Panduan Singkat Niat dan Cara Salat Tarawih
Bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, salah satunya...
Bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, salah satunya adalah salat Tarawih. Ibadah ini dilakukan pada malam hari setelah salat Isya dan menjadi amalan khas yang hanya ada selama bulan Ramadhan.
Daftar Isi
Di berbagai masjid, salat Tarawih biasanya dilaksanakan secara berjamaah. Namun, tidak sedikit pula yang mengerjakannya di rumah bersama keluarga. Karena itu, memahami niat dan tata cara salat Tarawih menjadi hal penting agar ibadah dapat dilakukan dengan benar sesuai tuntunan.
Bagi sebagian orang, terutama yang baru belajar atau ingin memperbaiki ibadah, panduan singkat tentang niat dan cara salat Tarawih sangat dibutuhkan. Dengan memahami langkah-langkahnya, ibadah Tarawih dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan penuh makna.
Apa Itu Salat Tarawih?
Dilansir dari sumber detik.com, salat Tarawih merupakan salat sunnah yang dikerjakan khusus pada malam hari di bulan Ramadhan. Kata “tarawih” sendiri berasal dari bahasa Arab tarwihah yang berarti beristirahat. Istilah ini muncul karena pada masa awal Islam, jamaah biasanya beristirahat sejenak setelah beberapa rakaat salat.
Salat Tarawih memiliki keutamaan besar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Karena itu, banyak umat Muslim berusaha untuk tidak melewatkan ibadah ini selama bulan Ramadhan.
Niat Salat Tarawih
Sebelum melaksanakan salat Tarawih, seorang Muslim dianjurkan untuk membaca niat. Niat ini dilakukan dalam hati sebagai bentuk kesadaran bahwa ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
Berikut bacaan niat salat Tarawih berjamaah sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawihi rak‘ataini ma’muman lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Sementara bagi yang menjadi imam, lafaz ma’muman diganti menjadi imaaman. Jika salat sendiri, maka cukup berniat dalam hati untuk melaksanakan salat sunnah Tarawih karena Allah.
Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Jumlah rakaat salat Tarawih memiliki beberapa pendapat di kalangan ulama. Sebagian umat Muslim melaksanakannya sebanyak 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, sementara sebagian lainnya melaksanakan 20 rakaat ditambah witir.
Perbedaan ini sudah ada sejak masa para sahabat Nabi. Karena itu, kedua praktik tersebut sama-sama diperbolehkan selama dilakukan dengan khusyuk dan sesuai dengan tuntunan salat sunnah.
Hal yang paling penting adalah menjaga kualitas ibadah dan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tata Cara Salat Tarawih
Secara umum, tata cara salat Tarawih tidak berbeda dengan salat sunnah lainnya. Salat ini dilakukan dengan dua rakaat salam.
Berikut langkah-langkah pelaksanaan salat Tarawih:
- Membaca niat dalam hati sebelum memulai salat.
- Takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.
- Membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surah dalam Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
- Berdiri kembali untuk rakaat kedua dan mengulang bacaan seperti rakaat pertama.
- Setelah rakaat kedua, duduk tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam.
Salat Tarawih kemudian dilanjutkan dengan dua rakaat berikutnya hingga jumlah rakaat yang diinginkan terpenuhi.
Salat Witir sebagai Penutup
Setelah selesai melaksanakan salat Tarawih, umat Muslim biasanya menutup ibadah malam dengan salat Witir. Salat Witir dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil, biasanya tiga rakaat.
Salat Witir memiliki keutamaan besar karena menjadi penutup salat malam. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan salat ini.
Dengan melaksanakan Witir setelah Tarawih, rangkaian ibadah malam Ramadhan menjadi lebih sempurna.
Keutamaan Salat Tarawih
Salat Tarawih bukan sekadar ibadah tambahan di bulan Ramadhan. Ibadah ini memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah mendapatkan ampunan dari Allah SWT bagi orang yang melaksanakannya dengan penuh keimanan.
Selain itu, Tarawih juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial karena biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid.
Momen ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci Ramadhan.
Kesimpulan
Salat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadhan. Ibadah ini dilakukan setelah salat Isya dengan jumlah rakaat yang dapat berbeda sesuai dengan tradisi dan pendapat ulama.
Dengan memahami niat serta tata cara pelaksanaannya, umat Muslim dapat menjalankan salat Tarawih dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan. Selain mendapatkan pahala besar, salat Tarawih juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena itu, bulan Ramadhan menjadi kesempatan terbaik untuk menghidupkan malam dengan ibadah, termasuk melaksanakan salat Tarawih secara rutin.
Sumber
https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7800767/niat-tata-cara-sholat-tarawih-lengkap-bacaan-doa-setelahnya/



No Comment! Be the first one.