Khitan adalah salah satu sunnah fitrah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, tidak semua orang memahami hukum, waktu terbaik, dan tata caranya dengan benar.
Melalui panduan ini, kita akan memahami khitan secara lengkap berdasarkan dalil dan penjelasan ulama.
Daftar Isi
Pengertian Khitan dalam Islam
Khitan bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari ajaran Islam yang memiliki dasar kuat. Kita melakukannya sebagai bentuk mengikuti fitrah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa khitan termasuk sunnah fitrah yang sangat ditekankan. Bahkan, sebagian ulama berpendapat hukumnya wajib, khususnya bagi laki-laki.
Pendapat ini juga dinukil dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama lainnya. Mereka menyatakan bahwa khitan bagi laki-laki bersifat wajib. Hal ini menunjukkan pentingnya amalan ini dalam Islam.
Dalil Anjuran Khitan
Khitan memiliki dasar yang jelas dalam hadis Nabi SAW. Amalan ini termasuk dalam lima perkara fitrah yang dianjurkan dalam Islam.
Rasulullah SAW bersabda:
الفِطْرَةُ خَمْسٌ – يَعْنِي السُّنَّةَ خَمْسٌ – الخِتَانُ، وَالاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الأَظْفَارِ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَنَتْفُ الإِبْطِ
“Sunnah fitrah ada lima: khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencukur kumis, dan mencabut rambut ketiak.”(HR. Bukhari No. 5889, Muslim No. 257)
Hadis ini menunjukkan bahwa khitan adalah bagian dari fitrah manusia. Para ulama bahkan menyebutnya sebagai sunnah fitrah yang paling ditekankan.
Tata Cara Khitan yang Dianjurkan
Khitan memiliki tata cara tertentu yang perlu kita pahami. Tujuannya agar pelaksanaannya sesuai syariat dan tidak menimbulkan mudarat.
Syaikh Ibnu Baz menjelaskan bahwa khitan dilakukan dengan memotong kulup yang menutupi kepala zakar hingga terlihat jelas. Orang yang berpengalaman biasanya sudah memahami bagian yang harus dipotong.
Karena itu, khitan sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang ahli. Hal ini penting untuk menjaga keamanan dan kesehatan anak.
Kita juga dianjurkan tidak menunda pelaksanaannya hingga usia baligh. Menyegerakan khitan sebelum baligh adalah hal yang sangat dianjurkan.
Waktu Terbaik Melakukan Khitan
Waktu pelaksanaan khitan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Para ulama memberikan arahan agar kita memilih waktu yang tepat.
Melakukan khitan sejak usia dini lebih utama. Misalnya saat bayi masih menyusui atau beberapa hari setelah lahir, seperti hari ketujuh atau setelahnya.
Pada usia tersebut, proses khitan lebih mudah dan risiko lebih kecil. Anak juga belum terlalu merasakan rasa sakit seperti saat sudah besar.
Namun, jika belum dilakukan di usia bayi, maka tetap wajib menyegerakannya sebelum anak mencapai usia baligh.
Hukum Khitan bagi Laki-Laki dan Perempuan
Dalam Islam, hukum khitan berbeda antara laki-laki dan perempuan. Kita perlu memahami hal ini dengan benar.
Khitan bagi laki-laki sangat ditekankan. Bahkan sebagian ulama berpendapat hukumnya wajib.
Sedangkan bagi perempuan, khitan dihukumi sunnah. Artinya, boleh dilakukan jika ada yang mampu melaksanakannya dengan cara yang benar.
Yang jelas, khitan merupakan bagian dari syariat Islam yang dianjurkan bagi kaum Muslimin.
Penutup
Khitan adalah bagian dari fitrah yang diajarkan dalam Islam. Melalui amalan ini, kita menjaga kesucian diri dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Semoga kita dimudahkan untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan benar. Semoga setiap anak yang dikhitan tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan sehat. Aamiin.
Sumber: https://muslim.or.id/29239-khitan-sunat-disyariatkan-dalam-islam.html



No Comment! Be the first one.