6 Rukun Wudhu: Panduan Lengkap Tata Cara, Niat, dan Doanya
Wudhu merupakan syarat sah shalat yang wajib dipenuhi setiap muslim sebelum melaksanakan ibadah shalat. Memahami 6 rukun wudhu beserta tata cara pelaksanaannya yang benar sesuai tuntunan syariat...
Wudhu merupakan syarat sah shalat yang wajib dipenuhi setiap muslim sebelum melaksanakan ibadah shalat. Memahami 6 rukun wudhu beserta tata cara pelaksanaannya yang benar sesuai tuntunan syariat menjadi hal mendasar yang harus diketahui oleh setiap muslim agar ibadahnya sah dan diterima.
Daftar Isi
Artikel tentang 6 rukun wudhu ini disusun berdasarkan referensi dari Direktorat Jenderal Bimas Islam dan kitab-kitab fiqih terpercaya. Di dalamnya akan dibahas secara lengkap mengenai dalil perintah wudhu, 6 kewajiban yang harus dipenuhi, tata cara berwudhu yang benar, serta doa setelah wudhu yang bisa diamalkan sehari-hari.
Ketentuan Wudhu dalam Islam
Wudhu atau bersuci dari hadats kecil merupakan salah satu syarat sah shalat yang telah disepakati oleh para ulama. Seseorang yang melaksanakan shalat tanpa berwudhu maka shalatnya tidak sah karena tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Sejarah mencatat bahwa wudhu disyariatkan pada malam Isra Mi’raj bersamaan dengan kewajiban shalat. Wudhu diperintahkan karena shalat merupakan munajat kepada Tuhan sehingga dibutuhkan keadaan badan yang suci.
Dasar hukum perintah wudhu sebelum shalat termaktub dalam firman Allah SWT Surat Al-Maidah ayat 6:
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)
Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim:
“Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Allah tidak menerima shalat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Enam Rukun Wudhu yang Wajib Dipenuhi
Wudhu akan dianggap sah jika seseorang melaksanakan 6 rukun atau kewajiban wudhu berikut ini secara berurutan:
1. Niat Wudhu
Niat wudhu dilakukan dalam hati berbarengan ketika air pertama kali membasuh wajah. Niat ini membedakan antara membasuh biasa dengan ibadah wudhu.
Beberapa lafal niat wudhu yang dapat dibaca:
نَوَيْتُ رَفْعَ الحَدَثِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaytu raf’al hadatsi lillāhi ta’ālā.
(Aku niat mengangkat hadats karena Allah Ta’ala)نَوَيْتُ فَرْضَ الوُضُوْءِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaytu fardhal wudhū’i lillāhi ta’ālā.
(Aku niat fardhu wudhu karena Allah Ta’ala)نَوَيْتُ الوُضُوْءَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaytul wudhū’a lillāhi ta’ālā.
(Aku niat wudhu karena Allah Ta’ala)نَوَيْتُ الطَّهَارَةَ عَنِ الحَدَثِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaytut thahārata anil hadatsi lillāhi ta’ālā.
(Aku niat bersuci dari hadats karena Allah Ta’ala)
2. Membasuh Wajah
Menurut Imam Nawawi, batas wajah secara vertikal adalah antara tempat tumbuhnya rambut hingga dagu bagian bawah. Secara horisontal, antara kedua telinga kiri dan kanan.
Seluruh area wajah dalam batasan tersebut harus terbasuh air secara merata. Jika memiliki janggut tebal, air harus sampai ke kulit dasarnya.
3. Membasuh Kedua Tangan hingga Siku
Dalam membasuh tangan, seluruh kulit, kuku, dan rambut mulai ujung jari hingga siku harus terbasuh. Termasuk kulit di bawah kuku dan sela-sela jari.
Kotoran di bawah kuku yang tebal dapat menghalangi air sampai ke kulit sehingga perlu dijaga kebersihannya.
4. Mengusap Sebagian Kepala
Batasan minimal mengusap kepala adalah sampainya air ke sebagian kecil kepala atau sehelai rambut yang tumbuh di area kepala. Usapan dilakukan dengan tangan yang dibasahi, tidak perlu menuangkan air.
Mengusap rambut yang menjuntai di luar area kepala (misalnya rambut panjang yang sampai ke bahu) tidak dianggap sah. Usapan harus pada rambut yang tumbuh di area kepala.
5. Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki
Membasuh kaki hingga kedua mata kaki mencakup seluruh bagian anggota tubuh yang ada pada area tersebut seperti kulit, rambut, kuku, dan sela-sela jari kaki.
Bagian tumit sering terlewat sehingga perlu mendapat perhatian khusus saat membasuh kaki.
6. Tertib
Tertib berarti melakukan kegiatan wudhu secara berurutan sebagaimana urutan yang telah ditetapkan. Dimulai dari niat bersamaan membasuh muka, kemudian membasuh kedua tangan, mengusap kepala, dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki.
Urutan ini harus dijaga. Jika seseorang membasuh kaki sebelum mengusap kepala, maka wudhunya tidak sah karena tidak tertib.
Sunah-Sunah dalam Berwudhu
Selain 6 rukun yang wajib, terdapat beberapa sunah wudhu yang dianjurkan untuk dilakukan agar mendapat kesempurnaan ibadah:
- Bersiwak atau membersihkan gigi sebelum memulai wudhu
- Membaca basmalah di awal wudhu
- Membasuh kedua telapak tangan sebelum berkumur
- Berkumur sebanyak 3 kali
- Menghirup air ke hidung (istinsyaq) sebanyak 3 kali
- Melafalkan niat wudhu (sedangkan niat dalam hati hukumnya wajib)
- Membasuh wajah sebanyak 3 kali
- Membasuh tangan hingga siku sebanyak 3 kali dengan mendahulukan kanan
- Mengusap sebagian kulit kepala sebanyak 3 kali
- Menyapu seluruh bagian kepala
- Menyapu kedua telinga sebanyak 3 kali
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak 3 kali
- Menghadap kiblat saat berwudhu
- Membaca doa setelah wudhu
Doa Setelah Wudhu
Setelah menyelesaikan wudhu, dianjurkan membaca doa berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ، وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوبُ إلَيْكَ
Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū. Allāhummaj’alnī minat tawwābīna, waj’alnī minal mutathahhirīna. Subhānakallāhumma wa bi hamdika asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka, wa atūbu ilayka.
Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu.”
Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu
Wudhu seseorang dapat batal karena beberapa hal berikut:
- Keluar sesuatu dari qubul dan dubur seperti buang air kecil, buang air besar, atau kentut
- Hilang akal karena tidur, pingsan, atau mabuk
- Bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tanpa penghalang
- Menyentuh kemaluan baik kemaluan sendiri maupun orang lain dengan telapak tangan
Penutup
Enam rukun wudhu yaitu niat, membasuh wajah, membasuh tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki hingga mata kaki, dan tertib merupakan kewajiban yang harus dipenuhi agar wudhu sah. Dengan memahami dan mempraktikkan tata cara wudhu yang benar sesuai tuntunan syariat, ibadah shalat yang dilakukan menjadi lebih sempurna dan diterima di sisi Allah SWT. Mengamalkan sunah-sunah wudhu dan membaca doa setelahnya juga dianjurkan untuk mendapatkan keberkahan yang lebih besar.
Referensi :https://kemenag.go.id/islam/cara-wudhu-lengkap-dengan-niat-doa-dan-sunahnya-tY9ZR



No Comment! Be the first one.