Adab ketika Bermimpi dalam Islam: Panduan dari Sunnah Nabi Muhammad ﷺ
Mimpi adalah bagian dari kehidupan manusia yang sering membawa rasa bahagia atau sebaliknya, rasa takut. Islam memberikan tuntunan jelas tentang bagaimana seorang muslim menyikapi mimpi, baik mimpi...
Mimpi adalah bagian dari kehidupan manusia yang sering membawa rasa bahagia atau sebaliknya, rasa takut. Islam memberikan tuntunan jelas tentang bagaimana seorang muslim menyikapi mimpi, baik mimpi yang indah maupun mimpi yang buruk. Rasulullah melalui hadits-hadits sahih telah mengajarkan adab bermimpi agar seorang muslim tetap tenang, bersyukur, dan terhindar dari gangguan setan.
Daftar Isi
Mimpi Baik: Nikmat dari Allah
Rasulullah menegaskan bahwa mimpi yang baik berasal dari Allah. Bila seorang muslim bermimpi sesuatu yang menyenangkan, hendaknya ia:
- Mengucapkan Alhamdulillah sebagai bentuk syukur.
- Menceritakan mimpi tersebut hanya kepada orang yang ia percayai atau cintai.
- Menyadari bahwa mimpi baik adalah kabar gembira dari Allah, bahkan disebut sebagai bagian dari tanda kenabian.
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
الرُّؤْيَا الحَسَنَةُ مِنَ الله، فَإذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ، فَلا يُحَدِّثْ بِهِ إلَّا مَنْ يُحِبُّ
“Mimpi yang baik berasal dari Allah. Jika salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang disukainya, maka janganlah ia menceritakannya kecuali kepada orang yang ia cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mimpi Buruk: Gangguan dari Setan
Sebaliknya, mimpi buruk berasal dari setan. Rasulullah ﷺ memberikan tuntunan agar tidak panik dan tidak menceritakannya kepada orang lain. Langkah yang dianjurkan adalah:
- Meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali.
- Membaca doa perlindungan: A’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk) sebanyak tiga kali.
- Mengubah posisi tidur.
- Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk bangun dan melaksanakan shalat.
Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang ia benci, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari keburukannya dan dari keburukan setan, meludah ke kiri tiga kali, dan jangan menceritakannya kepada siapapun. Niscaya mimpi itu tidak akan membahayakannya.” (HR. Bukhari no. 7044, Muslim no. 2261)
Mimpi Bertemu Rasulullah
Salah satu mimpi yang paling mulia adalah bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ. Dalam hadits sahih, beliau bersabda:
“Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia telah melihatku, karena setan tidak dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ini menunjukkan bahwa mimpi bertemu Nabi adalah mimpi yang benar dan membawa keberkahan.
Larangan Menceritakan Mimpi Permainan Setan
Rasulullah juga melarang menceritakan mimpi yang jelas-jelas merupakan permainan setan. Dalam riwayat Jabir radhiyallahu ‘anhu, seorang laki-laki bermimpi kepalanya dipenggal, lalu Nabi ﷺ bersabda:
“Apabila setan mempermainkan salah seorang di antara kalian dalam tidurnya maka janganlah ia menceritakannya kepada siapapun.” (HR. Muslim).
Kesimpulan
Islam mengajarkan adab bermimpi dengan jelas:
- Mimpi baik: syukuri, ceritakan kepada orang yang dipercaya, dan jadikan sebagai kabar gembira.
- Mimpi buruk: jangan diceritakan, berlindung kepada Allah, ubah posisi tidur, atau bangun untuk shalat.
- Mimpi bertemu Nabi ﷺ: adalah mimpi yang benar, karena setan tidak bisa menyerupaikan beliau.
Dengan mengikuti sunnah ini, seorang muslim dapat menjaga hati, memperkuat iman, dan terhindar dari gangguan setan.
Referensi : https://almanhaj.or.id/84779-adab-bermimpi.html



No Comment! Be the first one.