Mengamalkan Sunah Tidur Nabi: Amalan Ringan, Pahala Besar
Tidur adalah salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada manusia. Dengan tidur, tubuh kembali segar dan pikiran menjadi jernih. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur ibadah...
Tidur adalah salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada manusia. Dengan tidur, tubuh kembali segar dan pikiran menjadi jernih. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur ibadah besar seperti sholat dan puasa, tetapi juga memberikan tuntunan dalam hal sederhana seperti tidur. Sayangnya, banyak sunah tidur yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sering diabaikan oleh sebagian kaum muslimin. Padahal, jika diamalkan, sunah ini membawa banyak manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan. Berikut adalah hal-hal yang dilakukan nabi sebelum dan sesudah bangun tidur.
Daftar Isi
Baca Juga : Doa Bangun Tidur: Arab, Latin dan Beserta Artinya
1. Membersihkan Tempat Tidur dan Membaca Basmalah
Sebelum berbaring, Rasulullah menganjurkan agar kita mengibaskan kasur dengan kain atau tangan, lalu membaca doa. Hal ini bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga bentuk perlindungan diri.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila seseorang dari kalian hendak tidur, maka hendaklah ia mengibaskan di atas tempat tidurnya dengan kain sarungnya. Karena ia tidak tahu apa yang terdapat di atas kasurnya. Lalu mengucapkan doa:
Bismika rabbi wadha’tu janbi wabika arfa’uhu, in amsakta nafsi farhamha, wain arsaltaha fahfazh-ha bima tahfazhu bihi ‘ibadakash-shalihin
Dengan nama-Mu wahai Tuhanku, aku baringkan punggungku dan atas nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan diriku, maka rahmatilah aku. Jika Engkau melepaskannya, maka jagalah sebagaimana Engkau menjaga hamba-Mu yang saleh.” (HR. Bukhari no. 6320)
2. Berwudu Sebelum Tidur
Tidur dalam keadaan suci memiliki keutamaan besar. Rasulullah bersabda bahwa orang yang tidur setelah berwudu akan didoakan malaikat agar diampuni dosanya. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesucian sebelum beristirahat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudulah seperti wudu untuk salat. Kemudian berbaringlah di sisi kanan tubuhmu.” (HR. Bukhari no. 6311)
Selain itu, Rasulullah juga menjelaskan keutamaannya:
“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bermalam bersamanya di dalam pakaiannya. Ia tidak akan bangun kecuali malaikat berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena ia tidur dalam keadaan suci.’” (HR. Thabrani dan Ibnu Hibban, dinilai hasan lighairihi oleh Al-Albani)
3. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Nabi selalu membaca tiga surah ini, meniupkan ke telapak tangan, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh sebelum tidur. Amalan ini menjadi benteng dari gangguan syaitan dan penyakit hati.
hadis sahih riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak tidur setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniupnya dan membaca: Qul huwallahu ahad, Qul a’udzu birabbil falaq, dan Qul a’udzu birabbinnas. Kemudian beliau mengusapkan kedua tangannya ke bagian tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali.”(HR. Bukhari no. 5017, Tirmidzi no. 3402)
4. Zikir Sebelum Tidur
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah mengajarkan membaca takbir 34 kali, tahmid 33 kali, dan tasbih 33 kali sebelum tidur ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menasihati beliau dan Fatimah radhiyallahu ‘anha yang berbunyi :
“Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kalian minta? Jika kalian hendak tidur, maka bacalah takbir (Allahu Akbar) 34 kali, tahmid (Alhamdulillah) 33 kali, dan tasbih (Subhanallah) 33 kali. Itu lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pembantu.” (HR. Bukhari no. 5361, Muslim no. 2727)
Selain itu, terdapat pula anjuran membaca Ayat Kursi sebelum tidur:
“Jika kamu hendak berbaring di tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi. Maka Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi.” (HR. Bukhari)
5. Meletakkan Tangan di Pipi dan Membaca Doa
Rasulullah biasa meletakkan tangan kanan di pipi lalu berdoa memohon perlindungan dari azab Allah. Amalan sederhana ini mengingatkan kita akan kehidupan akhirat bahkan di saat hendak tidur.
