- 4 rakaat qabliyah Ashar
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Semoga Allah merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi; dinilai hasan oleh Al-Albani)
- 2 rakaat qabliyah Maghrib dan 2 rakaat ba’diyah Maghrib
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:
“Aku hafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sepuluh rakaat: dua rakaat sebelum Subuh, dua rakaat setelah Zhuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya’.” (HR. Bukhari no. 1180, Muslim no. 729)
- 2 rakaat qabliyah Isya’ dan 2 rakaat ba’diyah Isya’
Dari jumlah tersebut, 12 rakaat termasuk sunnah muakkadah: 2 rakaat qabliyah Subuh, 4 rakaat qabliyah Zhuhur, 2 rakaat ba’diyah Zhuhur, 2 rakaat ba’diyah Maghrib, dan 2 rakaat ba’diyah Isya’. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat-shalat sunnah tersebut.
Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib
- Menutupi kekurangan shalat fardhu Shalat sunnah rawatib berfungsi sebagai penyempurna jika ada kekurangan dalam shalat wajib. Allah akan melengkapi kekurangan shalat fardhu dengan amalan sunnah.
- Menghapus dosa dan mengangkat derajat Setiap sujud dalam shalat sunnah menjadi sebab Allah menghapus dosa dan meninggikan derajat seorang hamba.
- Allah membangunkan istana di surga Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang menjaga 12 rakaat sunnah rawatib setiap hari akan dibangunkan istana di surga.
- Jalan menuju surga Hadis lain menegaskan bahwa orang yang konsisten melaksanakan 12 rakaat sunnah rawatib akan dimasukkan ke dalam surga.
Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib
Tata cara shalat sunnah rawatib sama dengan shalat sunnah lainnya:
- Niat di dalam hati
- Takbiratul ihram dan doa iftitah
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek
- Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua dengan tuma’ninah
- Tahiyat akhir dan salam
Shalat dilakukan dua rakaat salam. Jika tertulis 4 rakaat, maka dikerjakan dengan dua kali shalat dua rakaat.
Niat Shalat Sunnah Rawatib
Niat shalat sunnah rawatib cukup dihadirkan dalam hati. Namun sebagian ulama menganjurkan melafalkan niat untuk membantu menghadirkan kesadaran. Contoh niat:
- Qobliyah Subuh: Usholli sunnatas subhi rok’ataini qobliyyatan lillaahi ta’aalaa
(“Aku niat shalat sunnah Subuh dua rakaat sebelum (shalat fardhu Subuh) karena Allah Ta’ala.”)
- Ba’diyah Zhuhur: Usholli sunnatadh dhuhri rok’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’aalaa
( “Aku niat shalat sunnah Zhuhur dua rakaat sesudah (shalat fardhu Zhuhur) karena Allah Ta’ala.”)
- Qobliyah Ashar : Usholli sunnatal ‘ashri rok’ataini qobliyyatan lillaahi ta’aalaa
(“Aku niat shalat sunnah Ashar dua rakaat sebelum (shalat fardhu Ashar) karena Allah Ta’ala.”)
- Ba’diyah Maghrib: Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’aalaa
(“Aku niat shalat sunnah Maghrib dua rakaat sesudah (shalat fardhu Maghrib) karena Allah Ta’ala.”)
- Ba’diyah Isya’: Usholli sunnatal isyaa’i rok’ataini ba’diyyatan lillaahi ta’aalaa
(“Aku niat shalat sunnah Isya dua rakaat sesudah (shalat fardhu Isya) karena Allah Ta’ala.”)
Penutup
Shalat sunnah rawatib adalah amalan ringan namun penuh keutamaan. Ia menyempurnakan shalat fardhu, menghapus dosa, mengangkat derajat, bahkan menjadi jalan menuju surga. Dengan rutin melaksanakannya, seorang muslim akan meraih keberkahan hidup dan kedekatan dengan Allah SWT.
Referensi : https://bersamadakwah.net/shalat-sunnah-rawatib/#google_vignette



No Comment! Be the first one.