Doa Buka Puasa Menurut Muhammadiyah
Puasa Ramadan sebentar lagi memasuki puncaknya, dan jutaan Muslim di Indonesia serta dunia tengah mempersiapkan diri menyambut waktu berbuka. Salah satu momen paling penting saat berbuka adalah...
Puasa Ramadan sebentar lagi memasuki puncaknya, dan jutaan Muslim di Indonesia serta dunia tengah mempersiapkan diri menyambut waktu berbuka. Salah satu momen paling penting saat berbuka adalah membaca doa yang tepat bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari ibadah yang memiliki dasar kuat dalam ajaran Nabi Muhammad SAW. Bagi masyarakat yang mengikuti panduan organisasi Islam besar Muhammadiyah, terdapat penekanan khusus pada lafadz doa buka puasa yang sesuai dengan hadis sahih.
Daftar Isi
Mengapa Doa Berbuka Puasa Penting?
Berbuka puasa bukan hanya soal mengakhiri rasa lapar dan dahaga setelah seharian menahan diri. Bagi umat Islam, waktu berbuka adalah saat yang sangat mustajab untuk berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa orang yang berpuasa ketika waktu berbuka tiba termasuk salah satu doa yang tidak tertolak, sehingga ini dianggap momen istimewa untuk menyampaikan hajat dan syukur kepada-Nya.
Lafadz Doa Buka Puasa Menurut Muhammadiyah
Dilansir dari sumber muslim.okezone.com, Doa buka puasa menurut panduan Muhammadiyah berbunyi sebagai berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan insya Allah mendapatkan pahala.”
Ini adalah bentuk doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa, diucapkan segera setelah adzan Maghrib atau sebelum menyantap makanan. Doa ini menekankan pengakuan bahwa puasa yang dijalankan telah selesai dengan nikmat dan bahwa pahala puasa tersebut adalah harapan yang dipanjatkan kepada Allah SWT.
Kapan Waktu yang Dianjurkan Membacanya?
Menurut panduan yang sering dirujuk oleh organisasi-organisasi Islam di Indonesia termasuk Muhammadiyah, doa ini sebaiknya dibaca:
- Tepat setelah adzan Maghrib berkumandang, sebelum menyantap makanan.
- Dalam hati atau dilafalkan dengan suara lirih, untuk menunjukkan kekhusyukan dan rasa syukur.
- Ketika tangan telah siap untuk berbuka, sebagai bentuk memulai ibadah berbuka yang benar.
Waktu berbuka puasa sendiri ditandai oleh terbenamnya matahari, sebagaimana yang dipraktikkan dalam tradisi iftar di berbagai komunitas Muslim dunia.
Manfaat Spiritual dari Doa Berbuka Puasa
Membaca doa buka puasa dengan penuh penghayatan membawa beberapa manfaat penting bagi kehidupan spiritual seorang Muslim:
- Menguatkan hubungan dengan Allah SWT, sebagai bentuk rasa syukur atas kemampuan menunaikan puasa seharian penuh.
- Memperkuat kesadaran bahwa rezeki berbuka adalah nikmat Allah, bukan sekadar makanan biasa.
- Mengabadikan sunnah Nabi Muhammad SAW, sehingga ibadah Ramadan menjadi lebih mendalam dan terarah.
- Meningkatkan rasa bangga terhadap tradisi ajaran Islam yang terukur, khususnya dalam komunitas yang mengikuti pedoman Muhammadiyah.
Kesimpulan
Doa buka puasa menurut Muhammadiyah adalah doa yang bersumber dari hadis sahih, menekankan pada pengalaman fisik puasa yang telah selesai dan harapan pahala dari Allah SWT. Doa ini bukan sekadar ritual, tetapi bagian penting dari ibadah Ramadan yang menghubungkan fisik dan spiritual seseorang. Dengan memahami dan mengamalkan doa ini sesuai tuntunan, waktu berbuka puasa menjadi lebih bermakna dan mendekatkan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Sumber
https://muslim.okezone.com/read/2025/03/12/618/3121761/berikut-doa-buka-puasa-nu-dan-muhammadiyah-arab-latin-serta-artinya



No Comment! Be the first one.