Kisah Nabi Idris AS: Silsilah, Dakwah, dan Diangkat ke Langit
Nabi Idris AS merupakan sosok istimewa dalam sejarah kenabian. Ia adalah keturunan keenam Nabi Adam dan menjadi nabi pertama yang diutus setelah Adam AS. Berbagai keistimewaan dianugerahkan...
Nabi Idris AS merupakan sosok istimewa dalam sejarah kenabian. Ia adalah keturunan keenam Nabi Adam dan menjadi nabi pertama yang diutus setelah Adam AS. Berbagai keistimewaan dianugerahkan kepadanya, termasuk kepandaian dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan menulis, menjahit, serta membaca bintang.
Daftar Isi
- Silsilah dan Kelahiran Nabi Idris
- Keistimewaan dan Keahlian Nabi Idris
- Dakwah Nabi Idris kepada Kaumnya
- Tantangan Dakwah di Babilonia
- Hijrah ke Mesir
- Nasihat dan Kata-Kata Bijak Nabi Idris
- Nabi Idris dalam Al-Qur’an
- QS. Maryam (19): 56-57
- QS. Al-Anbiya’ (21): 85-86
- Peristiwa Diangkatnya Nabi Idris ke Langit
- Nabi Idris dalam Hadits Rasulullah
- Hadits Riwayat Bukhari
- Hadits tentang Profesi Para Nabi
- Kesimpulan
Artikel ini menyajikan secara lengkap perjalanan hidup Nabi Idris, mulai dari silsilah kelahiran, dakwah yang ia jalankan, keahlian yang dimilikinya, hingga peristiwa diangkatnya beliau ke langit sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Seluruh pembahasan disusun berdasarkan riwayat shahih dan sumber-sumber terpercaya.
Silsilah dan Kelahiran Nabi Idris
Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam AS. Ia putra dari Yarid bin Mihla’iel (Mahlail) bin Qinan (Qainan) bin Anusy bin Shiyth (Syits) bin Adam AS. Dengan demikian, Idris menjadi keturunan pertama yang diutus menjadi nabi setelah Nabi Adam.
Dalam agama Yahudi dan Nasrani, Nabi Idris dikenal dengan nama Henokh. Nama aslinya adalah Akhnukh, sementara panggilan Idris diberikan karena beliau sering membaca kitab dan shuhuf (lembaran wahyu) Nabi Adam serta Nabi Syits.
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli sejarah mengenai tempat kelahiran Nabi Idris:
- Pendapat Pertama: Beliau dilahirkan di Mesir, tepatnya di kota Manfis (Memphis). Penduduk setempat menamainya dengan Hirmis al-Haramisah.
- Pendapat Kedua: Beliau dilahirkan dan dibesarkan di Babilonia (Irak), lalu hijrah ke Mesir bersama para pengikutnya.
Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahwa ibu Nabi Idris bernama Asyut.
Keistimewaan dan Keahlian Nabi Idris
Allah SWT menganugerahi Nabi Idris dengan kepandaian dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau dikenal sebagai manusia pertama yang memiliki sejumlah keahlian penting.
Beberapa keistimewaan Nabi Idris:
- Orang pertama yang menulis dengan pena
- Orang pertama yang menjahit pakaian dan memakai baju berjahit (sebelumnya manusia memakai kulit)
- Orang pertama yang mempelajari ilmu perbintangan (astronomi)
- Menguasai ilmu hitung (aritmetika)
- Menerima 30 shuhuf (lembaran wahyu) dari Allah SWT
Selain itu, Nabi Idris juga mewarisi ilmu dari Nabi Syits bin Adam. Allah menghimpun ilmu pengetahuan orang-orang terdahulu pada diri beliau, sehingga ia menjadi sosok yang sangat bijaksana.
Dakwah Nabi Idris kepada Kaumnya
Allah SWT mengutus Nabi Idris kepada anak cucu Qabil yang mulai melupakan ajaran tauhid. Pada masa itu, manusia berbicara dengan 72 bahasa dan telah mampu membangun kota-kota megah. Sebanyak 188 kota berhasil didirikan pada zamannya.
Tantangan Dakwah di Babilonia
Nabi Idris berdakwah menegakkan agama Allah, mengajarkan tauhid, dan memberi pedoman hidup agar pengikutnya selamat dari siksa dunia dan akhirat. Namun, hanya sedikit orang yang mau mengikuti ajarannya. Sebagian besar justru menentang dan menolak seruannya.
Melihat kondisi tersebut, Nabi Idris berniat pindah ke tempat yang lebih banyak penduduknya dan lebih menerima dakwah, yaitu wilayah Mesir.
Hijrah ke Mesir
Nabi Idris memerintahkan seluruh pengikutnya untuk meninggalkan Babilonia. Para pengikutnya sempat ragu dan bertanya, “Bila kita berpindah, tempat manakah yang serupa dengan tempat kita?”
Nabi Idris menjawab dengan penuh keyakinan, “Jika kita berpindah karena Allah, kita akan diberi rezeki yang serupa dengan tempat itu.”
