Dalam ajaran Islam, ada puasa wajib seperti puasa di Bulan Ramadhan dan puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Puasa sunnah memberi pahala bagi yang melaksanakannya, tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan. Puasa sunnah dianjurkan untuk melengkapi ibadah wajib. Manfaat dari puasa sunnah antara lain memperkuat jiwa, menahan diri dari berbuat buruk, mendapatkan cinta dari Allah, dan berbagai keutamaan lainnya yang dimiliki masing-masing jenis puasa sunnah. Berikut macam-macam puasa sunnah beserta waktu pelaksanaannya
Daftar Isi
Pengertian Puasa Sunnah
Puasa sunnah adalah ibadah puasa yang disarankan untuk dilakukan pada waktu-waktu tertentu sebagai pelengkap amalan, serta untuk menyempurnakan ibadah wajib yang lain. Menjalankan puasa sunah adalah salah satu bentuk kepatuhan kepada Allah Swt. , sebab puasa adalah salah satu ibadah yang paling penting. Kemudian apabila dikerjakan akan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan tidak berdosa
Macam Puasa Sunnah dan Waktu Pelaksanaannya
Berikut dibawah ini jenis puasa sunnah beserta waktu dikerjakan yang dicontohkan Rasulullah SAW:
Puasa Senin-Kamis
Dimana melaksanakan puasa pada setiap hari Senin dan Kamis. Sesuai dengan dalil hadits dibawah ini
Hadis Nabi yang diriwayatkan Aisyah ra.:
عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاثْنَتَيْنِ وَالخَمِيسِ (رواه النسائي)
Artinya: “Dari Jubair bin Nufair bahwa Aisyah ra. berkata, bahwa Nabi Saw. memilih berpuasa hari Senin dan Kamis”. (HR. An-Nasa’i)
Puasa Sya’ban
Puasa sunah yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya’ban (Nisfu Sya’ban). Puasa ini menyiapkan jiwa dan tubuh untuk bulan Ramadhan serta menjadi saat dimana amal diterima oleh Allah.
Bacaan niat puasa Nisfu Syaban:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ghadin’an ada’i sunnati Sya’bana lillahi ta’ala
Artinya
“Aku berniat puasa sunah Sya’ban esok hari karena Allah Ta’ala.
Puasa di pertengahan bulan (bulan kamariah)
Puasa di pertengahan bulan (bulan kamariah), yaitu Puasa sunnah yang dilakukan pada Ayyāmul Bīḍ adalah hari-hari yang dikenal sebagai hari putih, yaitu hari di mana bulan cemerlang di malam hari. Umumnya berlangsung pada tanggal 13, 14, dan 15. Dinamakan hari-hari putih karena cahaya bulan di malam hari dan kejelasan sinar matahari di siang hari.
Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi Ta’ala.
Artinya
“Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Puasa 6 Hari Bulan Syawal
Melaksanakan puasa di enam hari pada bulan Syawal setelah hari Raya Idulfitri. Keutamaan puasa Syawal sebagaimana disebutkan dalam Hadis riwayat Abu Ayub, berikut;
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِرًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun.
Puasa Nabi Daud
Yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa, puasa ini disunnahkan menurut kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi Daud.a.s. Hal ini berdasarkan Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, berikut:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ صَوْمُ دَاوُدَ كَانَ يَصُوْمُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا رَوَاهُ الْبُخَارِي وَمُسْلِم)
Artinya: Puasa yang paling utama adalah puasa Nabi Daud. Beliau biasa berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari
Bacaan niat Puasa Daud:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma daawuda sunnatal lillahi ta’ala.
Artinya
“Saya niat puasa daud, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Puasa Tasu’a
Dimana berpuasa pada tanggal 9 Muharram, dengan tujuan untuk mengiringi pelaksanaan puasa sunah pada tanggal 10 Muharram. Puasa sunnah ini dilakukan adalah sebagai pembeda pelaksanaan puasa orang Yahudi yang juga dilakukan pada tanggal 10 Muharram.
Bacaan niat Puasa Tasu’a
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.
Artinya
“Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah Ta’ala.”
Puasa Arafah
Merupakan puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau satu hari sebelum hari Raya Idul Adha.
Berikut bacaan niat puasa Arafah dalam Bahasa Arab, Latin, dan artinya:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya
“Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”
keutamaan puasa Dzulhijjah adalah dilipat gandakan pahalanya. Dalam hadits riwayat Tirmizi, Rasulullah bersabda yang artinya,
“Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan salat malam setara dengan salat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Trmidzi)
Puasa Asyura
Merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Bulan Muharram merupakan urutan bulan yang pertama dalam kalender Hijriyah dan sering disebut dengan tahun baru Islam
Bacaan niat puasa Asyura
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.
Artinya
“Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Sunnah
Berikut beberapa keutamaannya:
- Menjadi amalan yang diperhitungkan di sisi Allah SWT.
- Mencontoh dan mengikuti segala amalan Nabi Muhammad SAW.
- Puasa sunnah membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik.
- Puasa sunnah mengajarkan sabar, taat, dan patuh kepada Allah SWT.
- Mengingat membantu orang yang membutuhkan saat berpuasa sunnah.
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Membersihkan jiwa dan tubuh dari dosa.
Kesimpulan
Itulah macam-macam puasa sunnah yang bisa diamalkan oleh kaum muslim lengkap dengan waktu pelaksanaan serta keutamaannya



No Comment! Be the first one.