Kisah Nabi Musa AS, Terbelahnya Laut Merah dan Tenggelamnya Firaun
Kisah Nabi Musa membelah Laut Merah adalah salah satu mukjizat paling agung yang pernah Allah SWT berikan kepada utusan-Nya, Musa AS. Di balik peristiwa yang luar biasa itu, ada perjalanan panjang...
Kisah Nabi Musa membelah Laut Merah adalah salah satu mukjizat paling agung yang pernah Allah SWT berikan kepada utusan-Nya, Musa AS. Di balik peristiwa yang luar biasa itu, ada perjalanan panjang yang penuh dengan perlawanan terhadap kezaliman Firaun yang berujung pada kehancuran dirinya sendiri. Artikel yang di kutip dari detik.com ini mengulas kisah mukjizat Nabi Musa, dari tongkat yang berubah menjadi ular hingga terbelahnya Laut Merah yang menenggelamkan Firaun beserta seluruh bala tentaranya.
Daftar Isi
Nabi Musa AS dan Mukjizat yang Allah Berikan
Nabi Musa AS adalah salah satu dari 25 nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Sebagai utusan Allah SWT, beliau dikaruniai berbagai mukjizat luar biasa yang menjadi bukti nyata kenabian dan kerasulannya. Mukjizat dalam bahasa Arab berasal dari kata a’jaza yang berarti melemahkan atau menjadikan tidak mampu, yakni sesuatu yang tidak bisa ditandingi oleh siapa pun selain atas izin Allah SWT.
Wahyu pertama yang diterima Nabi Musa datang langsung dari Allah SWT. Peristiwa bersejarah itu terjadi di Bukit Thursina, di mana Nabi Musa berdialog langsung dengan Allah SWT. Di sinilah awal mula mukjizat tongkat diberikan kepada beliau, sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Qashash ayat 31:
“Dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala tongkat itu menjadi ular dan Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.”
Baca Juga : Kisah Nabi Musa AS: Tongkat yang Berubah Menjadi Ular di Hadapan Firaun
Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah
Inilah puncak dari kisah Nabi Musa yang paling menakjubkan dan paling banyak dikenang sepanjang sejarah. Firaun yang semakin memerintahkan seluruh tentaranya untuk mengejar Nabi Musa dan para pengikutnya. Kejaran itu berlangsung hingga rombongan Nabi Musa tiba di tepi Laut Merah.
Di sinilah situasi terasa sangat genting. Di depan membentang lautan luas yang tidak bisa diseberangi. Di belakang, bala tentara Firaun terus mendekat dengan cepat. Para pengikut Nabi Musa mulai panik dan kehilangan harapan.
Perintah Allah dan Terbelahnya Laut Merah
Justru di saat paling kritis itulah Allah SWT turun tangan. Beliau menerima wahyu yang tersurat dalam surah Thaha ayat 77:
“Sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, pergilah bersama hamba-hamba-Ku pada malam hari dan pukullah laut itu untuk menjadi jalan yang kering bagi mereka, tanpa rasa takut akan tersusul dan tanpa rasa khawatir akan tenggelam.” (QS. Thaha: 77)
Nabi Musa segera menaati perintah Allah SWT. Beliau memukulkan tongkatnya ke permukaan Laut Merah. Atas kuasa Allah yang Maha Besar, laut itu pun terbelah dan membentuk jalan kering yang bisa dilalui oleh Nabi Musa beserta seluruh pengikutnya.
Tenggelamnya Firaun dan Bala Tentaranya
Nabi Musa dan seluruh pengikutnya bergerak cepat melewati jalan di tengah laut itu hingga selamat tiba di seberang. Firaun dan tentaranya yang terus mengejar tidak mau berhenti. Mereka masuk ke dalam jalan yang sama di tengah lautan.
Begitu seluruh rombongan Nabi Musa telah selamat di seberang, Nabi Musa memukulkan tongkatnya kembali ke laut. Seketika itu juga, Laut Merah kembali menutup dan Firaun beserta seluruh bala tentaranya tenggelam tanpa tersisa satu pun.
Peristiwa agung ini diabadikan oleh Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 50:
“Dan ingatlah, ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan Firaun dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.”
Hikmah dari Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah
Kisah Nabi Musa membelah Laut Merah bukan sekadar peristiwa sejarah yang menakjubkan. Ada pelajaran mendalam yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut hikmah yang bisa kita petik:
- Pertolongan Allah selalu datang tepat waktu. Bukan saat kita menginginkannya, tapi saat kita paling membutuhkannya
- Kezaliman tidak akan bertahan selamanya
- Firaun yang bertahun-tahun menzalimi Bani Israil akhirnya binasa dalam satu malam
- Keberanian lahir dari keyakinan kepada Allah
- Nabi Musa tidak panik menghadapi situasi mustahil karena beliau tahu Allah selalu bersamanya
- Seluruh pengikut Nabi Musa selamat, sementara pasukan kezaliman binasa seluruhnya
Kesimpulan
Kisah Nabi Musa membelah Laut Merah adalah salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah para nabi yang Allah abadikan langsung dalam Al-Qur’an. Dari tongkat yang berubah menjadi ular besar hingga lautan yang terbelah atas perintah Allah, semuanya adalah bukti nyata bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar dari kekuasaan Allah SWT.
Kita bisa mengambil pelajaran bahwa seberapa besar pun tekanan dan rintangan yang menghadang, selama kita berpihak pada kebenaran dan berserah diri kepada Allah, pertolongan-Nya pasti akan tiba. Sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan menenggelamkan Firaun, demikian pula Allah akan selalu membela hamba-Nya yang beriman.
referensi : https://www.detik.com/hikmah/kisah/d-6809327/kisah-nabi-musa-membelah-laut-merah-tenggelamkan-firaun-dan-bala-tentaranya



No Comment! Be the first one.