Mereka pun berangkat dan akhirnya sampai di Mesir. Ketika melihat Sungai Nil, Nabi Idris berhenti dan bertasbih memuji Allah. Di Mesir, beliau melanjutkan dakwah menyeru umat manusia menuju jalan Allah.
Nasihat dan Kata-Kata Bijak Nabi Idris
Nabi Idris dikenal sebagai pribadi yang sangat hati-hati dalam berbicara, pendiam, dan berwibawa. Beliau memiliki banyak petuah serta untaian kata-kata indah yang dijadikan pedoman hidup oleh para pengikutnya.
Beberapa nasihat Nabi Idris:
- “Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya, seseorang dikatakan tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.”
- “Kesabaran yang disertai iman kepada Allah akan membawa kemenangan.”
- “Orang yang bahagia adalah orang yang waspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal salehnya.”
- “Janganlah iri hati kepada orang-orang yang nasibnya baik, karena kesenangan yang mereka peroleh sebenarnya sangat sedikit.”
- “Barangsiapa tidak merasa cukup, maka tidak ada sesuatu pun yang membuatnya puas.”
- “Cinta dunia dan cinta akhirat, keduanya tidak akan berkumpul dalam satu hati selamanya.”
Nabi Idris dalam Al-Qur’an
Nama Nabi Idris disebutkan sebanyak dua kali dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surat Maryam dan Surat Al-Anbiya’.
QS. Maryam (19): 56-57
“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.”
QS. Al-Anbiya’ (21): 85-86
“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.”
Peristiwa Diangkatnya Nabi Idris ke Langit
Salah satu keistimewaan terbesar Nabi Idris adalah peristiwa beliau diangkat ke langit oleh Allah SWT. Para ulama memiliki dua pendapat dalam menafsirkan firman Allah “wa rafa’nāhu makānan ‘aliyyā” (Kami mengangkatnya ke tempat yang tinggi).
Dua Pendapat Ulama:
Pendapat Pertama: Makna “tinggi” dalam ayat tersebut adalah kedudukan atau martabat yang tinggi. Allah memuliakan Idris dengan kenabian dan menurunkan 30 shuhuf kepadanya.
Pendapat Kedua: Makna “tinggi” adalah tempat yang sangat tinggi, yaitu langit. Pendapat ini dianggap lebih kuat karena ketinggian yang disandingkan dengan tempat berarti ketinggian tempat, bukan sekadar derajat.
Ibnu Abbas pernah bertanya kepada Ka’ab mengenai ayat tersebut. Menurut Ka’ab, malaikat pencabut nyawa mendatangi Nabi Idris. Nabi Idris pun mengajaknya bicara sampai malaikat menunda pencabutan nyawanya. Lantas malaikat itu membawanya ke langit dengan kedua sayapnya.
Sesampainya di langit keempat, malaikat itu berkata, “Aku sebenarnya diutus mencabut nyawamu di langit keempat. Mendapat perintah demikian itu, aku pun bertanya, ‘Bagaimana caranya, sedangkan dia ada di bumi?!'” Ketika Idris menoleh, malaikat maut menatapnya kemudian mencabut nyawanya di tempat itu.
Nabi Idris dalam Hadits Rasulullah
Kisah Nabi Idris juga disebutkan dalam beberapa hadits shahih, terutama terkait peristiwa Isra’ Mi’raj.
Hadits Riwayat Bukhari:
Diriwayatkan dari Abbas bin Malik, ketika Rasulullah SAW melakukan Mi’raj dan memasuki surga keempat, beliau bertemu dengan Nabi Idris. Jibril berkata, “Ini adalah Idris, berilah dia salam.” Maka aku mengucapkan salam kepadanya dan ia mengucapkan salam kepadaku serta berkata, “Selamat datang saudaraku yang alim dan nabi yang saleh.” (HR. Bukhari no. 3887)
Hadits tentang Profesi Para Nabi:
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Daud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris seorang penjahit, dan Musa adalah penggembala. (HR. Al-Hakim)
Kesimpulan
Nabi Idris AS adalah sosok nabi pilihan yang memiliki banyak keistimewaan. Beliau adalah keturunan keenam Nabi Adam dan menjadi nabi pertama setelah Adam. Allah menganugerahkan kepadanya berbagai keahlian seperti menulis, menjahit, dan ilmu perbintangan.
Dakwahnya menghadapi tantangan berat di Babilonia, sehingga beliau hijrah ke Mesir bersama para pengikutnya. Nabi Idris dikenal dengan kata-kata bijaknya yang menjadi pedoman hidup hingga kini.
Beliau disebut dalam Al-Qur’an sebagai sosok yang sangat mencintai kebenaran dan diangkat ke martabat tinggi. Dalam hadits, namanya diabadikan sebagai salah satu nabi yang ditemui Rasulullah saat Mi’raj di langit keempat.
Semoga kisah Nabi Idris AS bermanfaat bagi kita semua dan dapat mengambil hikmah untuk hidup dalam Islam.
Referensi : https://www.muslimidia.com/2017/03/kisah-nabi-idris-as.html



No Comment! Be the first one.