Islam mendidik umatnya untuk berusaha, serta agar umatnya untuk bergantung dan berharap kepada Allah. Kemudian, dengan menyerahkan hasil setelah kita berusaha itu merupakan bentuk tawakal. Dimana hakikat tawakal adalah penyerahan penyelesaian dan keberhasilan suatu urusan kepada wakil. Kalau tawakal pada kepada Allah, berarti menyerahkan urusan kepada Allah setelah melengkapi syarat-syaratnya.
Daftar Isi
Tawakal bukan berarti pasif atau menyerah sebelum berjuang, melainkan berusaha maksimal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, tawakal membantu umat muslim tetap tenang dan tidak putus asa di tengah masalah, harapan, dan ketidakpastian.
Berikut dibawah ini pengertian tawakal, dalil, makna beserta contoh perilaku bertawakal dalam islam
Pengertian Tawakal
Tawakal berasal dari kata وكل ) wakala yang berarti menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan urusan kita kepada orang lain.Dalam konteks ini, penyerahan itu ditujukan kepada Allah Swt. Tujuannya adalah untuk meraih manfaat serta menghindari bahaya.
Secara istilah, tawakkal berarti menyerahkan segala urusan kepada keputusan Allah Swt. , yang mengatur segalanya. Penyerahan diri (tawakkal) kepada Allah Swt. adalah salah satu prinsip yang wajib dipatuhi dalam ajaran agama Islam. Seorang muslim seharusnya berserah diri (tawakkal) kepada Allah Swt. setelah ia berusaha sebaik mungkin sesuai dengan kemampuannya.
Tawakkal dilakukan setelah individu berusaha seoptimal mungkin, sehingga tawakal kepada Allah Swt. tidak diperbolehkan bila menyerahkan semua urusan kepada-Nya sebelum berupaya maksimal. Selain itu, tawakkal yang ditujukan kepada selain Allah Swt. merupakan tindakan syirik yang seharusnya dihindari oleh setiap orang yang beriman.
Dalil Naqli Perilaku Tawakal
Perintah bertawakal sesuai Firman Allah Swt. dalam Al Qur’an surah Al-Maidah ayat 23, sebagai berikut:
Arab
قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَلِبُونُ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Latin
qâla rajulâni minalladzîna yakhâfûna an‘amallâhu ‘alaihimadkhulû ‘alaihimul-bâb, fa idzâ dakhaltumûhu fa innakum ghâlibûna wa ‘alallâhi fa tawakkalû ing kuntum mu’minîn
Artinya
“Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah Telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, Maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. dan Hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. Al-Maidah [5]:23)
Ayat diatas menunjukkan bahwa manusia dikatakan beriman apabila sudah bertawakkal kepada Allah Swt.
Makna Tawakal
Tawakal memiliki aspek spiritual yang dalam karena menciptakan ketenangan di dalam diri, mengurangi kekhawatiran berlebih, serta meningkatkan keyakinan bahwa setiap takdir dari Allah mengandung kebijaksanaan. Dalam kehidupan seorang muslim, tawakal berfungsi sebagai kekuatan dalam diri yang membantu memelihara keseimbangan antara usaha dan iman. Sikap ini melatih individu untuk tidak sepenuhnya mengandalkan kemampuan diri atau orang lain, tetapi menjadikan Allah sebagai pondasi utama dalam segala hal. Namun, bertawakal tidak berarti sepenuhnya menyerahkan urusan kepada Allah. Sebelum tawakal, individu harus menjalani sebuah proses yang dinamakan ikhtiar atau berusaha semaksimal mungkin.
Contoh Perilaku Tawakal
Manusia perlu menyadari kelemahan dirinya. Ini dibuktikan oleh banyak individu yang menghadapi kegagalan dan tidak mencapai harapan mereka. Keberhasilan seseorang sangat tergantung pada kekuatan dan keputusan Allah Swt. Oleh karena itu, manusia harus mengerti pentingnya berserah kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin. Seseorang yang berserah artinya menunggu hasil dari usahanya. Untuk itu, saat berserah, hendaknya meningkatkan frekuensi doa kepada Allah Swt. agar apa yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.
Kesimpulan
Definisi tawakal adalah menyerahkan urusan kepada keputusan Allah, yang mengatur segalanya. Menerapkan tawakal harus setelah berusaha dan tidak kepada selain Allah, karena itu bisa dianggap syirik.



No Comment! Be the first one.