Doa qunut Subuh adalah salah satu amalan sunnah yang banyak diamalkan dalam sholat Subuh, khususnya menurut mazhab Syafi’i. Doa ini dibaca dengan khusyuk pada rakaat kedua setelah i’tidal, sebelum sujud. Isinya berisi permohonan petunjuk, keselamatan, dan perlindungan kepada Allah.
Daftar Isi
Pengertian Doa Qunut
Dilansir dari laman Nu Jabar, Doa qunut adalah doa yang dibaca dalam sholat pada posisi tertentu, yaitu setelah i’tidal. Dalam praktik yang paling dikenal, qunut dibaca pada sholat Subuh.
Mayoritas ulama, khususnya dalam mazhab Syafi’i, menjelaskan bahwa qunut Subuh termasuk sunnah muakkadah. Artinya, sangat dianjurkan untuk diamalkan secara rutin, meskipun tidak membatalkan sholat jika ditinggalkan.
Bacaan Doa Qunut Subuh
Arab
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin
Allahummahdini fîman hadait, wa ‘afini fîman ‘afait, wa tawallani fîman tawallait, wa barik li fîma a‘thait, wa qini syarra ma qadhait.
Fa innaka taqdhî wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yadzillu man wâlait, wa la ya’izzu man ‘âdait.
Tabarakta rabbana wa ta‘alait, falakal hamdu ‘ala ma qadhait, wa astaghfiruka wa atubu ilaik.
Artinya
“Ya Allah, tunjukilah kami sebagaimana orang yang Engkau beri petunjuk.
Sehatkanlah kami sebagaimana orang yang Engkau beri kesehatan.
Lindungilah kami sebagaimana orang yang Engkau lindungi.
Berkahilah kami pada apa yang Engkau berikan.
Dan lindungilah kami dari keburukan ketetapan-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu.
Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.
Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau.
Segala puji bagi-Mu atas segala ketetapan-Mu.
Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Hukum Membaca Doa Qunut
Hukum membaca doa qunut Subuh adalah sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama, terutama dalam mazhab Syafi’i.
Dasarnya adalah beberapa riwayat sahih, salah satunya dari Anas bin Malik RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ terus membaca qunut dalam sholat Subuh hingga wafat (HR. Ahmad, Baihaqi).
Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadis-hadis tentang qunut Subuh dinilai shahih dan menjadi dasar kuat amalan ini.
Waktu Membaca Doa Qunut
Doa qunut dibaca pada rakaat kedua sholat Subuh, tepatnya setelah i’tidal dan sebelum sujud.
Saat membaca qunut, tangan diangkat seperti berdoa dengan penuh kekhusyukan. Dalam sholat berjamaah, imam dianjurkan menggunakan lafaz jamak seperti “ihdina” (kami), bukan “ihdini” (aku), agar doa mencakup seluruh makmum yang ikut sholat.
Penutup
Doa qunut Subuh mengajarkan kita untuk selalu bergantung kepada Allah dalam setiap keadaan. Kita memohon petunjuk, perlindungan, dan kebaikan hidup hanya kepada-Nya.
Dengan membiasakan membaca qunut, kita belajar untuk selalu merasa membutuhkan Allah dalam setiap langkah kehidupan.
Sumber: https://jabar.nu.or.id/doa/doa-qunut-shalat-subuh-lengkap-dengan-artinya-DFO46



No Comment! Be the first one.