Sering Terlewat, Ini Doa Makan yang Perlu Diajarkan ke Anak
Makan adalah aktivitas harian yang tak terelakkan, namun satu hal sederhana yang sering terlewat di keluarga modern adalah membaca doa sebelum dan setelah makan. Kebiasaan ini bukan sekadar...
Makan adalah aktivitas harian yang tak terelakkan, namun satu hal sederhana yang sering terlewat di keluarga modern adalah membaca doa sebelum dan setelah makan. Kebiasaan ini bukan sekadar formalitas, tetapi sarana penting untuk menanamkan rasa syukur dan adab kepada anak sejak dini.
Daftar Isi
Orang tua sering fokus pada kualitas makanan, menu bergizi, dan etika makan. Sayangnya, aspek spiritual seperti doa sering terlupakan, padahal doa makan membantu anak memahami bahwa makanan adalah nikmat yang berasal dari Tuhan.
Bacaan Doa Sebelum Makan
Dilansir dari sumber antaranews.com,doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebelum makan menjadi bentuk permohonan keberkahan atas makanan yang akan disantap.
Bacaan doa sebelum makan yang umum diajarkan dalam keluarga Muslim adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allahumma barik lana fiimaa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaa bannaar.
Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan dan jauhkan kami dari siksa neraka.”
Selain itu, sebelum mulai makan dianjurkan mengucapkan “Bismillah” atau jika terlupa, membaca “Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu” yang berarti “Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya.”
Doa Sesudah Makan
Setelah makan selesai, ada pula doa yang menunjukkan rasa syukur atas nikmat makanan yang telah dikonsumsi:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ
Alhamdulillahil-ladhi ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alnaa minal muslimiin.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk orang-orang Muslim.”
Doa ini bukan hanya ungkapan formal, tetapi pengingat bagi anak bahwa setiap makanan adalah pemberian yang patut disyukuri.
Mengapa Mengajarkan Doa Makan Sejak Dini?
Anak-anak belajar lewat pengulangan. Kebiasaan positif yang konsisten akan berubah menjadi pola perilaku yang alami.
Ada beberapa alasan kuat mengapa doa makan perlu diajarkan sejak kecil:
- Menanamkan Sikap Syukur
Doa tidak hanya dibaca, tetapi dimaknai. Anak diajak untuk menyadari bahwa makanan bukan selintas kebutuhan, melainkan berkah yang harus disyukuri. - Melatih Kesadaran Spiritual
Ketika anak membaca doa, ia berhenti sejenak dari aktivitasnya. Ini menjadi jeda reflektif yang menghubungkan aktivitas sehari-hari dengan spiritualitas. - Membentuk Adab Hidup
Doa makan yang diajarkan dan diikuti dengan contoh dari orang tua menjadi bagian dari adab makan anak memberi mereka pola perilaku sopan dan penuh hormat.
Cara Praktis Mengajarkannya
Mengajarkan doa makan bukan soal memaksa hafalan, tetapi menjadikannya alami dalam kebiasaan keluarga.
Berikut tips yang bisa diterapkan:
- Contoh langsung: Orang tua membaca doa duluan dengan suara jelas.
- Konsistensi: Doa dibacakan setiap kali makan bersama.
- Visual edukatif: Tempel poster bacaan doa di ruang makan.
- Bahasa sederhana: Jelaskan arti doa dengan cara yang mudah dimengerti anak.
- Metode ini membuat anak tidak sekadar menghafal, tetapi juga memahami makna doa di balik setiap suapan.
Kesimpulan
Doa makan bukan sekadar bacaan singkat yang diulang tanpa makna. Ia adalah elemen penting dalam pendidikan karakter anak dan pembentukan adab hidup yang berakar pada rasa syukur dan spiritualitas. Mengajarkannya sejak dini dengan suasana yang konsisten dan penuh makna akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual.
Sumber
https://www.antaranews.com/berita/4213521/doa-sebelum-dan-sesudah-makan-beserta-adabnya-dalam-ajaran-islam/



No Comment! Be the first one.