Sholat dhuha merupakan ibadah sunnah yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Sayangnya, masih banyak umat Muslim yang belum memahami tata cara pelaksanaannya secara benar. Padahal, sholat ini mudah dikerjakan dan membawa banyak keberkahan. Artikel ini akan memandu kamu secara praktis tentang tata cara sholat dhuha, mulai dari niat, gerakan, bacaan, hingga doa setelah sholat dhuha yang dapat diamalkan sehari-hari.
Daftar Isi
Artikel ini bersumber dari BersamaDakwah.net, sebuah portal islami terpercaya yang menyajikan panduan keagamaan berdasarkan Al-Qur’an dan hadits shahih. Simak panduan lengkapnya agar ibadahmu semakin sempurna.
Niat Sholat Dhuha
Para ulama sepakat bahwa tempat niat adalah di dalam hati. Melafadzkan niat bukanlah syarat sah sholat. Namun menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, melafadzkan niat hukumnya sunnah. Tujuannya untuk membantu hati dalam menghadirkan niat.
Jika kamu ingin melafadzkannya, berikut bacaan niat sholat dhuha lengkap dengan arab dan latinnya:
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala”
Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha
Sebelum membahas tata cara, kamu perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengerjakan sholat dhuha. Waktu sholat dhuha terbentang sejak matahari naik setinggi tombak hingga mendekati waktu zhuhur.
Di Indonesia, rentang waktunya sekitar 20 menit setelah matahari terbit hingga 15 menit sebelum masuk waktu zhuhur. Waktu yang paling utama adalah ketika matahari mulai terasa panas, yaitu sekitar pukul 09.00 WIB untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Tata Cara Sholat Dhuha
Sholat dhuha dikerjakan dengan cara dua rakaat salam, kemudian dua rakaat salam lagi. Jumlah minimalnya adalah dua rakaat. Namun Rasulullah SAW kadang mengerjakan empat rakaat, bahkan pernah mengerjakan delapan rakaat.
Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, beliau meriwayatkan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam.” (HR. Abu Dawud, shahih)
Berikut tata cara sholat dhuha untuk dua rakaat yang perlu kamu ikuti:
Rakaat Pertama
- Niat dalam hati untuk mengerjakan sholat sunnah dhuha dua rakaat
- Takbiratul ihram dengan mengangkat tangan sambil mengucap “Allahu Akbar”
- Membaca doa iftitah (sunnah)
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat atau ayat Al-Qur’an (tidak ada surat khusus yang diwajibkan)
- Ruku’ dengan tuma’ninah sambil membaca tasbih ruku’
- I’tidal dengan tuma’ninah sambil membaca doa i’tidal
- Sujud pertama dengan tuma’ninah sambil membaca tasbih sujud
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah sambil membaca doanya
- Sujud kedua dengan tuma’ninah sambil membaca tasbih sujud
- Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua
Rakaat Kedua
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat atau ayat Al-Qur’an
- Ruku’ dengan tuma’ninah
- I’tidal dengan tuma’ninah
- Sujud pertama dengan tuma’ninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Sujud kedua dengan tuma’ninah
- Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
- Salam dengan menoleh ke kanan dan kiri sambil mengucap “Assalamu’alaikum warahmatullah”
Jika kamu ingin mengerjakan empat rakaat, ulangi tata cara di atas untuk dua rakaat berikutnya. Begitu seterusnya hingga delapan rakaat atau lebih.
Bacaan Sholat Dhuha
Terkait bacaan surat setelah Al-Fatihah, tidak ada hadits shahih yang mewajibkan surat tertentu. Kamu boleh membaca surat atau ayat mana pun dari Al-Qur’an.
Namun di masyarakat berkembang kebiasaan membaca surat Asy-Syams pada rakaat pertama dan surat Adh-Dhuha pada rakaat kedua. Meskipun ada hadits yang menganjurkan hal ini, para ulama menilai hadits tersebut dhaif atau lemah. Tentu kamu tetap boleh mengamalkannya selama tidak meyakini sebagai kewajiban.
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah menyelesaikan sholat dhuha, sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Perlu diketahui bahwa tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah dalam hadits shahih. Kamu boleh berdoa dengan doa apa pun yang baik.
Meski demikian, terdapat satu doa yang sangat populer dan sering dibaca oleh umat Islam setelah sholat dhuha. Doa ini bersumber dari kitab-kitab ulama seperti Syarh Al Minhaj dan I’anatuth Thalibin. Berikut bacaannya lengkap dengan arab, latin, dan artinya:
Arab:
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin:
Alloohumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Alloohumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fayassirhu, wa inkaana harooman fathohhirhu, wa inkaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shoolihiin.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.”
Doa ini sangat baik karena berisi permohonan kelancaran rezeki dari berbagai kemungkinan. Mulai dari rezeki yang masih di langit, di dalam bumi, yang sulit didapat, yang masih haram, maupun yang jauh. Kamu bisa membacanya dengan khusyuk setelah salam.
Kesimpulan
Sholat dhuha adalah ibadah sunnah yang ringan namun memiliki pahala besar. Tata caranya sama seperti sholat sunnah pada umumnya, yaitu dua rakaat salam dengan niat di hati. Jumlah minimalnya dua rakaat, dan bisa ditambah menjadi empat, enam, atau delapan rakaat. Setelah sholat, dianjurkan untuk berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat, terutama kelancaran rezeki dengan doa yang telah disebutkan di atas.
Dengan panduan lengkap ini, diharapkan kamu dapat mengamalkan sholat dhuha dengan benar dan istiqomah. Mulailah dari dua rakaat setiap pagi, rasakan sendiri keberkahan yang Allah berikan dalam hidupmu. Wallahu a’lam bish shawab.
Referensi : https://bersamadakwah.net/sholat-dhuha/



No Comment! Be the first one.