Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam biasanya mulai mempersiapkan berbagai amalan terbaik di bulan Zulhijah. Salah satu yang paling dianjurkan adalah puasa Arafah. Namun di sisi lain, tidak sedikit yang masih memiliki utang puasa Ramadan (qadha).
Daftar Isi
- Hukum Menggabungkan Puasa Arafah dengan Qadha Ramadan
- 1. Niat Wajib Harus Didahulukan
- 2. Pahala Sunnah Bersifat Ikutan
- 3. Tidak Semua Ulama Sepakat
- 4. Kondisi Tertentu Bisa Menjadi Solusi
- Bagaimana Cara Niat Puasa Gabungan?
- Niat Puasa Qadha Ramadan
- Niat Puasa Arafah
- Waktu Pelaksanaan Puasa Arafah
- Kesimpulan
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah puasa Arafah bisa digabung dengan hutang puasa Ramadhan? Apakah sah secara syariat, dan bagaimana dengan pahala yang didapatkan? mengutip Prudential Syariah, berikut penjelasan lengkap yang perlu kita pahami.
Hukum Menggabungkan Puasa Arafah dengan Qadha Ramadan
Dalam kajian fikih, pembahasan mengenai penggabungan niat puasa wajib (qadha Ramadan) dengan puasa sunnah seperti Arafah termasuk dalam konsep tasyriik an-niyyah (menggabungkan niat dalam satu ibadah).
Menurut penjelasan dari Nahdlatul Ulama, menggabungkan puasa Arafah dengan qadha Ramadan hukumnya sah, selama niat utamanya adalah puasa qadha sebagai kewajiban. Artinya, dari sisi hukum fikih:
- Kewajiban qadha tetap dianggap terpenuhi
- Puasa yang dilakukan tetap sah secara syariat
Lebih lanjut, sebagian ulama menyebut bahwa pelaku juga berpeluang mendapatkan pahala puasa sunnah Arafah. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Jalaluddin As-Suyuti dalam karya-karyanya, bahwa jika seseorang berpuasa dengan niat qadha, lalu bertepatan dengan hari yang memiliki keutamaan (seperti Arafah), maka ia tetap bisa memperoleh keutamaan hari tersebut.
Namun, penting untuk kita pahami beberapa poin berikut agar tidak salah persepsi:
1. Niat Wajib Harus Didahulukan
Dalam penggabungan ini, niat puasa qadha menjadi prioritas karena hukumnya wajib. Sedangkan puasa Arafah hanya bersifat sunnah.
2. Pahala Sunnah Bersifat Ikutan
Pahala puasa Arafah tidak berdiri sebagai niat utama, melainkan mengikuti (tabi’) dari pelaksanaan puasa qadha.
3. Tidak Semua Ulama Sepakat
Sebagian ulama lain berpendapat bahwa menggabungkan niat tidak memberikan keutamaan puasa Arafah secara sempurna. Oleh karena itu, mereka menganjurkan untuk memisahkan keduanya jika memungkinkan.
4. Kondisi Tertentu Bisa Menjadi Solusi
Bagi kita yang
- Memiliki banyak utang puasa
- Waktu terbatas sebelum Ramadan berikutnya
- Ingin tetap mendapatkan momentum Arafah
Maka menggabungkan niat bisa menjadi solusi praktis tanpa meninggalkan kewajiban utama.
Bagaimana Cara Niat Puasa Gabungan?
Dalam praktiknya, kita cukup mendahulukan niat puasa qadha, lalu boleh menyertakan niat puasa Arafah.
Niat Puasa Qadha Ramadan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi ramadhana lillāhi ta‘ālā
Artinya: Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta‘ālā
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.
Kedua niat ini cukup kita hadirkan dalam hati, tanpa harus dilafalkan panjang.
Waktu Pelaksanaan Puasa Arafah
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, satu hari sebelum Idul Adha.
Mengacu pada kalender dari Kementerian Agama Republik Indonesia:
- Idul Adha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026
- Puasa Arafah 2026 diperkirakan pada 26 Mei 2026
Namun, tanggal ini masih bersifat perkiraan dan menunggu hasil sidang isbat.
Baca Juga : Jadwal Puasa Arafah 2026, Niat dan Tata Cara Menjalankanya
Kesimpulan
Jadi, puasa Arafah bisa digabung dengan hutang puasa Ramadhan dan tetap sah secara syariat. Kita tetap dapat menunaikan kewajiban qadha sekaligus meraih keutamaan puasa Arafah, meskipun tidak semua ulama memandang pahalanya sama seperti puasa sunnah murni.
Memahami hal ini akan membantu kita menjalankan ibadah dengan lebih tenang, tepat, dan sesuai tuntunan.
https://www.prudentialsyariah.co.id/id/wujudkan-keberkahan/article/hukum-puasa-Arafah-digabung-dengan-qadha-ramadan/



No Comment! Be the first one.