Tata Cara Sholat Idul Fitri: Panduan Lengkap Niat dan Pelaksanaannya
Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkadah yang dilaksanakan umat Muslim di seluruh dunia pada pagi hari raya Idul Fitri. Ibadah ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merayakan...
Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkadah yang dilaksanakan umat Muslim di seluruh dunia pada pagi hari raya Idul Fitri. Ibadah ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, sekaligus sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Namun, karena hanya dilaksanakan setahun sekali, banyak muslim yang lupa atau bingung dengan tata cara pelaksanaannya yang benar.
Artikel ini hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Disusun berdasarkan referensi terpercaya dari NU Online, panduan ini akan membantumu memahami secara lengkap tata cara sholat Idul Fitri sesuai sunnah. Mulai dari pengertian dan sejarahnya, waktu pelaksanaan, niat lengkap dengan teks Arab dan artinya, takbir tambahan beserta bacaan yang dianjurkan, hingga langkah-langkah praktis dari rakaat pertama hingga salam. Dengan memahami panduan ini, kamu bisa melaksanakan sholat Idul Fitri dengan tenang, khusyuk, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Niat Sholat Idul Fitri
Niat merupakan fondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk sholat Idul Fitri. Kamu harus meniatkan dalam hati untuk melaksanakan sholat Idul Fitri bersamaan dengan takbiratul ihram. Disunnahkan melafalkan niat sebelum takbir agar lebih mantap.
Lafal niat sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”
Lafal niat sebagai imam:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini imâman lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah ta’ala.”
Perhatikan perbedaan pada kata “ma’mûman” (sebagai makmum) dan “imâman” (sebagai imam). Pastikan kamu menyesuaikan dengan posisimu saat sholat berjamaah.
Tata Cara Rakaat Pertama
Setelah niat dan takbiratul ihram, ikuti langkah berikut pada rakaat pertama:
-
Membaca doa iftitah seperti sholat biasa
-
Takbir tambahan sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram). Setiap kali mengucapkan “Allâhu akbar” sambil mengangkat tangan
-
Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca lafal berikut:
Opsi 1:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîlâ
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Opsi 2 (lebih pendek):
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
-
Membaca surat Al-Fatihah
-
Disunnahkan membaca surat Al-A’la (setelah Al-Fatihah)
-
Melanjutkan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya seperti sholat biasa
-
Berdiri kembali ke rakaat kedua
Tata Cara Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, lakukan langkah berikut:
-
Setelah takbir untuk berdiri, lakukan takbir tambahan sebanyak 5 kali
-
Di sela-sela takbir, baca lafal yang sama seperti pada rakaat pertama
-
Membaca surat Al-Fatihah
-
Disunnahkan membaca surat Al-Ghasiyah
-
Lanjutkan ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam
Setelah salam, jamaah dianjurkan untuk tetap di tempat dan mendengarkan khutbah Idul Fitri yang disampaikan khatib. Jangan beranjak sebelum khutbah selesai.
Kesimpulan
Sholat Idul Fitri adalah ibadah sunnah muakkadah yang sayang jika dilewatkan. Tata caranya memang sedikit berbeda dari sholat biasa, dengan tambahan takbir 7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua.
Pastikan kamu:
-
Menghafal niat sholat Idul Fitri sesuai posisimu (imam atau makmum)
-
Mengingat jumlah takbir tambahan (7x rakaat pertama, 5x rakaat kedua)
-
Membaca lafal tasbih di sela-sela takbir
-
Tetap mendengarkan khutbah setelah sholat
Dengan memahami panduan ini, kamu bisa melaksanakan sholat Idul Fitri dengan tenang dan khusyuk. Semoga ibadahmu diterima Allah SWT dan mendapatkan keberkahan di hari yang fitri.
Selamat merayakan Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin!
Referensi:
https://nu.or.id/nasional/tata-cara-sholat-idul-fitri-lengkap-dengan-niat-dan-artinya-YnBoy



No Comment! Be the first one.