hadis sahih riwayat Hafshah radhiyallahu ‘anha: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, lalu membaca doa:
Allâhumma qinî ‘adzâbaka yauma tab‘atsu ‘ibâdaka
(Ya Allah, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu).” (HR. Abu Dawud no. 5045, dinilai sahih oleh Al-Albani; dalam riwayat At-Tirmidzi disebutkan dibaca tiga kali)
6. Menghadapi Mimpi Buruk
Baca Juga : Adab ketika Bermimpi dalam Islam: Panduan dari Sunnah Nabi Muhammad ﷺ
Jika mengalami mimpi yang tidak menyenangkan, Nabi menganjurkan untuk segera bangun, salat, dan tidak menceritakannya. Cara lain adalah meludah ke arah kiri tiga kali, berdoa meminta perlindungan, dan mengubah posisi tidur. Beliau bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang tidak disukai, hendaklah ia bangun lalu salat, dan jangan menceritakannya kepada orang lain.” (HR. Bukhari no. 7017, Muslim no. 2263)
Dalam riwayat lain, Nabi memberikan tuntunan tambahan:
“Jika salah seorang di antara kalian melihat mimpi yang tidak disukai, hendaklah ia meludah ke arah kiri tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi itu sebanyak tiga kali, dan mengubah posisi tidurnya.” (HR. Muslim)
7. Zikir Saat Terbangun di Tengah Malam
Barangsiapa yang bangun lalu berzikir dengan doa yang diajarkan Nabi, maka doanya akan dikabulkan. Jika ia berwudu dan salat, ibadahnya akan diterima. Ini menunjukkan betapa besar peluang doa di waktu malam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang terbangun di malam hari lalu mengucapkan:
Lâ ilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alâ kulli syai’in qadîr. Alhamdulillâh, Subhânallâh, Lâ ilâha illallâh, Allâhu Akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh.
(“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”)
Kemudian ia berdoa: ‘Allâhumma ighfir lî’ ( “Ya Allah, ampunilah aku.”)
atau berdoa dengan doa lain, maka doanya akan dikabulkan. Jika ia berwudu lalu salat, maka salatnya akan diterima.” (HR. Bukhari no. 1154)
Sunnah Saat Bangun Tidur
Ada Empat amalan penting ketika bangun tidur:
- Membaca do’a bangun tidur
Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan:
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbaring di malam hari, beliau membaca: Allâhumma bismika amûtu wa ahyâ (Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup). Dan ketika bangun beliau membaca: Alhamdulillâh alladzî ahyânâ ba’da mâ amâtanâ wa ilaihin-nusyûr (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Memasukkan air ke hidung tiga kali karena setan bermalam di rongga hidung.
Rasulullah bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidur, hendaklah ia menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya sebanyak tiga kali. Karena setan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Muslim no. 238)
- Mencuci tangan tiga kali sebelum menyentuh wadah air, sebab kita tidak tahu di mana tangan berada saat tidur.
Rasulullah bersabda:
“Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana sebelum mencucinya tiga kali. Karena ia tidak tahu di mana tangannya berada ketika tidur.” (HR. Muslim no. 278)
- Berwudu dan Bersiwak
Bangun tidur dianjurkan untuk berwudu agar menghilangkan rasa malas, serta menggunakan siwak sebagai bentuk kebersihan mulut dan mengikuti sunnah Nabi.Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidaklah tidur malam atau siang, lalu bangun, melainkan beliau bersiwak sebelum berwudu.” (Sunan Abi Dawud no. 52)
Penutup
Sunah-sunah tidur ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk kasih sayang Allah agar umat Islam hidup sehat, tenang, dan selalu dalam perlindungan-Nya. Menghidupkan sunah berarti meneladani Nabi dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal yang sederhana seperti tidur.
Referensi : https://muslim.or.id/87516-sunah-sunah-tidur-yang-sering-dilalaikan-sebagian-kaum-muslimin.html



No Comment! Be the first one.