Doa Iftitah Sholat Subuh Menurut NU dan Muhammadiyah Lengkap Arab, Latin dan Arti
Doa iftitah adalah pembuka dalam sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram. Dalam praktiknya, NU dan Muhammadiyah memiliki beberapa pilihan bacaan yang bersumber dari hadis sahih. Perbedaan ini...
Doa iftitah adalah pembuka dalam sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram. Dalam praktiknya, NU dan Muhammadiyah memiliki beberapa pilihan bacaan yang bersumber dari hadis sahih. Perbedaan ini tidak mengurangi makna, karena semuanya mengarah pada pujian dan penghambaan kepada Allah SWT.
Daftar Isi
Pengertian Doa Iftitah dalam Sholat
Mengutip Detik.com, Doa iftitah merupakan dzikir pembuka sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah. Doa ini juga dikenal dengan istilah doa istiftah atau doa tsana’.
Dalam buku Ragam Doa Iftitah karya Muhammad Saiyid Mahadhir, dijelaskan bahwa doa ini dibaca dalam sholat wajib maupun sunnah, baik sendiri maupun berjamaah. Imam maupun makmum sama-sama dianjurkan membacanya.
Kita memahami bahwa doa ini menjadi bentuk awal komunikasi seorang hamba kepada Allah sebelum memasuki inti ibadah sholat.
Bacaan Doa Iftitah NU (Arab, Latin, Arti)
Versi NU yang populer menggabungkan pujian dan pengakuan ketundukan kepada Allah.
Arab:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا
وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Latin:
Allahu akbar kabiraw walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw wa ashila.
Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan musliman wa ma ana minal musyrikin.
Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.
Arti:
“Allah Maha Besar, segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah pagi dan petang.
Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam keadaan lurus dan berserah diri.
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam.”
Bacaan Doa Iftitah Muhammadiyah (Arab, Latin, Arti)
Versi Muhammadiyah menekankan permohonan agar dijauhkan dari dosa.
Arab:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ
كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا
كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Latin:
Allahumma ba’id baini wa baina khatayaya kama ba’adta bainal masyriqi wal maghrib.
Allahumma naqqini minal khataya kama yunaqqats tsaubul abyadu minad danas.
Allahummagh-sil khataya bil ma’i wat tsalji wal barad.
Arti:
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat.
Bersihkan aku dari dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran.
Cucilah dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun.”
Hukum Membaca Doa Iftitah
Para ulama sepakat bahwa doa iftitah hukumnya sunnah. Artinya, jika tidak dibaca, sholat tetap sah.
Namun, membacanya tetap dianjurkan karena termasuk sunnah Nabi Muhammad. Doa ini bisa dibaca oleh imam maupun makmum, baik laki-laki maupun perempuan.
Waktu Membaca Doa Iftitah dalam Sholat Subuh
Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al-Fatihah. Dalam sholat Subuh, posisinya sama seperti sholat lainnya.
Kita dianjurkan membacanya dengan tenang sebelum masuk ke bacaan inti sholat. Jika lupa, sholat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi.
Penutup
Doa iftitah menjadi pembuka yang penuh makna dalam sholat Subuh. Baik versi NU maupun Muhammadiyah, semuanya mengajarkan ketundukan dan pembersihan diri kepada Allah.
Dengan membiasakan membacanya, kita melatih hati untuk lebih khusyuk sejak awal sholat dimulai.
Semoga kita termasuk hamba yang menjaga sholat dengan sempurna dan penuh kekhusyukan.
Sumber: https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-7592133/bacaan-doa-iftitah-muhammadiyah-dan-nu-lengkap-hukum-membacanya



No Comment! Be the first one.