Asal Usul dan Keutamaan Sholat Tarawih
Shalat tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Ibadah ini termasuk dalam qiyam Ramadhan dan memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Tarawih biasanya...
Shalat tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Ibadah ini termasuk dalam qiyam Ramadhan dan memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Tarawih biasanya dilakukan setelah shalat Isya’ hingga menjelang fajar, baik secara berjamaah maupun sendiri. Dalam sejarah, praktik shalat tarawih telah dicontohkan oleh Rasulullah dan dilanjutkan oleh para sahabat serta generasi salafush shalih dengan berbagai variasi rakaat.
Daftar Isi
Baca juga : Tata Cara Sholat Tarawih di Rumah dan di Masjid
Asal Usul dan Makna Tarawih
Istilah tarawih berasal dari kata tarwihah yang berarti duduk atau istirahat. Disebut demikian karena para jamaah biasanya beristirahat sejenak setelah empat rakaat shalat malam. Rasulullah sendiri melaksanakan shalat malam sebanyak 11 rakaat, termasuk witir, dengan bacaan yang panjang dan penuh kekhusyukan.
Keutamaan Shalat Tarawih
Shalat tarawih memiliki fadhilah besar sebagaimana disebutkan dalam hadits: “Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits lain juga menegaskan bahwa orang yang shalat bersama imam hingga selesai akan dicatat pahala seperti shalat semalam penuh. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan tarawih, terutama jika dilakukan berjamaah.
Selanjutnya Rasulullah bersabda:
إِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ فَرَضَ اللَّهُ صِيَامَهُ وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang Allah wajibkan puasanya, dan aku mensunnahkan qiyamnya bagi kaum muslimin. Barang siapa berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka ia keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la – sebagian sanadnya hasan). hadist ini menunjukkan keutamaan besar bahwa tarawih bisa menghapus dosa hingga bersih seperti bayi yang baru lahir.
Praktik Shalat Tarawih di Masa Nabi
Rasulullah beberapa kali memimpin shalat tarawih bersama para sahabat. Riwayat menyebutkan beliau shalat hingga sepertiga malam, separuh malam, bahkan hampir menjelang sahur. Beliau juga membenarkan sahabat Ubay bin Ka’ab yang mengimami jamaah tarawih, menandakan bahwa shalat tarawih berjamaah adalah sunnah yang diridhai.
Shalat Tarawih di Masa Khulafaur Rasyidin
Pada masa Abu Bakar, umat Islam melaksanakan tarawih secara berpencar. Namun di masa Umar bin Khattab, beliau mengumpulkan jamaah di bawah satu imam, yaitu Ubay bin Ka’ab. Umar bahkan menyebut hal ini sebagai “sebaik-baik hal baru” karena memudahkan umat Islam beribadah bersama. Sejak itu, tarawih berjamaah menjadi tradisi yang terus dijalankan.
Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
Terdapat perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat tarawih. Rasulullah melaksanakan 11 rakaat (8 tarawih + 3 witir). Namun, pada masa sahabat dan tabi’in, jumlah rakaat bervariasi: ada yang 13, 21, 23, bahkan 36 rakaat di Madinah. Para ulama menjelaskan bahwa perbedaan ini bukanlah pertentangan, melainkan variasi sesuai kondisi jamaah. Imam Syafi’i dan Imam Malik menegaskan bahwa baik sedikit maupun banyak rakaat tetap sah, selama dilakukan dengan khusyu’ dan tuma’ninah.
“Rasulullah tidak pernah menambah di bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat empat rakaat, jangan ditanya bagus dan lamanya, kemudian empat rakaat lagi, lalu witir tiga rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kesimpulan
Shalat tarawih adalah syiar Ramadhan yang penuh keberkahan. Rasulullah ﷺ mencontohkan dengan 11 rakaat, namun para sahabat dan ulama salaf melaksanakan dengan jumlah berbeda sesuai kemampuan jamaah. Yang terpenting bukanlah jumlah rakaat, melainkan kekhusyukan, panjang bacaan, dan keikhlasan dalam beribadah. Dengan tarawih, seorang muslim dapat meraih ampunan Allah dan memperkuat hubungan spiritual di bulan penuh rahmat ini.
Referensi : https://almanhaj.or.id/3150-shalat-tarawih-nabi-dan-salafush-shalih.html



No Comment! Be the first one.