Kita sering melakukan kesalahan, baik yang disadari maupun tidak. Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan kita untuk segera kembali kepada Allah SWT melalui istighfar.
Daftar Isi
Salah satu istighfar terbaik yang diajarkan Rasulullah SAW adalah Sayyidul Istighfar. Doa ini menjadi amalan utama karena mengandung pengakuan, penyesalan, dan harapan ampunan.
Pengertian Sayyidul Istighfar
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah lepas dari dosa. Karena itu, istighfar menjadi jalan penting untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dilansir dari Kompas.com, Sayyidul Istighfar berarti penghulu istighfar atau doa istighfar yang paling utama. Doa ini disebut demikian karena isinya sangat lengkap. Kita mengakui Allah sebagai Rabb, mengakui nikmat-Nya, dan mengakui dosa yang kita lakukan.
Bacaan Sayyidul Istighfar berasal dari hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Hal ini menunjukkan bahwa doa ini memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.
Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan besar dari doa ini, yaitu siapa yang membacanya dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu, maka ia termasuk penghuni surga. Ini menunjukkan bahwa Sayyidul Istighfar bukan sekadar doa, tetapi amalan yang memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah SWT.
Bacaan Sayyidul Istighfar (Arab, Latin, Arti)
Arab:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Latin:
Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu a‘uudzu bika min syarri maa shana‘tu. Abuu’u laka bini‘matika ‘alayya wa abuu’u bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya:
Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha menepati janji kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Waktu Membaca Sayyidul Istighfar
Dalam kesibukan harian, kita tetap bisa mengamalkan doa ini pada waktu-waktu yang utama. Rasulullah SAW memberikan panduan melalui hadis-hadis sahih.
“Barangsiapa mengucapkannya setelah masuk waktu subuh dengan penuh keyakinan lalu meninggal, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya setelah masuk waktu sore dengan penuh keyakinan lalu meninggal, maka ia termasuk penghuni surga.” (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban, dan An Nasai)
Hadis lain juga menegaskan:
“Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan keyakinan lalu meninggal sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di waktu malam dengan keyakinan lalu meninggal sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (H.R. Bukhari)
Dari penjelasan tersebut, kita memahami bahwa waktu mustajab membacanya adalah:
- Setelah subuh (pagi hari)
- Setelah asar atau sore hari
- Siang hari
- Malam hari
Kita bisa menjadikannya sebagai bagian dari dzikir pagi dan petang agar lebih konsisten dalam mengamalkannya.
Penutup
Sayyidul Istighfar adalah doa istighfar terbaik yang diajarkan Rasulullah SAW. Di dalamnya terdapat pengakuan, harapan, dan ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.
Semoga kita dimudahkan untuk rutin membacanya setiap hari. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Aamiin.
Sumber: https://cahaya.kompas.com/doa-dan-niat/25J02142515490/sayyidul-istighfar-doa-terbaik-memohon-ampunan



No Comment! Be the first one.