5 Sifat Tercela yang Harus Dihindari dalam Islam
Dalam ajaran Islam, pembentukan akhlak menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim. Tidak hanya ibadah yang diperhatikan, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga hati dan...
Dalam ajaran Islam, pembentukan akhlak menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim. Tidak hanya ibadah yang diperhatikan, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga hati dan perilakunya dari sifat-sifat buruk. Sifat tercela dapat merusak amal kebaikan, bahkan menjauhkan seseorang dari ridha Allah SWT.
Daftar Isi
Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk meneladani akhlak mulia yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai pribadi yang bersih hatinya, rendah hati, dan jauh dari sifat-sifat tercela. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali sifat buruk agar dapat menghindarinya sejak dini. Berikut lima sifat tercela yang perlu diwaspadai dan dijauhi dalam kehidupan sehari-hari, dlansir dari laman Al-Iman.
1. Riya (Pamer Amal)
Riya adalah sikap melakukan suatu amal ibadah dengan tujuan ingin dilihat atau dipuji oleh orang lain. Seseorang yang memiliki sifat riya tidak benar-benar ikhlas dalam beribadah karena orientasinya bukan kepada Allah SWT, melainkan kepada manusia.
Sifat ini sangat berbahaya karena dapat menghapus pahala dari amal yang dilakukan. Misalnya, seseorang bersedekah atau shalat dengan tujuan agar dianggap dermawan atau saleh oleh orang lain.
Untuk menghindari riya, penting bagi setiap Muslim untuk selalu meluruskan niat sebelum melakukan amal. Ingatlah bahwa Allah Maha Mengetahui isi hati, sehingga keikhlasan menjadi kunci utama dalam setiap ibadah.
2. Sum’ah (Ingin Didengar Amalnya)
Sum’ah hampir mirip dengan riya, namun perbedaannya terletak pada cara memperlihatkan amal. Jika riya berkaitan dengan perbuatan yang ingin dilihat, maka sum’ah adalah keinginan agar amal yang dilakukan didengar oleh orang lain.
Contohnya, seseorang menceritakan ibadah atau kebaikannya kepada orang lain dengan maksud agar mendapatkan pujian. Sikap ini dapat merusak nilai keikhlasan dalam beramal. Untuk menghindari sum’ah, sebaiknya kita menjaga amal kebaikan tetap tersembunyi kecuali dalam kondisi tertentu yang memang bertujuan untuk memberi contoh atau motivasi, bukan untuk pamer.
3. Ujub (Bangga Diri Berlebihan)
Ujub adalah perasaan kagum terhadap diri sendiri atas kelebihan atau amal yang dimiliki. Orang yang ujub merasa dirinya lebih baik dibandingkan orang lain. Sifat ini sering kali muncul tanpa disadari, terutama ketika seseorang merasa telah melakukan banyak kebaikan. Padahal, semua kelebihan yang dimiliki sejatinya adalah pemberian dari Allah SWT.
Ujub dapat menghalangi seseorang untuk terus memperbaiki diri karena merasa sudah cukup baik. Untuk menghindarinya, penting untuk selalu mengingat bahwa manusia memiliki banyak kekurangan dan selalu membutuhkan pertolongan Allah.
4. Takabur (Sombong)
Takabur adalah sikap merasa diri lebih tinggi atau lebih baik daripada orang lain. Sifat ini termasuk dosa besar dalam Islam karena menunjukkan kesombongan terhadap sesama manusia bahkan terhadap Allah SWT.
Orang yang takabur cenderung meremehkan orang lain, sulit menerima nasihat, dan merasa paling benar. Padahal, dalam Islam, semua manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.
Sejarah menunjukkan bahwa kesombongan dapat membawa kehancuran, seperti yang dialami oleh Iblis ketika menolak perintah Allah karena merasa lebih baik dari Nabi Adam. Menghindari takabur dapat dilakukan dengan cara bersikap rendah hati, menghargai orang lain, dan selalu mengingat asal-usul manusia yang diciptakan dari tanah.
5. Ghurur (Tertipu oleh Diri Sendiri)
Ghurur adalah kondisi ketika seseorang merasa aman atau percaya diri secara berlebihan terhadap amalnya sehingga mengabaikan kewajiban lainnya. Orang yang ghurur sering merasa sudah cukup baik dan tidak perlu lagi memperbaiki diri.
Sifat ini sangat berbahaya karena membuat seseorang lalai dan merasa tidak perlu introspeksi. Padahal, dalam Islam, setiap Muslim dianjurkan untuk selalu mengevaluasi diri.
Ghurur juga dapat muncul ketika seseorang tertipu oleh kenikmatan dunia sehingga melupakan akhirat. Untuk menghindarinya, penting untuk selalu mengingat kehidupan setelah mati dan menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.
Kesimpulan
Sifat-sifat tercela seperti riya, sum’ah, ujub, takabur, dan ghurur merupakan penyakit hati yang dapat merusak amal dan menjauhkan seseorang dari Allah SWT. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu mengenali dan berusaha menjauhi sifat-sifat tersebut.
Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW menjadi langkah terbaik dalam membentuk kepribadian yang baik. Dengan menjaga hati, meluruskan niat, serta terus introspeksi diri, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan diridai Allah SWT.
sumber : https://alimancenter.com/riya-sumah-ujub-dan-takabur-adalah-4-sifat-tercela-yang-harus-dihindari/



No Comment! Be the first one.