Kalender Hijriyah merupakan sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Kalender ini didasarkan pada peredaran bulan (qamariyah) mengelilingi bumi, sehingga berbeda dengan kalender Masehi yang mengikuti peredaran matahari. Dalam satu tahun Hijriyah terdapat 12 bulan dengan jumlah hari sekitar 354 atau 355 hari. Penanggalan Hijriyah memiliki peranan penting dalam kehidupan umat Islam karena menjadi acuan dalam menentukan berbagai ibadah, seperti puasa Ramadan, ibadah haji, serta hari-hari besar Islam lainnya. Kalender ini mulai digunakan sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang kemudian dijadikan sebagai titik awal penanggalan Islam. Setiap bulan dalam kalender Hijriyah memiliki makna dan sejarah tersendiri. Beberapa di antaranya bahkan dianggap sebagai bulan yang memiliki keutamaan khusus.
Daftar Isi
12 Bulan Kalender Hijriyah
Dilansir dari laman Detik Berikut penjelasan mengenai 12 bulan dalam kalender Hijriyah yang penting untuk diketahui:
1. Muharram
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam, yang dikenal sebagai asyhurul hurum atau bulan-bulan suci. Pada bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan dan menghindari perbuatan yang dilarang. Salah satu ibadah yang dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa sunnah, khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan puasa Asyura. Puasa ini memiliki keutamaan besar karena diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil pada tahun sebelumnya.
2. Safar
Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriyah. Pada masa jahiliyah, bulan ini sering dikaitkan dengan berbagai kepercayaan yang dianggap membawa kesialan. Namun dalam ajaran Islam, keyakinan tersebut tidak dibenarkan. Islam mengajarkan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan. Oleh karena itu, umat Islam tetap dianjurkan menjalani kehidupan secara normal di bulan Safar serta memperbanyak doa dan amal kebaikan.
3. Rabiul Awal
Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriyah. Bulan ini sangat dikenal oleh umat Islam karena pada tanggal 12 Rabiul Awal diperingati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang sering disebut sebagai Maulid Nabi. Pada bulan ini banyak umat Islam yang mengadakan kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah, dan pembacaan shalawat untuk mengenang perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam.
4. Rabiul Akhir
Rabiul Akhir atau sering disebut juga Rabiul Tsani adalah bulan keempat dalam kalender Hijriyah. Bulan ini tidak memiliki peristiwa besar yang secara khusus dirayakan oleh umat Islam, tetapi tetap menjadi bagian penting dalam penanggalan Islam. Seperti bulan lainnya, umat Islam dianjurkan untuk terus meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
5. Jumadil Awal
Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriyah. Nama bulan ini berasal dari kata yang berkaitan dengan musim dingin atau kondisi tanah yang kering pada masa penamaan bulan-bulan Arab dahulu. Meskipun tidak ada perayaan khusus dalam bulan ini, umat Islam tetap dianjurkan untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah dan amal saleh.
6. Jumadil Akhir
Jumadil Akhir atau Jumada Tsaniyah merupakan bulan keenam dalam kalender Hijriyah. Bulan ini menjadi penutup dari dua bulan yang memiliki nama serupa, yaitu Jumadil Awal dan Jumadil Akhir. Bagi umat Islam, setiap bulan dalam kalender Hijriyah tetap memiliki nilai spiritual karena menjadi pengingat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
7. Rajab
Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bersama dengan Muharram, Zulkaidah, dan Zulhijah, bulan Rajab termasuk dalam kelompok bulan suci. Banyak umat Islam yang memperbanyak ibadah pada bulan ini, seperti berpuasa sunnah, memperbanyak dzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Rajab juga sering dikaitkan dengan peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
8. Syaban
Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah dan menjadi bulan yang berada tepat sebelum Ramadan. Bulan ini sering dijadikan sebagai waktu untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan. Rasulullah SAW diketahui sering memperbanyak puasa sunnah pada bulan Syaban. Hal ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sebelum memasuki Ramadan.
9. Ramadan
Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah dan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Selain puasa, Ramadan juga menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat tarawih, bersedekah, serta memperbanyak doa dan dzikir.
10. Syawal
Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadan. Di bulan ini juga dianjurkan melaksanakan puasa sunnah enam hari yang dikenal sebagai puasa Syawal. Puasa ini memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang ingin meningkatkan pahala setelah Ramadan.
11. Zulkaidah
Zulkaidah merupakan bulan kesebelas dalam kalender Hijriyah dan termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk menjaga perdamaian dan menghindari konflik. Bulan ini juga menjadi masa persiapan bagi umat Islam yang akan menunaikan ibadah haji pada bulan berikutnya.
12. Zulhijah
Zulhijah merupakan bulan terakhir dalam kalender Hijriyah dan memiliki keutamaan yang sangat besar. Pada bulan ini umat Islam melaksanakan ibadah haji di Makkah. Selain itu, pada tanggal 10 Zulhijah umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha yang ditandai dengan pelaksanaan ibadah kurban. Sepuluh hari pertama bulan ini juga dianggap sebagai waktu yang sangat baik untuk memperbanyak amal ibadah.
Kesimpulan
Kalender Hijriyah memiliki peranan penting dalam kehidupan umat Islam karena menjadi pedoman dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai ibadah. Dalam satu tahun Hijriyah terdapat 12 bulan yang masing-masing memiliki sejarah dan keutamaan tersendiri.
Mulai dari Muharram sebagai bulan pembuka hingga Zulhijah sebagai bulan pelaksanaan ibadah haji, seluruh bulan dalam kalender Islam memberikan pengingat bagi umat Muslim untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan memahami makna dari setiap bulan tersebut, diharapkan umat Islam dapat lebih menghargai waktu serta memanfaatkannya untuk melakukan berbagai amal kebaikan.
Sumber
https://news.detik.com/berita/d-7985347/mengenal-nama-bulan-hijriah-islam-makna-dan-momen-pentingnya



No Comment! Be the first one.